Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 15:20 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Fokus
Literasi
Senin, 24 Januari 2022 | 19:00 WIB
KAMUS CUKAI
Senin, 24 Januari 2022 | 16:30 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 21 Januari 2022 | 19:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 21 Januari 2022 | 17:20 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 26 Januari 2022 | 08:11 WIB
KURS PAJAK 26 JANUARI - 1 FEBRUARI 2022
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Komunitas
Rabu, 26 Januari 2022 | 11:00 WIB
DDTC TAX WEEKS 2022
Selasa, 25 Januari 2022 | 16:40 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE
Senin, 24 Januari 2022 | 15:31 WIB
HASIL SURVEI PERSIDANGAN ONLINE
Jum'at, 21 Januari 2022 | 16:11 WIB
HASIL DEBAT 30 Desember 2021—19 Januari 2022
Reportase
Perpajakan.id

Soal Negosiasi Perang Dagang AS-Tiongkok, OECD: Tidak Ada Pemenang

A+
A-
0
A+
A-
0
Soal Negosiasi Perang Dagang AS-Tiongkok, OECD: Tidak Ada Pemenang

BEIJING, DDTCNews – Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok akhirnya bernegosiasi di balik layar untuk meredam tegangnya perang dagang global yang terjadi belakangan ini.

Sekretaris Umum Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Angel Gurria menegaskan tidak ada pemenang dalam negosiasi tersebut. Namun, menurutnya sempat ada penolakan resmi dalam negosiasi antarkedua negara besar itu.

“Semua orang sangat khawatir mengenai perang dagang ini. Tapi pada saat bersamaan sepertinya orang-orang berasumsi bahwa ada diskusi lebih lanjut mengenai hal ini. Hingga kini belum ada peningkatan tarif yang diadopsi oleh kedua negara itu,” paparnya di Beijing, Jumat (13/4).

Baca Juga: Sebagian Negara Eropa Minta Pelaksanaan Pajak Minimum Global Diundur

Kabarnya, Tiongkok telah memberi peringatan akan adanya serangan balik terhadap gerakan proteksionis AS setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan pemungutan senilai miliaran dolar AS terhadap barang Tiongkok yang masuk ke AS.

Gurria pun memprediksi munculnya efek spillover berdampak negatif dari perang dagang kedua negara besar itu. Prediksinya pun juga mengenai dampak negatif yang akan terjadi pada negara lain karena perang dagang itu.

Di samping itu, ancaman perang dagang datang saat prekonomian global mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 4%, sebelum krisis utang yang dipicu oleh runtuhnya bank investasi AS Lehman Brothers pada 2008.

Baca Juga: OECD Akan Publikasikan Perlakuan Pajak Khusus Atas Bantuan Luar Negeri

“Butuh 10 tahun untuk kembali ke tingkat pertumbuhan ekonomi dunia seperti sebelum krisis terjadi. Tapi sekarang, kita kembali ke sebelum krisis tahun 2008," tegasnya dilansir South China Morning Post.

Sedikit mengingat sebelumnya, Trump menjadi orang pertama yang berencana untuk meningkatkan tarif pada barang yang dikirim dari Tiongkok. Oleh sebab itu, Presiden RRT Xi Jin Ping bersiap untuk membalas hal itu dan saat ini sementara tertunda namun belum ada keputusan lebih lanjut. (Amu)

Baca Juga: Buntut Konsensus Pajak Global, Swiss Bakal Pangkas Tarif PPh OP
Topik : berita pajak internasional, perang dagang as-tiongkok, oecd

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 04 Desember 2021 | 11:30 WIB
CHINA

China Berencana Pajaki Penggunaan Data Perusahaan Digital

Jum'at, 03 Desember 2021 | 12:00 WIB
KINERJA EKONOMI NASIONAL

Ekonomi Indonesia Tahun 2021 Diperkirakan Hanya Tumbuh 3,3%

Kamis, 02 Desember 2021 | 17:00 WIB
ESTONIA

Menkeu Pastikan Dampak Pajak Minimum Global Bakal Minimal

berita pilihan

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:06 WIB
DDTC TAX WEEKS 2022

Ini 4 Isu Pajak yang Perlu Dicermati dan Diantisipasi pada 2022

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:00 WIB
DDTC TAX WEEKS 2022

Buka Kantor di Surabaya, DDTC Gelar Free Webinar Kepatuhan Pajak 2022

Rabu, 26 Januari 2022 | 10:30 WIB
DDTC TAX WEEKS 2022

Reformasi Pajak Ditopang Teknologi, Anda Sudah Siap?

Rabu, 26 Januari 2022 | 10:00 WIB
Perdirjen Per-20/BC/2021

Simak Cara Pemberitahuan Pabean Impor dengan Voluntary Declaration

Rabu, 26 Januari 2022 | 09:30 WIB
INVESTASI ASING

Bertemu PM Singapura, Jokowi Kantongi Komitmen Investasi Rp132 Triliun

Rabu, 26 Januari 2022 | 09:15 WIB
DATA PPS HARI INI

Data 25 Januari 2022: 7.417 WP Ikut PPS, Nilai Investasi Naik Tajam

Rabu, 26 Januari 2022 | 09:00 WIB
PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Sedang Dipertimbangkan, Program Pemutihan Pajak Bakal Diadakan Lagi

Rabu, 26 Januari 2022 | 08:29 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Pemberian Insentif Pajak Diperpanjang Tahun Ini, Ini Kata Wamenkeu

Rabu, 26 Januari 2022 | 08:11 WIB
KURS PAJAK 26 JANUARI - 1 FEBRUARI 2022

Rupiah Kembali Melemah Terhadap Dolar AS dan Mayoritas Negara Mitra

Selasa, 25 Januari 2022 | 19:24 WIB
PER-24/PJ/2021

Pembetulan Bukti Pot/Put Unifikasi, Wajib Pajak Perlu Syarat Ini