MUSEUM REKOR - DUNIA INDONESIA

DDTC Raih Rekor MURI atas Perpustakaan Pajak dengan Koleksi Terbanyak

Redaksi DDTCNews
Jumat, 03 Juli 2026 | 06.00 WIB
DDTC Raih Rekor MURI atas Perpustakaan Pajak dengan Koleksi Terbanyak

JAKARTA, DDTCNews – Menjelang peringatan HUT ke-19, DDTC mencatatkan rekor di Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI). Rekor disematkan kepada DDTC Library sebagai Perpustakaan Pajak yang Memiliki Koleksi Literatur Perpajakan Terbanyak.

Hingga saat ini, DDTC Library memiliki total 4.967 koleksi literatur yang mendukung kajian perpajakan sebagai multidisplin ilmu. Koleksi ini terdiri atas 3.259 buku koleksi perpajakan inti (core tax collection) dan 1.708 buku koleksi pendukung perpajakan (complementary tax collection).

Core tax collection mencakup literatur yang membahas berbagai aspek perpajakan nasional dan internasional. Complementary tax collection mencakup literatur pendukung perpajakan lintas disiplin, seperti hukum, akuntansi, ekonomi, dan perdagangan internasional yang terkait dengan perpajakan.

“Terima kasih atas pencatatan rekor MURI ini. Kami menyadari bahwa memahami pajak dimulai dengan membaca. Rekor ini juga makin menegaskan bahwa DDTC Library menjadi fondasi kualitas output profesional pajak dan literasi berkelanjutan,” ujar Founder DDTC Darussalam.

Bagaimanapun, literatur yang tersedia DDTC Library selalu menjadi rujukan utama profesional DDTC dalam bekerja. Hal ini diharapkan berkorelasi pada tingginya kualitas output yang dihasilkan para profesional DDTC.

Bagi konsultan dan advisor pajak, literatur di DDTC Library menjadi bahan dalam perumusan solusi atas permasalahan klien. Bagi periset, koleksi DDTC Library menjadi acuan untuk menuangkan buah pikiran ke dalam tulisan ataupun memperkaya analisis hasil riset.

Untuk penyusun program pelatihan pajak, buku-buku dan jurnal di DDTC Library menjadi bahan pengayaan bahan ajar yang disampaikan para pemateri. Bagi pewarta, DDTC Library menjadi sumber baku atau pendukung dalam penulisan berita dan tulisan lainnya.

Bagi pengembang database perpajakan, DDTC Library menjadi sumber acuan dalam penyusunan produk, termasuk buku. Berbagai literatur koleksi juga menjadi bahan belajar dan acuan materi yang komprehensif bagi mahasiswa sekaligus pengajar.

Peran DDTC Library tidak terbatas untuk internal profesional DDTC. Hal ini dikarenakan DDTC berkomitmen untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat literasi perpajakan. Oleh karena itu, DDTC Library terbuka untuk umum sehingga setiap orang bisa membaca buku di DDTC Library.

Keberadaan DDTC Library juga sejalan dengan prinsip yang dipegang selama ini, bahwa konsultan pajak sebagai profesi yang mulia atau terhormat (officium nobile). Artinya, profesi tidak berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga mendedikasikan keahliannya bagi kepentingan perpajakan.

Mayoritas Literatur Internasional dan Terus Diperbarui

Berbagai koleksi literatur DDTC Library pada akhirnya membentuk ekosistem pengetahuan perpajakan yang komprehensif dan terintegrasi. Apalagi, situs web DDTC Library juga terhubung dengan platform digital lainnya, termasuk DDTCNews, Perpajakan DDTC, dan DDTC Academy.

DDTC juga menyadari bahwa dunia perpajakan terus berkembang sangat dinamis. Sejalan dengan kondisi tersebut, koleksi DDTC Library terus diperbarui. Literatur terkini selalu disediakan untuk memperkaya pengetahuan sesuai dengan tren terbaru dalam dunia perpajakan.

Berbagai literatur dikelompokkan ke dalam lebih dari 45 topik yang dibutuhkan. Contohnya, transfer pricing, international taxation, tax audit & dispute, tax law, tax administration, tax system, taxation & technology, business reorganization, tax research, taxes on income and wealth, serta topik lain.

Mayoritas koleksi DDTC merupakan literatur internasional dari berbagai penulis dan penerbit ternama. Beberapa penerbit yang dimaksud seperti IBFD, Wolters Kluwer, Routledge, Hart Publishing, Lexis Nexis, American Bar Association, dan lainnya.

Beragam publikasi domestik dan internasional karya profesional DDTC, termasuk 43 buku terbitan DDTC, selalu menggunakan rujukan koleksi DDTC Library. Artinya, publikasi yang dihasilkan sudah memuat beragam perspektif. Hal ini wujud konkret dari upaya memperkuat literasi berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa, akademisi, praktisi, hingga masyarakat umum memiliki hak dan akses yang sama terhadap literasi perpajakan standar dunia,” imbuh Darussalam.(kaw)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.