Berita
Senin, 06 Juli 2020 | 07:58 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 05 Juli 2020 | 15:01 WIB
KINERJA EKONOMI
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:01 WIB
FILIPINA
Minggu, 05 Juli 2020 | 13:01 WIB
PAJAK LAYANAN DIGITAL
Fokus
Literasi
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:00 WIB
PROFIL PAJAK PROVINSI SUMATRA BARAT
Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 Juli 2020 | 11:15 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Rabu, 01 Juli 2020 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 1 JULI-7 JULI 2020
Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase

Tarif PPn Dinaikkan, Subsidi Ditambah

A+
A-
0
A+
A-
0
Tarif PPn Dinaikkan, Subsidi Ditambah

ISLAMABAD, DDTCNews – Pakistan akhirnya menaikkan pajak penjualan sejumlah barang seperti ponsel, minuman dan semen, seiring dengan persetujuan yang diberikan pejabat sementara Presiden Mian Raza Rabbani untuk tahun pajak baru per 1 Juli 2016.

Federal Board of Revenue (FBR) mengatakan kenaikan tarif pajak itu telah disesuaikan dengan UU Keuangan 2016. "Presiden juga telah memberikan persetujuannya atas kenaikan tarif pajak ini," ungkapnya dalam satu keterangan tertulis, belum lama ini.

Pengenaan pajak penjualan itu berlaku antara lain pada gula pasir sebesar 8% serta cukai minuman bersoda yang meningkat dari 10,5% menjadi 11,5%, dan cukai semen dari semula 5% per kantong semen 50 kg menjadi Rs1 per kg.

Baca Juga: Hanya Boleh Ada Satu Perwakilan PMSE Pemungut PPN

Kemudian juga ponsel smartphone high-end dari Rs1.000 menjadi Rs1.500 per set dan ponsel mid-end dari yang semula tidak terkena pajak menjadi terkena Rs1.000 per set.

"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan mendongkrak harga komoditas sekaligus menggerakkan ekonomi. Karena itu, kami juga menurunkan PPn untuk sejumlah produk," ungkap FBR.

Produk yang tarif PPn-nya diturunkan itu antara lain pestisida yang sebelumnya 7% menjadi dihapuskan, traktor pertanian baik produk lokal maupun ekspor yang semula dikenakan 10% menjadi 5%, dan pupuk urea dari 17% menjadi 5%.

Baca Juga: Kemenkominfo Siapkan Aturan Pendukung PPN PMSE

Menurut FBR, penghapusan pajak sejumlah produk itu merupakan tambahan subsidi pajak yang diberikan oleh pemerintah. Dengan subsidi pajak itu pula, Pemerintah Pakistan tidak lagi memberikan subsidi berupa uang tunai.

Selain perubahan tarif PPn itu, pemerintah juga akan membuka data nasabah perbankan sampai 10 tahun ke belakang, dan meningkatkan tarif pajak bisnis asuransi. (Bsi)

Baca Juga: Ini Fungsi Kode Akun Pajak dan Jenis Setoran PPN Impor dalam SSE
Topik : pakistan, pajak internasional, PPn
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Rabu, 01 Juli 2020 | 09:52 WIB
PER-12/PJ/2020
Rabu, 01 Juli 2020 | 07:56 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 01 Juli 2020 | 06:01 WIB
PPN LAYANAN DIGITAL
Selasa, 30 Juni 2020 | 17:32 WIB
PER-12/PJ/2020
berita pilihan
Senin, 06 Juli 2020 | 07:58 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 05 Juli 2020 | 15:01 WIB
KINERJA EKONOMI
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:01 WIB
FILIPINA
Minggu, 05 Juli 2020 | 13:01 WIB
PAJAK LAYANAN DIGITAL
Minggu, 05 Juli 2020 | 12:01 WIB
KABUPATEN MALANG
Minggu, 05 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 05 Juli 2020 | 10:01 WIB
KABUPATEN MIMIKA
Minggu, 05 Juli 2020 | 09:01 WIB
PAJAK LAYANAN DIGITAL
Minggu, 05 Juli 2020 | 08:01 WIB
INSENTIF PAJAK