Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Waduh! Diduga Lakukan Pengelakan Pajak, Rekening Xiaomi Dibekukan

A+
A-
0
A+
A-
0
Waduh! Diduga Lakukan Pengelakan Pajak, Rekening Xiaomi Dibekukan

Xiaomi India. (foto: Begawei)

NEW DELHI, DDTCNews - Pemerintah India membekukan rekening milik pabrikan elektronik asal China, Xiaomi, seiring dengan dilakukannya investigasi atas dugaan pengelakan pajak yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

Nilai dana yang tersimpan di rekening-rekening tersebut mencapai US$478 juta atau kurang lebih senilai Rp6,99 triliun.

"Otoritas membekukan dana senilai US$478 juta pada Februari 2022 berdasarkan pada ketentuan yang memungkinkan pejabat mengambil tindakan guna melindungi penerimaan pajak," bunyi dokumen pengadilan seperti dilansir thedailystar.net, dikutip Jumat (13/5/2022).

Baca Juga: Impor Barang Bantuan untuk Ukraina Dibebaskan dari Bea Masuk dan PPN

Baik juru bicara Xiaomi maupun juru bicara otoritas pajak India sama-sama tidak memberikan komentar atas informasi ini.

Perlu diketahui, India pertama kali melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap kantor Xiaomi di India pada Desember 2021.

Xiaomi dituding melakukan pembayaran secara ilegal ke luar negeri. Menurut otoritas pajak, pembayaran tersebut disamarkan sebagai royalti oleh Xiaomi. Tudingan ini dibantah oleh Xiaomi.

Baca Juga: Tambal Defisit APBN, India Pungut Windfall Tax dari Perusahaan Migas

Untuk diketahui, otoritas pajak India tercatat agresif melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan China seiring dengan memburuknya hubungan bilateral kedua negara tersebut pada tahun lalu.

Dua asosiasi usaha China di India, Chinese Chamber of Commerce in India dan India China Mobile Phone Enterprise Association, pun meminta otoritas pajak agar tidak diskriminatif terhadap perusahaan asal China.

Kedua asosiasi tersebut menuding pola pemeriksaan pajak yang dilakukan oleh otoritas pajak bersifat diskriminatif dan berpotensi mengganggu iklim usaha di India.

Baca Juga: Tarif PPN Urgen Dinaikkan, Pemerintah Singapura Temui DPR

Selain Xiaomi, perusahaan asal China yang mendapatkan pemeriksaan dari otoritas pajak India adalah Oppo dan OnePlus. (sap)

Topik : pajak internasional, penggelapan pajak, penghindaran pajak, tax evasion, tax avoidance, India, Xiaomi, China

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 28 Juni 2022 | 11:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

AS Naikkan Tarif Bea Masuk Ratusan Barang Impor Asal Rusia

Senin, 27 Juni 2022 | 18:00 WIB
PRANCIS

Catatan OECD: Pandemi Genjot Digitalisasi Layanan Perpajakan

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

berita pilihan

Selasa, 05 Juli 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Jelang Iduladha, DJBC Perketat Pengawasan Impor Binatang Hidup

Selasa, 05 Juli 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! PPh Final yang Dibayar dalam PPS Bukan Biaya Pengurang Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:45 WIB
KABUPATEN SUKOHARJO

Waduh! Ribuan Kendaraan Tunggak Pajak Kendaraan Sampai Rp50 Miliar

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA SERANG BARAT

Cocokkan Data, Petugas Pajak Sambangi Lokasi Usaha Pengusaha Komputer

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:45 WIB
KINERJA FISKAL

Tahun Ini, Pemerintah Bayar Bunga Utang Rp403 Triliun

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Simak Lagi Cara Gabung NPWP Suami-Istri, Siapkan Dokumen Pendukungnya

Selasa, 05 Juli 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA DENPASAR TIMUR

Minta Konfirmasi Data, Pegawai Pajak Datangi Lokasi Agen Perjalanan

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Basisnya Tinggi, Penerimaan Pajak Semester II/2022 Diprediksi Rp889 T

Selasa, 05 Juli 2022 | 15:00 WIB
KP2KP NUNUKAN

Petugas Pajak Sisir Usaha di Sekitar Bandara, Gali Info Soal Omzet