JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah berwacana meningkatkan kualitas belanja negara agar makin memberikan dampak konkret bagi perekonomian dan masyarakat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan dampak konkret yang dibidik pemerintah antara lain pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, penurunan angka kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
"Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan kualitas belanja negara agar setiap rupiah APBN semakin tepat sasaran, akuntabel, dan berdampak nyata," ujarnya, dikutip pada Rabu (15/7/2026).
Purbaya akan menerapkan prinsip anggaran yang berkualitas sesuai dengan PP 6/2023 dalam mengalokasikan belanja negara. Menurutnya, penerapan prinsip tersebut bertujuan untuk mewujudkan belanja yang lebih optimal, sesuai prioritas, transparan, efisien, dan efektif.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah juga menerapkan prinsip spending better melalui beberapa upaya. Mulai dari penajaman belanja kementerian/lembaga, memangkas anggaran belanja yang dinilai kurang memberikan manfaat, hingga mengalokasikan belanja yang berdampak langsung kepada masyarakat.
"Juga meningkatkan sinergi antara belanja pemerintah pusat dan daerah," imbuhnya.
Sebagai gambaran penerapan kebijakan tersebut, Purbaya mengeklaim penyerapan anggaran belanja pemerintah sudah cukup tinggi dan optimal pada 2025.
Menurutnya, optimalisasi itu tecermin dari realisasi belanja pemerintah yang mencapai Rp2.586,4 triliun. Kinerja tersebut mencapai 90,40% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2025 senilai Rp2.701,4 triliun.
"Kami berterima kasih kepada fraksi yang telah mengapresiasi tingginya serapan anggaran belanja pemerintah yang mendekati pagu tahun anggaran 2025, di mana realisasi belanja pemerintah pusat mencapai 90,40%," ucap Purbaya. (dik)
