JAKARTA, DDTCNews - Badan Gizi Nasional (BGN) akan terus memutakhirkan data penerima makan bergizi gratis (MBG).
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan data penerima yang akurat diperlukan agar program MBG bisa benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi gizi dari pemerintah.
"Data yang akurat sangat penting karena menjadi dasar dalam menyusun kebijakan penerima manfaat. Ini untuk memastikan intervensi gizi diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan," katanya, dikutip pada Minggu (21/6/2026).
Data penerima manfaat akan diintegrasikan dengan beberapa indikator, yakni ketahanan gizi, kondisi sosial ekonomi, serta akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.
Berdasarkan data dimaksud, pemerintah akan melakukan refocusing MBG. Dengan langkah tersebut, MBG akan difokuskan kepada penerima manfaat yang membutuhkan intervensi dari pemerintah.
"Kami ingin memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data. Karena itu, kualitas data terus kami perbaiki guna mendapat gambaran yang lebih akurat mengenai kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi," kata Arum.
Data yang akurat diharapkan mampu mendukung upaya BGN dalam melakukan efisiensi atas alokasi sumber daya dan anggaran MBG serta meningkatkan dampak MBG terhadap status gizi masyarakat.
"Refocusing yang kami lakukan bukan semata-mata penyesuaian program, tetapi bagian dari upaya memastikan setiap kebijakan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat. Karena itu, data menjadi fondasi utama dalam seluruh proses pengambilan keputusan," kata Arum.
Sebagai informasi, realisasi anggaran MBG hingga Mei 2026 tercatat sudah mencapai Rp88,15 triliun. MBG telah dinikmati oleh 63,13 juta penerima manfaat dan disalurkan melalui 29.670 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). (rig)
