SINGAPURA, DDTCNews – Para profesional DDTC telah tiba di Singapura untuk mengikuti WU-TA Advanced Transfer Pricing Programme 2026 yang berlangsung pada 28 September hingga 1 Oktober 2026.
Sebanyak 2 profesional DDTC yang mengikuti program secara penuh telah tiba di Singapura pada hari ini, Senin (28/9/2026). Keduanya adalah Specialist DDTC Consulting Daffa Ardhi Satryo dan Ngurah Bagus Pembayun Kepakisan.
Pada hari pertama, mereka akan mempelajari Introduction/Recent TP Developments at OECD/UN bersama Raffaele Petruzzi. Selain itu, mereka juga akan mendalami materi mengenai Transfer Pricing and Financing.
Daffa dan Ngurah akan mengikuti program secara penuh selama 4 hari pada 28 September hingga 1 Oktober 2026. Keduanya menjadi bagian dari total 6 profesional DDTC yang dikirim untuk mengikuti program tersebut.
Empat profesional lainnya akan menyusul ke Singapura sesuai dengan jadwal pembelajaran masing-masing. Mereka adalah Assistant Manager DDTC Consulting Novi Hartanti; Specialist DDTC Consulting Reeza Aldila Rajab dan Audreyda Farahbella Anandivi; serta Senior Specialist DDTC Fiscal Research & Advisory Rinaldi Adam Firdaus.
Novi, Reeza, dan Audreyda dijadwalkan mengikuti program selama 2 hari pada 29-30 September 2026. Sementara itu, Rinaldi akan mengikuti program selama 2 hari pada 30 September hingga 1 Oktober 2026.
WU-TA Advanced Transfer Pricing Programme 2026 merupakan program pelatihan intensif yang diselenggarakan oleh WU Transfer Pricing Centre dan Tax Academy of Singapore. Program ini membahas perkembangan dan praktik terkini dalam transfer pricing internasional, termasuk berbagai isu kompleks yang relevan dengan kawasan Asia-Pasifik.
Program tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam sekaligus praktis mengenai isu transfer pricing. Selain pemaparan materi, peserta akan mengikuti workshop dan diskusi interaktif bersama akademisi global, serta praktisi pajak internasional.
Keikutsertaan keenam profesional tersebut merupakan bagian dari Human Resource Development Program (HRDP) yang secara konsisten dijalankan DDTC. Seluruh biaya untuk mengikuti program ditanggung DDTC tanpa ikatan dinas.
HRDP merupakan wujud konkret salah satu misi DDTC, yakni berinvestasi pada SDM. Misi tersebut juga sejalan dengan visi DDTC untuk menjadi institusi pajak berbasis riset, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang menetapkan standar tinggi dan berkelanjutan.
Setiap tahun, DDTC memberikan kesempatan kepada para profesionalnya untuk mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi, baik di dalam maupun luar negeri. Dukungan tersebut antara lain diberikan melalui pelatihan profesional hingga beasiswa penuh untuk menempuh pendidikan pada jenjang master di universitas terkemuka dunia.
Founder DDTC Darussalam yang juga merupakan salah satu pakar pajak di Indonesia yang sering dijadikan rujukan oleh berbagai pihak, mengatakan keikutsertaan para profesional dalam WU-TA Advanced Transfer Pricing Programme 2026 ialah untuk memperkuat pemahaman mengenai perkembangan dan praktik transfer pricing di dunia internasional.
Pengetahuan dan perspektif yang diperoleh dari program tersebut juga diharapkan dapat menunjang profesional DDTC dalam menangani berbagai isu transfer pricing, serta memberikan layanan dan advisory kepada klien dengan standar yang melebihi ekspektasi. (rig)
