Review
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Selasa, 26 Mei 2020 | 14:16 WIB
Seri Tax Control Framework (8)
Selasa, 26 Mei 2020 | 10:01 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 25 Mei 2020 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Akuisisi Big C Nunggak Pajak Rp2,1 Triliun

A+
A-
0
A+
A-
0
Akuisisi Big C Nunggak Pajak Rp2,1 Triliun

HANOI, DDTCNews – Otoritas Pajak Vietnam menuntut pembayaran pajak sebesar VND3,6 triliun atau setara dengan Rp2,1 triliun atas transaksi penjualan Big C Supermarket milik Casino Group (Perancis) yang Central Group (Thailand).

Kedua perusahaan tersebut dinilai mangkir dari kewajiban pajak atas akuisisi Big C. Padahal, pihak yang terlibat dalam transaksi itu harus membayar pajak dalam waktu 10 hari atas penjualan saham mereka sejak diselesaikannya negosiasi.

Nyatanya, hingga kini belum ada uang pajak yang mengalir dari transaksi tersebut. “Sampai sekarang, baik Casino Group maupun Central Group belum melunasi pajaknya,” ungkap General Department of Taxation Vietnam dalam surat yang ditujukan kepada kedua perusahaan tersebut.

Baca Juga: Genjot Investasi, Pemerintah Buka Zona Ekonomi Bebas Baru

Casino Group setuju menjual Supermarket Big C yang berlokasi di Vietnam kepada Central Group senilai Euro1 miliar atau setara dengan Baht40 miliar. Central juga mengumumkan telah mengakuisisi operasional Big C di Vietnam, termasuk 33 gerainya yang tersebar di Vietnam.

Big C merupakan hypermarket atau Supercenters yang dikelola Casino Group. Big C adalah salah satu raksasa ritel global dengan lebih dari 200.00 karyawan di lebih dari 11.000 toko yang tersebar di Vietnam, Thailand, Argentina, Uruguay, Brazil, Kolombia, Prancis, Madagaskar, dan Mauritius.

Dalam surat tersebut, General Department of Taxation Vietnam juga mengancam akan menghentikan transaksi itu dengan membekukan rekening dan transfer dana antara Central Group dan Casino Group apabila keduanya masih menolak membayar pajak.

Baca Juga: Hadapi Musim Badai, Masyarakat Bebas Pungutan Pajak

Seorang pejabat General Department of Taxation mengatakan di Vietnam, pajak atas pengasilan penjualan tersebut adalah objek pajak. Karena itu, kedua belah pihak diminta berkolaborasi dalam kliring kewajiban pajak mereka, sebelum petugas pajak terpaksa melakukan tindakan paksa.

Casino Group sendiri mengklaim mereka tidak memiliki kewajiban untuk membayar pajak atas penjualan tersebut. Sementara itu, seperti dilansir thanhniennews.com, Central Group belum memberikan komentar apapun mengenai pembayaran pajaknya. (Bsi)

Baca Juga: Pemerintah Bakal Perkenalkan Beberapa Pajak Baru Tahun Depan
Topik : pajak internasional, vietnam, big c
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 08 April 2020 | 12:16 WIB
PAJAK INTERNASIONAL
berita pilihan
Rabu, 27 Mei 2020 | 18:00 WIB
AZERBAIJAN
Rabu, 27 Mei 2020 | 17:09 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:51 WIB
JAWA BARAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:48 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:43 WIB
BANTUAN SOSIAL
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:37 WIB
TIPS E-BILLING
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:19 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 27 Mei 2020 | 16:06 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:20 WIB
PROVINSI KEPULAUAN RIAU