[Academy] TP Intangible Juli 2026
Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KERJA SAMA INTERNASIONAL

Pemerintah Bidik 5 Penguatan Kerja Sama Ekonomi RI-China

Aurora K. M. Simanjuntak
Sabtu, 18 Juli 2026 | 13.30 WIB
Pemerintah Bidik 5 Penguatan Kerja Sama Ekonomi RI-China
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah Indonesia dan China memperkuat kemitraan ekonomi strategis terutama di bidang perdagangan, investasi, pengembangan kawasan ekonomi, ekonomi digital, energi terbarukan, dan kerja sama ekonomi regional.

Indonesia akan mendorong hubungan dagang yang lebih seimbang. Sejalan dengan itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama ke depan tidak hanya berorientasi pada peningkatan volume perdagangan, tetapi juga investasi yang berkualitas, serta transfer teknologi dan SDM.

"Kerja sama ke depan perlu diarahkan pada peningkatan nilai perdagangan yang lebih seimbang, investasi yang berkualitas, transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan kapasitas industri nasional," ujarnya, dikutip pada Sabtu (18/7/2026).

Ke depan, Airlangga mencatat sedikitnya ada 5 kerangka kerja sama Indonesia-China yang akan direalisasikan. Pertama, kerja sama Two Countries Twin Parks (TCTP) guna meningkatkan investasi, perdagangan dan pengembangan kawasan ekonomi dan industri di kedua negara.

Hingga saat ini, ada 30 nota kesepahaman TCTP yang telah ditandatangani. Adapun nilai investasi yang diestimasi sekitar Rp37,1 triliun.

"Berbagai nota kesepahaman yang telah ditandatangani perlu segera ditindaklanjuti menjadi investasi nyata. Kami juga mendorong pembentukan joint venture agar kerja sama TCTP dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih konkret," kata Airlangga.

Kedua, rencana penyelarasan perdagangan dan penguatan investasi. Salah satu langkah yang akan ditempuh ialah menjadikan Danantara sebagai mitra strategis investor China untuk menarik investasi berkualitas, memperkuat kapasitas produksi nasional, dan mengembangkan proyek-proyek prioritas bersama investor China.

Ketiga, kerja sama investasi energi surya. Indonesia mengundang perusahaan China berinvestasi di sektor energi surya guna mendukung pengembangan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 gigawatt.

Keempat, penguatan kerja sama Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) melalui inisiatif RCEP 3.0 agar lebih relevan dengan perkembangan perdagangan global, transformasi digital, perubahan rantai pasok, dan integrasi ekonomi kawasan.

Kelima, persiapan kerja sama menjelang Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2026. Indonesia berharap kedua negara dapat menyiapkan proyek-proyek kerja sama konkret yang dapat diumumkan pada pertemuan pemimpin kedua negara.

"Kami berharap pertemuan ini dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dan proyek yang konkret sehingga memberikan manfaat seimbang dan saling menguntungkan bagi kedua negara," tutup Airlangga. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.