Review
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 17:06 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 12:00 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Kamis, 16 September 2021 | 17:10 WIB
SUPERTAX DEDUCTION (3)
Kamis, 16 September 2021 | 16:49 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 15 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 15 September 2021 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK DAERAH
Data & Alat
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Rabu, 01 September 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Ada Insentif Pajak Mobil Listrik, Tesla Langsung Ekspansi

A+
A-
0
A+
A-
0
Ada Insentif Pajak Mobil Listrik, Tesla Langsung Ekspansi

Sebuah kendaraan perbaikan mobil Tesla berangkat dari pusat layanan Tesla di San Diego, California, Amerika Serikat, Selasa (21/7/2020). ANTARA FOTO/REUTERS / Mike Blake/pras/djo

ATHENA, DDTCNews—Seiring dengan adanya berbagai insentif bagi industri kendaraan listrik di Yunani, Tesla, Inc.—pabrikan mobil listrik asal AS—bersiap memperluas jangkauan pemasaran ke negara tersebut.

"Kami mempersiapkan entri baru yang menarik di Yunani dan akan memimpin tim baru kami di Athena untuk bertemu langsung dengan pelanggan," tulis keterangan resmi Tesla dikutip Selasa (28/7/2020).

Saat ini, Tesla membuka lowongan pekerjaan untuk posisi manager distribusi dan pemasaran di Yunani. Mereka berharap bisa mendukung kebijakan ambisius Yunani yang menginginkan populasi mobil listrik meningkat dalam satu dekade ke depan.

Baca Juga: India Berharap Konsensus Hadirkan Solusi Pemajakan Ekonomi Digital

Ekspansi Tesla di Yunani sudah mulai dijajaki sejak Februari 2020 dengan bertemu langsung dengan pemerintah. Tesla juga sempat mengenalkan kendaraan listrik yang tidak memerlukan waktu lama untuk mengisi daya secara penuh atau teknologi supercharger.

Pemerintah Yunani sebelumnya mengeluarkan serangkaian rencana paket kebijakan untuk meningkatkan populasi mobil listrik di jalan raya. Pada fase pertama, insentif ditawarkan kepada individu dan perusahaan yang akan membeli mobil listrik.

Alokasi dana tersebut akan digelontorkan dalam bentuk subsidi bagi calon pembeli mobil listrik. Dalam subsidi tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sampai dengan €100 juta atau Rp1,7 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Jamin UMKM Bisa Akses Insentif Pajak dan Retribusi

Pemerintah berharap pemberian subsidi sebesar 25% dari harga jual mobil listrik tersebut dapat mendorong 14.000 mobil listrik baru mengaspal di jalan raya. Tak ketinggalan, insentif pajak juga disiapkan pemerintah.

Dilansir dari Tornos News, bagi pembeli individu dan perusahaan akan dibebaskan dari pajak jalan selama dua tahun dan mendapatkan diskon beban pajak tahunan untuk kendaraan bermotor.

Dengan insentif pajak tersebut, setiap pembeli mobil listrik individu akan menghemat pajak senilai €1.200 atau Rp20,4 juta. Sementara itu, untuk perusahaan akan menghemat pajak sebesar €2.480 atau setara Rp42,2 juta. (rig)

Baca Juga: Sebagian Usulan Kenaikan Pajak Joe Biden Didukung Parlemen

Topik : yunani, mobil listrik, insentif pajak, tesla, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Henry Dharmawan

Rabu, 29 Juli 2020 | 14:39 WIB
Menurut saya insentif perpajakan kepada mobil listrik sangat perlu dilakukan di Indonesia. Hal ini mengingat banyaknya isu-isu emisi global dan kendaraan bermotor adalah salah satu penyebabnya. Di sini pajak memiliki peranan penting untuk meningkatkan jumlah mobil listrik sebagai pengganti kendaraan ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 15 September 2021 | 11:35 WIB
KEMUDAHAN BERUSAHA

Pabrik Baterai Mobil Listrik Mulai Dibangun, Jokowi Tebar Insentif

Rabu, 15 September 2021 | 09:30 WIB
PRESIDENSI G20 INDONESIA

Presidensi G20, Indonesia Berpeluang Tentukan Kebijakan Ekonomi Global

Rabu, 15 September 2021 | 09:00 WIB
KONSESUS PAJAK GLOBAL

ADB: Sistem Pajak yang Adil Jadi Modal Pembangunan Berkelanjutan

Rabu, 15 September 2021 | 07:30 WIB
PRESIDENSI G20 INDONESIA

Ada 7 Agenda Sektor Keuangan di Presidensi G20 2020, Apa Saja?

berita pilihan

Kamis, 16 September 2021 | 18:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH DAERAH

Dana Pemda Mengendap di Bank Tembus Rp140 Triliun, Ini Kata Kemendagri

Kamis, 16 September 2021 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Jamin UMKM Bisa Akses Insentif Pajak dan Retribusi

Kamis, 16 September 2021 | 17:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Sebagian Usulan Kenaikan Pajak Joe Biden Didukung Parlemen

Kamis, 16 September 2021 | 17:10 WIB
SUPERTAX DEDUCTION (3)

Ini 5 Kelompok Biaya yang Dapat Insentif Supertax Deduction Vokasi

Kamis, 16 September 2021 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Lacak Penghasilan Wajib Pajak Kaya, Menkeu Minta Dukungan Kongres

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB
INGGRIS

Berantas Penghindaran Pajak, Otoritas Tak Cuma Buru Pelaku

Kamis, 16 September 2021 | 16:49 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Penentuan Subjek PBB atas Wilayah Kerja Tambang Migas

Kamis, 16 September 2021 | 16:30 WIB
THAILAND

Pikat Ekspatriat Kaya Raya, Berbagai Insentif Pajak Disiapkan

Kamis, 16 September 2021 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Ekonomi Mulai Pulih, DJP Yakin Pertumbuhan Penerimaan Capai Target