Review
Jum'at, 05 Maret 2021 | 08:55 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 03 Maret 2021 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 02 Maret 2021 | 09:40 WIB
OPINI PAJAK
Jum'at, 26 Februari 2021 | 10:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 03 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 3 MARET - 9 MARET 2021
Senin, 01 Maret 2021 | 10:15 WIB
KMK 13/2021
Rabu, 24 Februari 2021 | 09:05 WIB
KURS PAJAK 24 FEBRUARI - 2 MARET 2021
Minggu, 21 Februari 2021 | 09:00 WIB
STATISTIK MUTUAL AGREEMENT PROCEDURE
Reportase
Perpajakan.id

Soal Pajak Progresif Tanah, Ini Respons Sri Mulyani

A+
A-
1
A+
A-
1
Soal Pajak Progresif Tanah, Ini Respons Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (foto: Kemenkeu)

TANGERANG SELATAN, DDTCNews – Rencana pengenaan pajak progresif terhadap kepemilikan tanah lebih dari satu bidang dibatalkan. Otoritas fiskal ikut angkat suara terkait langkah tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan wacana pengenaan pajak progresif terhadap kepemilikan tanah lebih dari satu bidang harus dilihat secara utuh. Maksud dan tujuan kebijakan juga harus selaras dengan tujuan utama pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Statement Pak Sofyan [Menteri ATR] dipelajari terlebih dahulu dan bagaimana implikasinya,” katanya usai menghadiri wisuda akbar PKN STAN, Kamis (19/9/2019).

Baca Juga: Berkawan dengan Dirjen WTO, Sri Mulyani Siap Bantu Mendag

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menjelaskan setiap kebijakan fiskal yang digulirkan oleh Kemenkeu saat ini diarahkan untuk dua aspek. Pertama, mendukung kegiatan investasi. Kedua, meningkatkan kinerja ekspor nasional.

Saat ini, sambungnya, prioritas otoritas fiskal tertuju pada RUU Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian. Oleh karena itu, setiap wacana kebijakan baru idealnya sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mendukung investasi dan mendorong ekspor.

“Kalau ada isu yang muncul atau dalam hal ini kebijakan pajak progresif tentu kita akan mempelajarinya sehingga apakah itu sinkron dengan tujuan untuk mendukung investasi dan menggenjot ekspor,” jelasnya.

Baca Juga: Ditanya Pengusaha Soal Aturan NIK di Faktur Pajak, Ini Kata Menkeu

Seperti diketahui, Menteri ATR Sofyan Djalil sempat melontarkan rencana pengenaan pajak progresif lahan untuk membuat penggunaan lahan semakin maksimal dan menutup celah spekulan tanah. Terlebih, pemerintah berencana memindahkan ibu kota. Kebijakan fiskal disebut-sebut menjadi penetral.

Sekarang, setelaj Rakornas Bidang Properti Kadin, Sofyan mengatakan kehadiran pajak berisiko memberatkan pengusaha karena penjualan lahan membutuhkan waktu. Dia akan membawa usulan ke kementerian terkait karena RUU Pertanahan – yang menjadi domain Kementerian ATR – tidak dapat mengurusi perpajakan. (kaw)

Baca Juga: Sri Mulyani: LPI Bisa Bantu Kurangi Utang Pemerintah
Topik : pajak progresif tanah, Sri Mulyani
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 23 Februari 2021 | 17:15 WIB
PENERIMAAN CUKAI
Selasa, 23 Februari 2021 | 16:00 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 23 Februari 2021 | 15:45 WIB
KINERJA FISKAL
Selasa, 23 Februari 2021 | 15:20 WIB
KINERJA FISKAL
berita pilihan
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:08 WIB
INSENTIF PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 16:20 WIB
PER-03/PJ/2021
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:30 WIB
AUSTRALIA
Jum'at, 05 Maret 2021 | 15:15 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 14:00 WIB
KABUPATEN ASAHAN
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 05 Maret 2021 | 13:03 WIB
PER-03/PJ/2021