Review
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:30 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 13 Oktober 2021 | 14:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 11 Oktober 2021 | 14:19 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 17:29 WIB
PROFIL PERPAJAKAN LIECHTENSTEIN
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Kamis, 14 Oktober 2021 | 17:45 WIB
SUPERTAX DEDUCTION (7)
Data & Alat
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Komunitas
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:42 WIB
HASIL SURVEI PAJAK KARBON
Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:15 WIB
HASIL DEBAT 23 SEPTEMBER - 11 OKTOBER 2021
Senin, 11 Oktober 2021 | 11:05 WIB
AGENDA PAJAK
Minggu, 10 Oktober 2021 | 09:00 WIB
KETUA GPBSI DJONNY SYAFRUDDIN
Reportase
Perpajakan.id

Apindo Sebut Insentif Pajak Ini Paling Bermanfaat Bagi Pengusaha

A+
A-
2
A+
A-
2
Apindo Sebut Insentif Pajak Ini Paling Bermanfaat Bagi Pengusaha

Ilustrasi. Sejumlah anggota Brimob melintas di dekat tulisan Pajak Kuat Indonesia Maju di Jakarta Pusat, Sabtu (19/12/2020). Kementerian Keuangan mencatat realisasi insentif perpajakan dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) hingga 25 November 2020 sebesar Rp46,4 triliun, angka tersebut setara dengan 38,4 persen dari total pagu senilai Rp120,6 triliun. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa.

JAKARTA, DDTCNews – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan berbagai insentif pajak yang digelontorkan tahun ini sudah banyak membantu pelaku usaha bertahan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua Komite Perpajakan Apindo Siddhi Widyaprathama menilai diskon angsuran PPh Pasal 25 hingga 50% menjadi instrumen insentif yang paling bermanfaat bagi pengusaha. Menurutnya, insentif diskon angsuran pajak tersebut memberikan tambahan ruang cash flow perusahaan.

"Dari sisi pajak ada beberapa jenis insentif seperti pembebasan dan pajak ditanggung pemerintah. Yang paling terasa [manfaatnya] itu pengurangan cicilan PPh Pasal 25," katanya, Rabu (30/12/2020).

Baca Juga: Siapkan Rp8 Triliun, Program Relaksasi Pajak Berlanjut Tahun Depan

Diskon angsuran PPh Pasal 25, lanjut Siddhi, memang tak menjamin keberlangsungan usaha di masa pandemi. Meski demikian, insentif tersebut sangat membantu arus kas pelaku usaha karena uang yang seharusnya masuk ke kas negara tetap tersimpan untuk mempertahankan bisnis.

Menurutnya, kebutuhan insentif pajak untuk tahun fiskal 2021 belum tentu sama dengan skema yang bergulir saat ini. Untuk itu, ia meminta pemerintah tidak tergesa-gesa dalam menggulirkan insentif pajak 2021.

Dia menilai situasi ekonomi tahun depan masih diliputi ketidakpastian di antaranya mengenai vaksin dan munculnya varian baru Covid-19. Dia memperkirakan daftar insentif pajak tahun depan baru akan rilis pada akhir kuartal I/2020.

Baca Juga: AS Mulai Desak Negara Lain Agar Cabut Pajak Digital

"Desain insentif tentu melihat kondisi ekonomi dan itu baru bisa dilihat akhir kuartal IV/2020 yang hasilnya keluar pada Q1/2021. Tentu semua berharap pemulihan, tapi orang akan melihat seberapa efektif obat [vaksin Covid] dan bagaimana penanganan pandemi," ujar Siddhi.

Seperti diketahui, insentif realisasi pemanfaatan insentif dunia usaha, termasuk insentif pajak sampai dengan 23 Desember 2020 baru Rp54,73 triliun atau 45,4% dari pagu anggaran senilai Rp120,61 triliun.

Khusus diskon angsuran PPh Pasal 25, pemerintah menganggarkan senilai Rp21,59 triliun tahun ini, atau lebih besar dari rencana awal Rp14,4 triliun. (rig)

Baca Juga: Pancing Ekspatriat, Tarif Pajak Penghasilan Bakal Dipatok 17%

Topik : apindo, insentif pajak, diskon angsuran PPh Pasal 25, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Geovanny Vanesa Paath

Rabu, 30 Desember 2020 | 23:30 WIB
Apabila pemerintah hendak memberikan insentif lagi di tahun depan, lebih baik dalam perencanaannya juga turut melibatkan para pengusaha agar insentif yang diberikan bisa sesuai dengan kebutuhan bagi dunia usaha.
1

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 07:00 WIB
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH

Sisa Seminggu, Pemutihan Pajak Kendaraan Cuma Sampai 25 Oktober

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 20:00 WIB
VIETNAM

Atasi Gejolak Harga Bensin, Diskon Pajak Diusulkan

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 19:30 WIB
MALTA

Pulihkan Ekonomi, Negara Ini Pangkas Tarif Pajak Penghasilan

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 18:30 WIB
KABUPATEN GROBOGAN

Di Desa Ini, Bayar Pajak Kendaraan Bisa Dicicil 3 Bulan

berita pilihan

Senin, 18 Oktober 2021 | 08:14 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Tidak Bisa Lagi Pakai PPh Final? WP Badan UMKM Dapat Manfaatkan Ini

Minggu, 17 Oktober 2021 | 15:00 WIB
IRLANDIA

Siapkan Rp8 Triliun, Program Relaksasi Pajak Berlanjut Tahun Depan

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

AS Mulai Desak Negara Lain Agar Cabut Pajak Digital

Minggu, 17 Oktober 2021 | 13:00 WIB
THAILAND

Pancing Ekspatriat, Tarif Pajak Penghasilan Bakal Dipatok 17%

Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

BUMN Go Global, Jokowi Minta Adaptasi Teknologi Dipercepat

Minggu, 17 Oktober 2021 | 12:00 WIB
KOREA SELATAN

Tidak Bakal Ditunda Lagi, Pajak Cryptocurrency Berlaku Mulai 2022

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:30 WIB
LELANG KENDARAAN

DJP Lelang Mobil Sitaan Pajak, Dilego Mulai Rp45 Juta

Minggu, 17 Oktober 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Besaran Sanksi Ultimum Remedium atas Pidana Cukai di UU HPP

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:30 WIB
KABUPATEN BERAU

Banyak Warga Menunggak Pajak, Pemda Siapkan Insentif