APBN 2026

Purbaya Klaim Fiskal Masih Sehat, Defisit Anggaran Tetap di Bawah 3%

Aurora K. M. Simanjuntak
Minggu, 21 Juni 2026 | 09.00 WIB
Purbaya Klaim Fiskal Masih Sehat, Defisit Anggaran Tetap di Bawah 3%
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi salam pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).&nbsp;ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mengeklaim pengelolaan fiskal sejauh ini dilakukan secara prudent dan terjaga sehingga defisit anggaran tetap berada di bawah 3%.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan defisit anggaran dijaga tidak terlalu melebar sehingga APBN tetap sehat dan memiliki ruang fiskal yang cukup untuk melindungi perekonomian Indonesia dari dampak negatif krisis atau ketidakpastian ekonomi global.

"Mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini dalam kondisi prima, ditopang oleh pengelolaan fiskal yang sangat sehat, prudent, dan terjaga, dengan defisit anggaran yang konsisten berada di bawah amanat UU sebesar 3%," katanya dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (21/6/2026).

Mengingat pengelolaan keuangan negara dilakukan dengan baik, Purbaya memandang Indonesia cukup kuat dalam menghadapi gangguan pasokan dan harga energi dunia akibat adanya perang di Timur Tengah.

Dia menyebut skor ketahanan energi Indonesia di mata global cukup tinggi, yakni sebesar 77%. Angka tersebut lebih tinggi ketimbang China yang sebesar 76%, tetapi lebih rendah dari Afrika Selatan yang mencapai 79%.

"Ketangguhan ini tidak lepas dari bauran kebijakan fiskal yang sehat dan hati-hati," tutur menteri keuangan.

Di samping itu, lanjut Purbaya, pemerintah mempercepat transformasi struktural melalui hilirisasi dan industrialisasi, memperkuat ekonomi kerakyatan dan pembangunan pedesaan, serta memperdalam pengentasan kemiskinan melalui program bantuan sosial dan lapangan kerja yang terintegrasi.

Menurutnya, serangkaian upaya tersebut dapat mengoptimalkan agenda pembangunan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Dengan demikian, pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga bersifat inklusif, tangguh, dan terkoordinasi dengan baik. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.