Trusted Indonesian Tax News Portal
|
DDTC Indonesia
GET
x

UMP Provinsi Ini Terendah Se-Indonesia, Cuma Rp1,5 Juta

1
1

Aktivitas pekerja konveksi di DI Yogyakarta (Ilustrasi)

YOGYAKARTA, DDTCNews—Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya menetapkan upah minimum provinsi (UMP) DIY tahun 2019, berlaku untuk 5 daerah di DIY. Keputusan ini dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 319/KEP/2019.

UMP DIY ditetapkan Rp1.570.922.73 sekaligus mencatat rekor sebagai UMP terendah se-Indonesia. Adapun Upah Minimum Kabupaten/ Kota (UMK) tertinggi adalah Kota Yogyakarta Rp1,85 juta, dan yang terendah Kabupaten Gunungkidul Rp1,57 juta, juga terendah di Indonesia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Andung Prihadi mengatakan penentuan besaran UMP tersebut mengikuti regulasi yang ada yakni, Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tahun 2018 tentangPengupahan.

Baca Juga: Kerek Upah Minimum Pekerja, Tarif PPN Bakal Dinaikkan

Dalam PP tersebut sudah ditetapkan kenaikan upah dari 2018 ke 2019 sebesar 8,03%. “Sehingga aturan itulahyang dipakai untuk menetapkan besaran UMP dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/ Kota) di DIY,” ujarnya di Yogyakarta, baru-baru ini.  

Sesuai dengan kesepakatan antara unsur pengusaha, unsur serikat pekerja, dan pemerintah, UMK Kota Yogyakarta Rp1,85 juta, Kabupaten Sleman Rp1,70 juta, Kabupaten Bantul Rp1,65 juta, Kabupaten Kulonprogo Rp1,61 juta dan Kabupaten Gunungkidul Rp1,57 juta.

Dia mengatakan keputusan menetapkan UMP ini memang diwarnai pro dan kontra, terutama dari para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Namun, pemerintah tidak bisa berbuat banyak, karena regulasi peningkatan upah sudah ada aturannya.

Baca Juga: UMP DKI Jakarta Rp3,94 Juta, Lebih Rendah dari Bekasi

Untuk penentuan UMP 2020 mendatang akan dilakukan survei yang lebih mendetail. Selama ini Yogyakarta masih menjadi provinsi yang UMP-nya paling rendah. Kondisi ini tidak lepas dari harga makanan yang cenderung lebih murah dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Dengan demikian, nantinya yang sangat mungkin disesuaikan adalah pada survey non-pangan. “Sebenarnya untuk UMK, kita lebih tinggi dari Purworejo atau Wonogiri, meski kita masih rendah,” jelasnya seperti dilansirokezone.com.

Mengenai rendahnya UMP DIY ini, Gubernur DIY Sultan HB X mengatakan penentuan UMP ini sudah ditentukan ruangnya oleh pemerintah. Karena itu, sulit bagi pemda untuk melakukan perhitungan di luar aturan.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap UMP Jawa Timur, 9 Kabupaten Hanya Rp1,76 Juta

Berikut besaran UMP dan UMK 2019 di DIY yang berlaku mulai 1 Januari 2019:

  1. DI Yogyakarta Rp1.570.922,73
  2. Kota Yogyakarta Rp1.846.400
  3. Kabupaten Sleman Rp1.701.000
  4. Kabupaten Bantul Rp1.649.800
  5. Kabupaten Kulonprogo Rp1.613.200
  6. Kabupaten Gunungkidul Rp1.571.000. (Bsi)

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Andung Prihadi mengatakan penentuan besaran UMP tersebut mengikuti regulasi yang ada yakni, Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tahun 2018 tentangPengupahan.

Baca Juga: Kerek Upah Minimum Pekerja, Tarif PPN Bakal Dinaikkan

Dalam PP tersebut sudah ditetapkan kenaikan upah dari 2018 ke 2019 sebesar 8,03%. “Sehingga aturan itulahyang dipakai untuk menetapkan besaran UMP dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/ Kota) di DIY,” ujarnya di Yogyakarta, baru-baru ini.  

Sesuai dengan kesepakatan antara unsur pengusaha, unsur serikat pekerja, dan pemerintah, UMK Kota Yogyakarta Rp1,85 juta, Kabupaten Sleman Rp1,70 juta, Kabupaten Bantul Rp1,65 juta, Kabupaten Kulonprogo Rp1,61 juta dan Kabupaten Gunungkidul Rp1,57 juta.

Dia mengatakan keputusan menetapkan UMP ini memang diwarnai pro dan kontra, terutama dari para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI). Namun, pemerintah tidak bisa berbuat banyak, karena regulasi peningkatan upah sudah ada aturannya.

Baca Juga: UMP DKI Jakarta Rp3,94 Juta, Lebih Rendah dari Bekasi

Untuk penentuan UMP 2020 mendatang akan dilakukan survei yang lebih mendetail. Selama ini Yogyakarta masih menjadi provinsi yang UMP-nya paling rendah. Kondisi ini tidak lepas dari harga makanan yang cenderung lebih murah dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Dengan demikian, nantinya yang sangat mungkin disesuaikan adalah pada survey non-pangan. “Sebenarnya untuk UMK, kita lebih tinggi dari Purworejo atau Wonogiri, meski kita masih rendah,” jelasnya seperti dilansirokezone.com.

Mengenai rendahnya UMP DIY ini, Gubernur DIY Sultan HB X mengatakan penentuan UMP ini sudah ditentukan ruangnya oleh pemerintah. Karena itu, sulit bagi pemda untuk melakukan perhitungan di luar aturan.

Baca Juga: Ini Daftar Lengkap UMP Jawa Timur, 9 Kabupaten Hanya Rp1,76 Juta

Berikut besaran UMP dan UMK 2019 di DIY yang berlaku mulai 1 Januari 2019:

  1. DI Yogyakarta Rp1.570.922,73
  2. Kota Yogyakarta Rp1.846.400
  3. Kabupaten Sleman Rp1.701.000
  4. Kabupaten Bantul Rp1.649.800
  5. Kabupaten Kulonprogo Rp1.613.200
  6. Kabupaten Gunungkidul Rp1.571.000. (Bsi)
Topik : upah minimum, UMP Yogyakarta, ekonomi Yogyakarta
artikel terkait
Rabu, 27 Juli 2016 | 13:25 WIB
KOTA PEKANBARU
Rabu, 10 Agustus 2016 | 17:26 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Selasa, 28 November 2017 | 16:01 WIB
KOTA TANGERANG SELATAN
Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:30 WIB
BALIKPAPAN
berita pilihan
Selasa, 28 November 2017 | 16:01 WIB
KOTA TANGERANG SELATAN
Rabu, 23 Agustus 2017 | 17:30 WIB
BALIKPAPAN
Jum'at, 16 September 2016 | 08:02 WIB
KOTA CIMAHI
Jum'at, 30 September 2016 | 10:01 WIB
KOTA BANDUNG
Rabu, 14 Desember 2016 | 17:18 WIB
KOTA BANDUNG
Kamis, 30 Maret 2017 | 12:01 WIB
KOTA BANDUNG
Jum'at, 23 September 2016 | 13:31 WIB
PROVINSI JAWA TENGAH
Selasa, 17 Oktober 2017 | 11:01 WIB
PROVINSI LAMPUNG
Minggu, 09 Oktober 2016 | 15:38 WIB
KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Kamis, 08 Desember 2016 | 11:23 WIB
KOTA MALANG