JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) akan terus memperbaiki coretax system, meningkatkan kualitas SDM, serta memperkuat pengawasan guna memastikan penerimaan pajak bisa mencapai target pada tahun ini.
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto meyakini perbaikan ketiga aspek tersebut akan mendongkrak kepatuhan wajib pajak. Dengan demikian, praktik kecurangan seperti penghindaran pajak dan pelaporan yang tidak benar bisa berkurang sehingga penerimaan pajak dapat mencapai target yang ditetapkan.
"Banyak usaha [yang dilaksanakan]. Hasilnya sudah kelihatan ketika sistem makin kuat, tata kelola makin jelas, kualitas SDM yang dicerminkan dengan integritas makin makin bagus, nanti kita lihat," ujarnya, dikutip pada Sabtu (6/6/2026).
Bimo juga menyampaikan seluruh proses administrasi pajak akan dilakukan melalui coretax sehingga kinerja DJP bisa lebih pasti, transparan, dan akuntabel.
Dia menjelaskan pengawasan wajib pajak, pemeriksaan, analisis, penanganan keberatan dan banding, serta proses administrasi lainnya kini dikerjakan dan dipantau melalui coretax yang sudah terintegrasi. Menurutnya, sistem yang terpusat dan transparan dapat mempermudah pengawasan terhadap akses data, kinerja pegawai, dan wajib pajak.
"Ini juga untuk mencegah conflict of interest, mencegah data disalahgunakan atau ada yang punya niat 'tidak baik' data bisa diperdagangkan. Jadi kalau data integrity dan proses bisnis sudah masuk coretax, tidak bisa dikerjakan di rumah masing-masing SDM yang berkaitan," kata Bimo.
Di samping itu, Bimo menilai target penerimaan pajak tahun ini tidak hanya bergantung pada kualitas sistem dan SDM, tetapi juga pada kualitas kebijakan pajak yang dibuat pemerintah. Menurutnya, kebijakan pajak yang semakin baik dan tepat sasaran turut mendorong penerimaan pajak agar sesuai dengan target yang diharapkan.
Dalam APBN 2026 target penerimaan pajak ditetapkan senilai Rp2.357,7 triliun. Adapun realisasi penerimaan pajak hingga Mei 2026 mencapai Rp834,4 triliun atau 35,4% terhadap target APBN.
Kinerja penerimaan pajak hingga Mei 2026 tercatat tumbuh sebesar 22,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (dik)
