Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

World Bank Puji Reformasi Pajak Duterte

0
0

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Foto: Manila Bulletin)

MANILA, DDTCNews— Lalita Moorty, Direktur Bank Dunia untuk Ekonomi Makro Ekonomi, Perdagangan, dan Investasi Asia Timur dan Pasifik World Bank, memuji reformasi pajak Filipina dengan mengatakan program tersebut sangat proaktif dan berwawasan ke depan.

Moorty mengatakan capaian pemerintah Presiden Rodrigo Duterte di bidang ekonomi, terutama dalam mengimplementasikan reformasi pajak, telah memungkinkan pemerintah meningkatkan investasi secara agresif pada infrastruktur dan layanan sosial.

“Cukup untuk melihat suatu negara menerapkan reformasi pajak secara proaktif, tidak seperti beberapa negara yang hanya mendorong reformasi ini ketika mereka berada di tengah krisis fiskal,” ujarnya seperti dilansir situs Departemen Keuangan Filipina,Senin (24/6/2019)

Baca Juga: Lacak Kewajiban Pajak Pekerja Asing, Pemerintah Pakai Ini

Moorty menambahkan sebenarnya ini adalah perubahan untuk melihat negara yang mengambil pendekatan reformasi yang sangat maju. Filipina mencatat tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, sekitar tiga kali lipat dari yang terlihat di Eropa dan Asia Tengah.

Kementerian Keuangan Filipina mencatat Moorty juga memuji kebijakan fiskal pemerintah Filipina yang baik seperti yang ditunjukkan oleh rasio produk domestik bruto (PDB) yang menurun di tengah pertumbuhan yang berkelanjutan dan peningkatan pengeluaran publik.

“Ketika saya membandingkan Filipina dengan negara lain, negara ini telah tumbuh begitu cepat sambil menurunkan rasio utang terhadap PDB-nya. Ini cukup mengesankan, berbeda dengan negara lain di mana kita melihat peningkatan,” katanya seperti dilansir www.philstar.com.

Baca Juga: Perdana Menteri Kini Boleh Hapus Utang Pajak

Sekretaris Departemen Keuangan Carlos Dominguez mengatakan pencairan aktual untuk infrastruktur dan pengeluaran modal mencapai P1,64 triliun dalam 10 kuartal pertama Pemerintahan Duterte, melampaui investasi P1,57 triliun yang dibuat pemerintahan sebelumnya dalam 6 tahun.

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi melaju rata-rata 6,5%  dalam 10 kuartal pertama yang sama, dengan rasio utang-PDB yang turun dari 68,5% pada 2005 menjadi 41,9% pada 2018. dan diperkirakan akan semakin menurun menjadi 38,6% pada 2022.

Dominguez menambahkan pendapatan pemerintah pusat naik 15% menjadi P2,85 triliun pada 2018, sementara pendapatan pajak tumbuh 14% menjadi P2,57 triliun, sekaligus mencatat rekor tertinggi dalam 20 tahun terakhir. (Bsi)

Baca Juga: DPR Pertanyakan Soal Relaksasi Kebijakan Pajak

“Cukup untuk melihat suatu negara menerapkan reformasi pajak secara proaktif, tidak seperti beberapa negara yang hanya mendorong reformasi ini ketika mereka berada di tengah krisis fiskal,” ujarnya seperti dilansir situs Departemen Keuangan Filipina,Senin (24/6/2019)

Baca Juga: Lacak Kewajiban Pajak Pekerja Asing, Pemerintah Pakai Ini

Moorty menambahkan sebenarnya ini adalah perubahan untuk melihat negara yang mengambil pendekatan reformasi yang sangat maju. Filipina mencatat tingkat pertumbuhan yang sangat cepat, sekitar tiga kali lipat dari yang terlihat di Eropa dan Asia Tengah.

Kementerian Keuangan Filipina mencatat Moorty juga memuji kebijakan fiskal pemerintah Filipina yang baik seperti yang ditunjukkan oleh rasio produk domestik bruto (PDB) yang menurun di tengah pertumbuhan yang berkelanjutan dan peningkatan pengeluaran publik.

“Ketika saya membandingkan Filipina dengan negara lain, negara ini telah tumbuh begitu cepat sambil menurunkan rasio utang terhadap PDB-nya. Ini cukup mengesankan, berbeda dengan negara lain di mana kita melihat peningkatan,” katanya seperti dilansir www.philstar.com.

Baca Juga: Perdana Menteri Kini Boleh Hapus Utang Pajak

Sekretaris Departemen Keuangan Carlos Dominguez mengatakan pencairan aktual untuk infrastruktur dan pengeluaran modal mencapai P1,64 triliun dalam 10 kuartal pertama Pemerintahan Duterte, melampaui investasi P1,57 triliun yang dibuat pemerintahan sebelumnya dalam 6 tahun.

Dia mengatakan pertumbuhan ekonomi melaju rata-rata 6,5%  dalam 10 kuartal pertama yang sama, dengan rasio utang-PDB yang turun dari 68,5% pada 2005 menjadi 41,9% pada 2018. dan diperkirakan akan semakin menurun menjadi 38,6% pada 2022.

Dominguez menambahkan pendapatan pemerintah pusat naik 15% menjadi P2,85 triliun pada 2018, sementara pendapatan pajak tumbuh 14% menjadi P2,57 triliun, sekaligus mencatat rekor tertinggi dalam 20 tahun terakhir. (Bsi)

Baca Juga: DPR Pertanyakan Soal Relaksasi Kebijakan Pajak
Topik : filipina, reformasi pajak, duterte, pajak internasional
artikel terkait
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA
Rabu, 28 September 2016 | 17:07 WIB
PAKISTAN
Rabu, 24 Agustus 2016 | 14:11 WIB
FILIPINA