Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Rencana Kenaikan Tarif Pajak Barang dan Jasa Ditunda

A+
A-
1
A+
A-
1
Rencana Kenaikan Tarif Pajak Barang dan Jasa Ditunda

Ilustrasi.

SINGAPURA, DDTCNews – Sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk meminimalisasi beban tanggungan penduduk pada masa pandemi, Pemerintah Singapura memutuskan untuk menunda rencana kenaikan goods and services tax (GST).

Hingga kini, pemerintah belum menentukan waktu yang tepat untuk mengeksekusi rencana kenaikan GST. Namun, Menteri Keuangan Indranne Rajah menyatakan kenaikan GST tidak dapat ditunda selamanya.

"Itu bukan sesuatu yang bisa kita tunda selamanya, tetapi waktu yang tepat adalah sesuatu yang harus kami pikirkan. Dalam menentukan waktu kenaikan GST, kami mempertimbangkan dengan cermat semua kondisi ekonomi secara keseluruhan," tuturnya, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Aturan Turunan UU HPP, Dirjen Pajak Sebut 4 PP Baru Segera Dirilis

Rencana kenaikan GST dari 7% menjadi 9% telah disampaikan kepada publik sejak 2018 oleh Mantan Menteri Keuangan Heng Swee Keat. Dalam pidatonya tersebut, Heng mengatakan akan menaikkan GST antara 2021 hingga 2025.

Kenaikan GST tersebut belum terjadi hingga kini karena pertimbangan kondisi ekonomi. Kendati demikian, Indranne Rajah menilai dampaknya terhadap masyarakat dapat dimitigasi melalui desain kebijakan.

“Tanggal mulai berlaku [kenaikan tarif] dan dampak yang dirasakan adalah dua hal terpisah. Kami akan terus mewaspadai rumah tangga berpenghasilan rendah dan sebagian besar rumah tangga berpenghasilan menengah,” katanya, seperti dikutip dari businesstimes.com.sg.

Baca Juga: Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Lebih lanjut, dia menjelaskan contoh desain kebijakan berupa paket jaminan GST senilai US$6 miliar untuk meredam dampak kenaikan GST. Paket jaminan GST akan diberikan kepada penduduk Singapura berpenghasilan rendah dan menengah saat kenaikan GST mulai diberlakukan.

Dengan paket jaminan GST, penduduk berpenghasilan menengah berhak mendapatkan pembayaran tunai antara US$700 dan US$1,600 selama 5 tahun. Sementara itu, penduduk berpenghasilan rendah dapat memperoleh hak tersebut selama 10 tahun. (vallen/kaw)

Baca Juga: APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani
Topik : Singapura, tarif pajak, GST, pajak

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 23 Mei 2022 | 09:00 WIB
EDUKASI PAJAK

Anti Pusing! Akses Kanal Rekap Aturan Perpajakan ID di Sini

Senin, 23 Mei 2022 | 08:02 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Integrasi NPWP dan NIK, DJP: Perkuat Penegakan Kepatuhan Perpajakan

Minggu, 22 Mei 2022 | 20:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Rilis 55.643 Surat Keterangan PPS, DJP Dapat Setoran Rp9,53 Triliun

Minggu, 22 Mei 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Dorong Ekspor, Sri Mulyani: Eksportir Tidak Sendirian

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir