Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Bandara Jadi Lumbung Pajak Baru

A+
A-
0
A+
A-
0

PRAYA, DDTCNews — Keberadaan Lombok International Airport (LIA) dan kawasan pariwisata International Tourism Development Corporation (ITDC) diyakini mendatangkan keuntungan besar bagi Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Bidang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Dinas Pendapatan Daerah Lombok Tengah Lalu Jayaprana mengungkapkan kedua pusat pertumbuhan itu akan memberikan kontribusi besar bagi penerimaan pajak daerah.

“ITDC adalah salah satu sumber pendapatan pajak terbesar bagi Kabupaten Lombok Tengah setelah Bandara Lombok. Nilai PBB yang terutang oleh ITDC sendiri sebesar Rp1,2 miliar, dari yang sebelum-sebelumnya hanya Rp600 juta,” ujarnya, pekan lalu.

Baca Juga: Optimalisasi PAD, 4 Pokja Dibentuk

Lalu menjelaskan peningkatan PBB terutang oleh ITDC itu terjadi setelah Dispenda menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah sesuai dengan keputusan Bupati Lombok Tengah. Apalagi, selama ini ITDC patuh dalam membayar pajak sebelum jatuh tempo habis.

Dia menginformasikan pembayaran PBB di Lombok Tengah baru akan jatuh tempo 30 September 2016. Selain ITDC, penyumbang pajak terbesar lainnya adalah LIA. Jumlah kewajiban PBB LIA mencapai Rp1,4 miliar. Sejauh ini pembayaran PBB LIA juga tidak pernah mengalami masalah.

Di luar itu, sambung Lalu seperti dikutip lombokita.com, adanya pertumbuhan jumlah hotel dan restoran juga turut menambah sumber penerimaan pajak di wilayah ini. Keduanya menjadi sektor penyumbang pajak terbesar ketiga di Lombok Tengah setelah LIA dan ITDC. (Bsi)

Baca Juga: Realisasi PAD Diproyeksi Maksimal 80%

“ITDC adalah salah satu sumber pendapatan pajak terbesar bagi Kabupaten Lombok Tengah setelah Bandara Lombok. Nilai PBB yang terutang oleh ITDC sendiri sebesar Rp1,2 miliar, dari yang sebelum-sebelumnya hanya Rp600 juta,” ujarnya, pekan lalu.

Baca Juga: Optimalisasi PAD, 4 Pokja Dibentuk

Lalu menjelaskan peningkatan PBB terutang oleh ITDC itu terjadi setelah Dispenda menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah sesuai dengan keputusan Bupati Lombok Tengah. Apalagi, selama ini ITDC patuh dalam membayar pajak sebelum jatuh tempo habis.

Dia menginformasikan pembayaran PBB di Lombok Tengah baru akan jatuh tempo 30 September 2016. Selain ITDC, penyumbang pajak terbesar lainnya adalah LIA. Jumlah kewajiban PBB LIA mencapai Rp1,4 miliar. Sejauh ini pembayaran PBB LIA juga tidak pernah mengalami masalah.

Di luar itu, sambung Lalu seperti dikutip lombokita.com, adanya pertumbuhan jumlah hotel dan restoran juga turut menambah sumber penerimaan pajak di wilayah ini. Keduanya menjadi sektor penyumbang pajak terbesar ketiga di Lombok Tengah setelah LIA dan ITDC. (Bsi)

Baca Juga: Realisasi PAD Diproyeksi Maksimal 80%
Topik : lombok tengah, bandara, PAD
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 02 Desember 2019 | 17:55 WIB
KABUPATEN TABANAN
Jum'at, 29 November 2019 | 19:12 WIB
KOTA DEPOK
Kamis, 28 November 2019 | 18:00 WIB
DKI JAKARTA
Kamis, 28 November 2019 | 12:07 WIB
SRI LANKA
berita pilihan
Senin, 02 Desember 2019 | 17:55 WIB
KABUPATEN TABANAN
Jum'at, 29 November 2019 | 19:12 WIB
KOTA DEPOK
Kamis, 28 November 2019 | 18:00 WIB
DKI JAKARTA
Kamis, 28 November 2019 | 12:07 WIB
SRI LANKA
Rabu, 27 November 2019 | 17:39 WIB
KOTA PEKANBARU
Rabu, 27 November 2019 | 13:05 WIB
KOTA BEKASI
Selasa, 26 November 2019 | 19:52 WIB
KABUPATEN BANTUL
Senin, 25 November 2019 | 18:38 WIB
DKI JAKARTA
Senin, 25 November 2019 | 17:08 WIB
KOTA BOGOR
Minggu, 24 November 2019 | 19:46 WIB
KOTA MALANG