Berita
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:35 WIB
LEMBAGA PENGELOLA INVESTASI
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:19 WIB
KENYA
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:17 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 20 Januari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:57 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:44 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Cara Mendapatkan Sertifikat Elektronik Jika Belum Punya Akun PKP

A+
A-
15
A+
A-
15
Cara Mendapatkan Sertifikat Elektronik Jika Belum Punya Akun PKP

DI era digitalisasi ini, layanan publik makin diarahkan untuk dilakukan secara elektronik atau daring, tak terkecuali layanan perpajakan. Misal, meminta nomor seri faktur pajak, membuat e-faktur, membuat e-bupot, dan lain sebagainya.

Untuk mendapatkan layanan perpajakan secara elektronik, wajib pajak diharuskan memiliki sertifikat elektronik (sertel) terlebih dahulu. Nah, DDTCNews kali ini akan menjelaskan cara mendapatkan sertel tersebut.

Sebelum itu, ada baiknya untuk menjelaskan terlebih dahulu definisi Sertel. Menurut Ditjen Pajak (DJP), sertel adalah sertifikat yang bersifat elektronik yang memuat tanda tangan elektronik dan identitas yang menunjukkan status subjek hukum para pihak dalam transaksi elektronik yang dikeluarkan oleh DJP atau penyelenggara sertifikasi elektronik.

Baca Juga: Cara Menjadi Wajib Pajak Kriteria Tertentu

Untuk mendapatkan sertel, wajib pajak dapat mengajukan permintaan sertel secara elektronik atau tertulis ke KPP tempat wajib pajak terdaftar atau KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan wajib pajak.

Setelah itu, wajib pajak mengisi formulir permintaan sertel dan melampirkan dokumen persyaratan. Lalu, petugas pendaftaran akan meneliti formulir permintaan sertel dan dokumen persyaratan tersebut.

Petugas pendaftaran juga akan melakukan pengujian verifikasi dan autentikasi atas data wajib pajak. Jika petugas pendaftaran telah meyakini kebenaran identitas wajib pajak, petugas akan memberikan bukti penerimaan surat kepada wajib pajak.

Baca Juga: DJP Bakal Beri Keringanan Pajak Bagi WP Terdampak Bencana Alam

Setelah itu, petugas khusus melanjutkan proses dengan meminta wajib pajak menyiapkan dan mengetik passphrase. Kemudian, petugas khusus tersebut melakukan persetujuan permintaan dan mengunduh sertel.

Setelah itu, petugas khusus akan menyerahkan sertel kepada wajib pajak dan mengirimkan bukti penerimaan sertel melalui surat elektronik (e-mail).

Untuk diperhatikan, permintaan sertel selama masa pandemi Covid-19 dapat dimintakan melalui sarana elektronik, melalui e-mail ke KPP atau laman e-nofa bagi pengusaha kena pajak (PKP) yang sudah memiliki akun PKP.

Baca Juga: Solusi Atasi SPT Tidak Valid Saat Pelaporan di e-Faktur 3.0 Web-Based

Selain itu, sertel memiliki masa berlaku yaitu selama 2 tahun sejak tanggal sertel diberikan oleh DJP. Oleh karena itu, wajib pajak bakal melakukan perpanjangan sertel atau mengajukan sertel baru secara berkala. Selesai. Semoga bermanfaat.

Topik : tips pajak, administrasi pajak, sertifikat elektronik, layanan perpajakan
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 16 Desember 2020 | 17:23 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 14 Desember 2020 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 11 Desember 2020 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 09 Desember 2020 | 15:01 WIB
TIPS PAJAK
berita pilihan
Rabu, 20 Januari 2021 | 18:01 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:57 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:44 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:35 WIB
LEMBAGA PENGELOLA INVESTASI
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:19 WIB
KENYA
Rabu, 20 Januari 2021 | 17:17 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 15:53 WIB
INFOGRAFIS PAJAK