Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:02 WIB
PROFIL PERPAJAKAN VENEZUELA
Jum'at, 24 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO
Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Jum'at, 24 September 2021 | 15:47 WIB
PAJAK SELEBRITAS
Jum'at, 24 September 2021 | 12:40 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

Tax Center Perlu Aktif Beri Pendampingan Wajib Pajak

A+
A-
2
A+
A-
2
Tax Center Perlu Aktif Beri Pendampingan Wajib Pajak

Ketua Forum Tax Center Surabaya N. Purnomo memaparkan materi dalam talk show bertajuk Peran Strategis Tax Center Dalam Mewujudkan Masyarakat Sadar Pajak, Sabtu (31/7/2021).

SURABAYA, DDTCNews - Tax center perlu aktif meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pendampingan wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan.

Ketua Forum Tax Center Surabaya N. Purnomo mengatakan tugas tax center tidak hanya melaksanakan sosialisasi secara masif untuk meningkatkan kesadaran, tetapi juga memberikan kemudahan kepada wajib pajak melalui pendampingan.

“Mengubah kebiasaan itu tidak gampang. Hal yang paling penting adalah pendampingan karena sosialisasi itu sekali selesai tapi setelah itu lupa," ujar Purnomo dalam talk show bertajuk Peran Strategis Tax Center Dalam Mewujudkan Masyarakat Sadar Pajak, Sabtu (31/7/2021).

Baca Juga: Penerbit Faktur Pajak Fiktif Divonis Denda Rp41,1 Miliar

Menurut Purnomo, setidaknya terdapat 5 faktor yang menyebabkan kepatuhan wajib pajak di Indonesia masih cenderung rendah. Pertama, masih terdapat wajib pajak yang mencoba-coba untuk tidak patuh terhadap ketentuan pajak.

Kedua, wajib pajak tidak merasakan manfaat langsung dari membayar pajak. Ketiga, wajib pajak masih menghadapi kerumitan dalam menghitung pajak terutang. Keempat, Indonesia masih belum memiliki budaya membayar pajak.

Kelima, aturan pajak cenderung sering berubah sehingga banyak wajib pajak yang tidak mengetahui perkembangan ketentuan perpajakan terakhir.

Menurut Purnomo, tax center tidak bisa hanya menunggu wajib pajak untuk meminta pendampingan.Tax center perlu aktif turun langsung ke lapangan untuk mendampingi wajib pajak, terutama atas wajib pajak UMKM yang selama ini masih belum banyak tersentuh.

Baca Juga: Belum Terima Email Survei dari Kantor Pajak? Ini Kata DJP

Purnomo mengatakan pada saat ini, sudah banyak tax center yang sudah aktif melakukan sosialisasi secara masif melalui berbagai saluran komunikasi. Namun, peran tax center dalam membina wajib pajak masih perlu dipertajam.

Dalam acara yang digelar bersamaan dengan peluncuran Asosiasi Tax Center Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Atpetsi) Jawa Timur tersebut, Purnomo juga meminta DJP untuk terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pajak. (kaw)

Baca Juga: Isu Terpopuler: PPh Final CV UMKM Berakhir dan DJP Terjunkan Pegawai
Topik : tax center, edukasi pajak, Atpetsi, Atpetsi Jawa Timur, tax center, Ditjen Pajak, DJP

KOMENTAR

Di mana posisi Anda terhadap suatu wacana kebijakan perpajakan? Apa yang melatarbelakangi posisi Anda? Yuk, ikut berpartisipasi dalam Debat DDTCNews! Tulis komentar, isi survei, dan rebut hadiah berupa uang tunai! Kunjungi Setuju dengan Pajak Karbon? Sampaikan Pendapat Anda, Rebut Hadiahnya!
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Cikal Restu Syiffawidiyana

Sabtu, 31 Juli 2021 | 22:13 WIB
Sangat setuju jika tugas tax center tidak hanya melaksanakan sosialisasi secara masif untuk meningkatkan kesadaran, tetapi juga memberikan kemudahan kepada wajib pajak melalui pendampingan. Dengan dijabarkannya 5 faktor penyebab kepatuhan wajib pajak di Indonesia yang rendah, alangkah lebih baiknya ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 20 September 2021 | 18:30 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Buron Sejak 2019, DJP Akhirnya Tangkap Penerbit Faktur Pajak Fiktif

Senin, 20 September 2021 | 12:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021

Peran Humas Pajak Mewujudkan Kepatuhan Kooperatif

Senin, 20 September 2021 | 10:16 WIB
KP2KP SINJAI

Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Penyisiran Lapangan Pelaku UMKM Dijalankan

Senin, 20 September 2021 | 08:12 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Belum Semua Kantor Pajak Terjunkan Pegawai ke Lapangan, DJP Lihat Ini

berita pilihan

Minggu, 26 September 2021 | 10:00 WIB
IRLANDIA

Hadapi Konsensus Global, Strategi Kebijakan Pajak 2022 Mulai Dikaji

Minggu, 26 September 2021 | 09:30 WIB
KANWIL DJP BANTEN

Penerbit Faktur Pajak Fiktif Divonis Denda Rp41,1 Miliar

Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO

'Insentif PPnBM Mobil Tepat Waktunya'

Minggu, 26 September 2021 | 08:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Implementasi Konsensus Pajak Global Diprediksi 2024, Ini Kata Kemenkeu

Minggu, 26 September 2021 | 08:00 WIB
RUU KUP

Insentif Pasal 31E UU PPh Mau Dihapus, DPR Tak Satu Suara

Minggu, 26 September 2021 | 07:00 WIB
RUU KUP

DPR Usulkan Perubahan Pasal 32A UU Pajak Penghasilan

Minggu, 26 September 2021 | 06:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Belanja Sosial Tembus Rp268 Triliun, Sri Mulyani Singgung Soal Pajak

Sabtu, 25 September 2021 | 17:00 WIB
SEMINAR NASIONAL PERPAJAKAN 2021 - FIA UB

Membedah Tren Kebijakan Pajak di Masa Pandemi, Ini Catatan Akademisi

Sabtu, 25 September 2021 | 16:00 WIB
RUU KUP

Soal Pajak Karbon, DPR Usulkan Tarif yang Berbeda dari Pemerintah

Sabtu, 25 September 2021 | 15:17 WIB
SEMINAR NASIONAL PERPAJAKAN 2021 - FIA UB

Tren Reformasi Pajak Di Tengah Pemulihan Ekonomi, Ini 5 Sasarannya