Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

BI Dukung Pelaksanaan Tax Amnesty

0
0

JAKARTA, DDTCNews —Bank Indonesia (BI) mendeklarasikan dukungannya terhadap pelaksanaan tax amnesty dengan terus melakukan pendalaman pasar keuangan  melalui beberapa strategi yang diniliai mampu memberikan kontribusi positif.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menilai kebijakan tax amnesty berpotensi menambah likuiditas perekonomian nasional yang selanjutnya bisa dialokasikan pada kegiatan ekonomi produktif di dalam negeri.

“BI juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah agar pelaksanaan Undang-Undang Pengampunan Pajak termasuk repatriasi dana bisa bermanfaat bagi perekonomian nasional,” jelas Tirta dalam keterangan resmi seperti dilansir laman Bank Indonesia, Kamis (21/7).

Baca Juga: Duh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi Hingga Rp5.467 triliun

Rencananya BI akan menambah produk investasi dan lindung nilai (hedging) di pasar keuangan. Selain itu, BI akan memperkuat strategi pengelolaan moneter dan mendorong sektor rill untuk mengoptimalkan dana repatriasi.

Tirta menambahkan BI berharap tax amnesty bisa meningkatkan kemampuan fiskal pemerintah guna membiayai program-program pembangunan negara.

Sebagai informasi tambahan, BI memutuskan untuk tidak menurunkan suku bunga acuan di tengah situasi ekonomi seperti sekarang di mana inflasi rendah, nilai tukar rupiah stabil dan arus modal yang masuk cukup deras. 

Baca Juga: Pakistan akan Terapkan Tax Amnesty

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Kamis (21/7) sepakat mempertahankan BI rate sebesar 6,5% dengan suku bunga deposit facility 7%. BI juga mempertahankan BI 7-days reverse repo rate sebesar 5,25%.

Keputusan tersebut sejalan dengan rencana reformulasi suku bunga acuan yang akan mulai berlaku 19 Agustus 2016. Kendati demikian, BI menilai stabilitas makroekonomi tetap terjaga. (Bsi)

Baca Juga: Tipis, Cadangan Devisa Naik Lagi

“BI juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah agar pelaksanaan Undang-Undang Pengampunan Pajak termasuk repatriasi dana bisa bermanfaat bagi perekonomian nasional,” jelas Tirta dalam keterangan resmi seperti dilansir laman Bank Indonesia, Kamis (21/7).

Baca Juga: Duh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik Lagi Hingga Rp5.467 triliun

Rencananya BI akan menambah produk investasi dan lindung nilai (hedging) di pasar keuangan. Selain itu, BI akan memperkuat strategi pengelolaan moneter dan mendorong sektor rill untuk mengoptimalkan dana repatriasi.

Tirta menambahkan BI berharap tax amnesty bisa meningkatkan kemampuan fiskal pemerintah guna membiayai program-program pembangunan negara.

Sebagai informasi tambahan, BI memutuskan untuk tidak menurunkan suku bunga acuan di tengah situasi ekonomi seperti sekarang di mana inflasi rendah, nilai tukar rupiah stabil dan arus modal yang masuk cukup deras. 

Baca Juga: Pakistan akan Terapkan Tax Amnesty

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) Kamis (21/7) sepakat mempertahankan BI rate sebesar 6,5% dengan suku bunga deposit facility 7%. BI juga mempertahankan BI 7-days reverse repo rate sebesar 5,25%.

Keputusan tersebut sejalan dengan rencana reformulasi suku bunga acuan yang akan mulai berlaku 19 Agustus 2016. Kendati demikian, BI menilai stabilitas makroekonomi tetap terjaga. (Bsi)

Baca Juga: Tipis, Cadangan Devisa Naik Lagi
Topik : pengampunan pajak, tax amnesty, bank indonesia
artikel terkait
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 15:39 WIB
TATA PEMERINTAHAN
Sabtu, 24 September 2016 | 12:03 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Jum'at, 23 Desember 2016 | 10:15 WIB
PENAGIHAN PAJAK
Senin, 29 Oktober 2018 | 09:54 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 09 Januari 2017 | 17:06 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:52 WIB
KANWIL DJP YOGYAKARTA
Kamis, 22 September 2016 | 12:01 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Kamis, 16 Februari 2017 | 09:55 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Selasa, 21 Maret 2017 | 09:07 WIB
BERITA PAJAK HARI INI