Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

Wah, Setoran Cukai Kuartal I/2019 Naik 165%, Kok Bisa?

1
1

Realisasi penerimaan bea dan cukai hingga akhir Maret 2019. (foto: APBN Kita)

JAKARTA, DDTCNews – Kinerja penerimaan cukai moncer pada tiga bulan pertama 2019. Tidak adanya kenaikan tarif cukai hasil tembakau pada tahun lalu justru menjadi utama lonjakan setoran cukai di kuartal pertama tahun ini. 

Dirjen Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan setoran cukai hingga Maret 2019 tercatat senilai Rp21,35 triliun. Realisasi tersebut sekaligus mencatatkan pertumbuhan mencapai 165,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Cukai capaian mencapai Rp20,31 triliun, sebenarnya terdapat Rp8,8 triliun yang berasal dari pergeseran pelunasan cukai selama 2 minggu terakhir bulan Desember tahun lalu menjadi awal tahun 2019,” katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (22/4/2019).

Baca Juga: Tarif Cukai Tinggi, Peredaran Rokok Ilegal Tembus 435 Juta Batang

Heru menyebutkan perubahan aturan main tersebut membuat lonjakan signifikan dalam penerimaan cukai. Tanpa memperhitungkan pergeseran waktu pelunasan, penerimaan cukai hasil tembakau mencapai Rp11,51 triliun. Capaian tersebut naik dari tahun lalu yang mencapai Rp6,96 triliun.

Bila cerita positif berlaku untuk cukai, lain halnya dengan realisasi penerimaan kepabeanan. Bea masuk mencatat kenaikan tipis. Sementara itu, penerimaan dari pos bea keluar mencatat penurunan setoran dari tahun sebelumnya.

Kinerja bea masuk hingga Maret 2018 sebesar Rp8,56 triliun disebabkan turunnya kegiatan impor pada kuartal I/2019. Capaian ini hanya tumbuh 1,56% dari tahun sebelumnya yang mengumpulkan penerimaan sejumlah Rp8,41 triliun.

Baca Juga: Bea Cukai Jerat Penyelundup Barang Impor dengan UU TPPU, Kok Bisa?

Sementara itu, bea keluar mencatat penurunan kinerja dengan setoran sebesar Rp1,08 triliun. Setoran bea keluar ini tumbuh negatif sebesar 24,76% dari periode yang sama tahun lalu dengan setoran sejumlah Rp1,43 trilun.

“Bea masuk terpengaruh turunnya devisa impor, sedangkan bea keluar menurun drastis karena menurunnya ekspor tembaga khususnya karena Freeport alihkan usaha pertambangan yang tadinya di permukaan sekarang di bawah permukaan,” paparnya.

Secara total pada kuartal I/2019 DItjen Bea dan Cukai mengumpulkan penerimaan sebesar Rp30,97 triliun. Angka tersebut memenuhi 14,83% dari target yang menjadi tanggung jawab Ditjen Bea dan Cukai senilai Rp208, 8 triliun. (kaw)

Baca Juga: Jelaskan Beban Perpajakan Jastip, Ini Imbauan Dirjen Bea Cukai

“Cukai capaian mencapai Rp20,31 triliun, sebenarnya terdapat Rp8,8 triliun yang berasal dari pergeseran pelunasan cukai selama 2 minggu terakhir bulan Desember tahun lalu menjadi awal tahun 2019,” katanya dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (22/4/2019).

Baca Juga: Tarif Cukai Tinggi, Peredaran Rokok Ilegal Tembus 435 Juta Batang

Heru menyebutkan perubahan aturan main tersebut membuat lonjakan signifikan dalam penerimaan cukai. Tanpa memperhitungkan pergeseran waktu pelunasan, penerimaan cukai hasil tembakau mencapai Rp11,51 triliun. Capaian tersebut naik dari tahun lalu yang mencapai Rp6,96 triliun.

Bila cerita positif berlaku untuk cukai, lain halnya dengan realisasi penerimaan kepabeanan. Bea masuk mencatat kenaikan tipis. Sementara itu, penerimaan dari pos bea keluar mencatat penurunan setoran dari tahun sebelumnya.

Kinerja bea masuk hingga Maret 2018 sebesar Rp8,56 triliun disebabkan turunnya kegiatan impor pada kuartal I/2019. Capaian ini hanya tumbuh 1,56% dari tahun sebelumnya yang mengumpulkan penerimaan sejumlah Rp8,41 triliun.

Baca Juga: Bea Cukai Jerat Penyelundup Barang Impor dengan UU TPPU, Kok Bisa?

Sementara itu, bea keluar mencatat penurunan kinerja dengan setoran sebesar Rp1,08 triliun. Setoran bea keluar ini tumbuh negatif sebesar 24,76% dari periode yang sama tahun lalu dengan setoran sejumlah Rp1,43 trilun.

“Bea masuk terpengaruh turunnya devisa impor, sedangkan bea keluar menurun drastis karena menurunnya ekspor tembaga khususnya karena Freeport alihkan usaha pertambangan yang tadinya di permukaan sekarang di bawah permukaan,” paparnya.

Secara total pada kuartal I/2019 DItjen Bea dan Cukai mengumpulkan penerimaan sebesar Rp30,97 triliun. Angka tersebut memenuhi 14,83% dari target yang menjadi tanggung jawab Ditjen Bea dan Cukai senilai Rp208, 8 triliun. (kaw)

Baca Juga: Jelaskan Beban Perpajakan Jastip, Ini Imbauan Dirjen Bea Cukai
Topik : cukai hasil tembakau, DJBC, rokok, bea cukai
artikel terkait
Selasa, 19 Februari 2019 | 15:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 24 Juni 2017 | 10:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK 2017
Senin, 06 Mei 2019 | 14:30 WIB
PMK 49/2019
Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:43 WIB
PEKAN INKLUSI 2018
berita pilihan
Senin, 03 Oktober 2016 | 20:23 WIB
PENGAMPUNAN PAJAK
Selasa, 04 Oktober 2016 | 17:55 WIB
INSENTIF PENDIDIKAN
Selasa, 13 September 2016 | 14:15 WIB
KINERJA BUMN
Senin, 03 Juli 2017 | 10:30 WIB
STRATEGI MAKRO
Minggu, 31 Juli 2016 | 12:19 WIB
FASILITAS IMPOR
Selasa, 18 April 2017 | 17:49 WIB
KETENTUAN PP 18 TAHUN 2015
Senin, 08 Mei 2017 | 16:57 WIB
KEUANGAN PUBLIK
Selasa, 11 April 2017 | 14:01 WIB
WAMENKEU:
Rabu, 18 Oktober 2017 | 17:29 WIB
DESENTRALISASI FISKAL
Selasa, 13 September 2016 | 13:01 WIB
SHORTFALL PAJAK