KANADA

Respons Kenaikan Harga BBM, Asosiasi Usaha Ini Usulkan Insentif Pajak

Vallencia
Rabu, 13 Juli 2022 | 15.00 WIB
Respons Kenaikan Harga BBM, Asosiasi Usaha Ini Usulkan Insentif Pajak

Ilustrasi. Orang-orang berjalan melalui terowongan setelah sebuah upacara berlangsung, pada Selasa (28/06/2022), menjelang pembukaan terowongan berusia satu abad tersebut sebagai objek wisata baru di Pembangkit Listrik Taman Niagara di Air Terjun Niagara, Ontario, Kanada. (ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Osorio/rwa/UYU)

OTTAWA, DDTCNews – Di tengah melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM), kelompok usaha kecil di Kanada mendesak pemerintah federal dan provinsi untuk menghilangkan atau menurunkan pajak BBM.

The Canadian Federation of Independent Business (CFIB) menyebutkan harga gas yang mencetak rekor, gangguan rantai pasokan, dan kekurangan tenaga kerja telah meningkatkan biaya yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha.

“Biaya transportasi dan bahan bakar yang tinggi telah mendorong 92% usaha kecil untuk menaikkan harga barang dan jasa dalam 12 bulan terakhir ini,” sebut CFIB seperti dikutip dari globalnews.ca, Rabu (13/7/2022).

CFIB meminta pemerintah untuk menemukan solusi supaya pelaku usaha dapat menjual produknya lebih terjangkau. Salah satu saran yang dikemukakan, yaitu mengurangi biaya yang harus ditanggung oleh pelaku usaha melalui insentif pajak.

Setidaknya terdapat tiga saran yang diajukan oleh kelompok bisnis terkait dengan insentif pajak. Pertama, menghilangkan atau menurunkan pajak BBM untuk sementara. Kedua, menghentikan rencana kenaikan pajak karbon.

Ketiga, ambang batas pengurangan penghasilan kena pajak untuk usaha kecil dinaikkan menjadi US$600.000 dari US$500.000. Usul ini diajukan oleh CFIB dengan mencontoh kebijakan yang berlaku di Provinsi Saskatchewan, Kanada.

Sementara itu, Wakil Presiden Senior Urusan Nasional CFIB Corinne Pohlmann menuturkan insentif pajak ini penting untuk menanggulangi biaya modal usaha yang tinggi. Permintaan itu disampaikan saat pertemuan perdana menteri dengan dewan federasi 2022 di Victoria.

"Setiap sen penting untuk usaha kecil, terutama karena mereka menavigasi meroketnya biaya input dan tenaga kerja dan kekurangan produk," tuturnya.

Dia menambahkan lebih dari 50% usaha kecil di Kanada belum kembali ke tingkat pendapatan normal. Untuk itu, Pohlmann berpendapat perdana menteri seharusnya menjadikan pemulihan usaha kecil sebagai prioritas utama. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.