BUKU DDTC

DDTC Rilis Edisi PDF Buku ‘Konsistensi 21 Tahun Gagasan Pendiri DDTC’

Redaksi DDTCNews
Senin, 11 Mei 2026 | 08.00 WIB
DDTC Rilis Edisi PDF Buku ‘Konsistensi 21 Tahun Gagasan Pendiri DDTC’

JAKARTA, DDTCNews - DDTC kembali menerbitkan buku terbaru yang merekam perjalanan pemikiran dan kontribusi intelektual para pendirinya bagi ekosistem pajak nasional. Kali ini, publik dapat mengakses versi digital atau PDF buku berjudul Konsistensi 21 Tahun Gagasan Pendiri DDTC untuk Pajak Indonesia.

Buku tersebut menyajikan kumpulan gagasan dua founder DDTC, yakni Darussalam dan Danny Septriadi, selama 21 tahun berkarya di lanskap perpajakan Tanah Air. Sebanyak 116 tulisan dipilih dari total 235 tulisan yang pernah dipublikasikan keduanya.

Menariknya, gagasan-gagasan yang tertuang di dalam buku dinilai masih sangat relevan dengan dinamika perpajakan saat ini. Bahkan bisa dibilang pemikiran-pemikiran yang dituliskan kedua founder DDTC 'melampaui zamannya' ketika pertama kali diterbitkan.

Versi digital buku Konsistensi 21 Tahun Gagasan Pendiri DDTC untuk Pajak Indonesia dapat diunduh melalui tautan berikut:

https://link.ddtc.co.id/konsistensi-21th-gagasan-pendiri

Jika ditarik benang merahnya, seluruh gagasan di dalam buku tersebut sejalan dengan cita-cita mewujudkan sistem perpajakan menuju 'Pajak Kuat, Indonesia Maju'. Darussalam dan Danny Septriadi berpandangan bahwa sistem pajak yang lebih baik hanya dapat tercipta apabila pengenaan pajak dilaksanakan berlandaskan konstitusi.

Melalui tulisan-tulisannya, kedua pimpinan DDTC mengingatkan kembali bahwa pajak harus diatur dengan undang-undang sebagaimana amanat konstitusi. Dengan demikian, pajak merupakan bentuk kesepakatan antara wajib pajak yang diwakili DPR dan negara yang diwakili pemerintah.

Konsep tersebut menempatkan wajib pajak dan otoritas pajak dalam posisi yang setara. Konsekuensinya, pengenaan pajak dan alokasi uang pajak perlu dilakukan secara transparan, adil, pasti, serta mendengarkan suara wajib pajak. Hubungan antara otoritas dan wajib pajak pun diharapkan bersifat kolaboratif, bukan konfrontatif.

Pada akhirnya, pajak tidak hanya dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan kebutuhan bersama untuk membangun bangsa dan negara. Dalam konteks itu, kedua founder DDTC juga menilai Indonesia memerlukan institusi pajak yang kuat yang diimbangi dengan penataan ulang komite pengawas perpajakan yang independen sebagai representasi wajib pajak. Selain itu, lembaga yudikatif dinilai perlu tetap menjadi benteng terakhir bagi wajib pajak untuk mencari keadilan.

Terbitnya buku ini diharapkan mampu menghidupkan ruang diskusi yang lebih kritis dan konstruktif mengenai masa depan perpajakan Indonesia. Tertarik membaca keseluruhan isi buku ini? Unduh versi PDF-nya melalui tautan berikut ini. (sap)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.