Review
Rabu, 21 April 2021 | 15:36 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 20 April 2021 | 09:49 WIB
OPINI PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 11:54 WIB
ANALISIS PAJAK
Senin, 19 April 2021 | 09:24 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 April 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 21 APRIL - 27 APRIL 2021
Kamis, 15 April 2021 | 15:25 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 14 April 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 14 APRIL - 20 APRIL 2021
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Reportase
Perpajakan.id

Real Madrid dan Barcelona Disengat Tagihan Pajak Tambahan Jutaan Dolar

A+
A-
0
A+
A-
0
Real Madrid dan Barcelona Disengat Tagihan Pajak Tambahan Jutaan Dolar

Ilustrasi. (DDTCNews)

MADRID, DDTCNews – Sebanyak empat klub La Liga Spanyol akan mendapatkan tagihan pajak tambahan menyusul kasus sengketa pajak di Pengadilan Uni Eropa (CJEU) yang menyeret empat klub tersebut dimenangkan Komisi Eropa.

Empat klub tersebut antara lain Real Madrid, Barcelona, Athletic Bilbao dan Osasuna. Tagihan pajak tambahan dikenakan terhadap empat klub sepak bola tersebut lantaran menerima bantuan negara atau state aid dalam bentuk tarif pajak yang lebih rendah.

"Skema bantuan yang dipermasalahkan seharusnya hanya untuk mendukung klub yang beroperasi sebagai entitas nirlaba dan bukan diberikan kepada klub perusahaan olahraga," tulis putusan CJEU dikutip Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Ganggu Investasi, Negara Ini Tolak Proposal Pajak Minimum Global

CJEU menilai bantuan negara yang diberikan Spanyol terhadap klub bertentangan dengan regulasi Uni Eropa. Hal ini dikarenakan bantuan diberikan kepada perusahaan olahraga dan memberikan keuntungan finansial.

Sementara itu, fasilitas tersebut tidak dinikmati oleh klub olahraga lain di negara anggota Uni Eropa yang berorientasi bisnis. Untuk itu, klub La Liga seperti Real Madrid dan Barcelona tidak berhak mendapatkan fasilitas diskon tarif PPh badan sebesar 5%.

“Kedua klub mendapatkan tarif pajak sebesar 25% atau lebih rendah dari rezim pajak umum dengan tarif 30% selama 20 tahun terakhir,” sebut CJEU.

Baca Juga: Banjir Protes, Uni Eropa Pastikan Tetap Terapkan Pajak Karbon

Kasus pajak bermula pada 2016 saat Komisi Eropa menyatakan pemberian tarif pajak khusus oleh Pemerintah Spanyol kepada tim La Liga menyalahi ketentuan bantuan negara karena memberikan keuntungan yang tidak adil.

Menurut Komisi Eropa, bantuan negara tersebut membuat klub La Liga mendapatkan beban pajak yang lebih rendah dari lembaga olahraga lainnya di Eropa. Barcelona lantas mengajukan banding ke pengadilan umum Eropa.

Hasilnya, pengadilan memenangkan gugatan banding klub Catalan dengan alasan Uni Eropa tidak dapat membuktikan landasan hukum yang dilanggar dari pemberian fasilitas pajak. Komisi Eropa pun membawa kasus tersebut ke ranah peradilan tertinggi yakni CJEU.

Baca Juga: Pesawat Pribadi dan Kapal Layar Bakal Dikenai Pajak Baru

Seperti dilansir goal.com, hasil putusan CJEU akan makin memukul kondisi finansial klub yang sudah terdampak pandemi Covid-19. Barcelona dan Real Madrid harus merogoh kas klub untuk membayar tagihan pajak tambahan sekitar €5 juta (US$5,98 juta). (rig)

Topik : spanyol, uni eropa, sengketa pajak, real madrid, barcelona, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 16 April 2021 | 13:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Jum'at, 16 April 2021 | 13:15 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 16 April 2021 | 10:48 WIB
SERBIA
berita pilihan
Kamis, 22 April 2021 | 17:15 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 17:00 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 16:47 WIB
KINERJA APBD
Kamis, 22 April 2021 | 16:45 WIB
KABUPATEN BEKASI
Kamis, 22 April 2021 | 16:25 WIB
INSENTIF PPnBM
Kamis, 22 April 2021 | 16:19 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 22 April 2021 | 16:05 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 15:52 WIB
KINERJA FISKAL
Kamis, 22 April 2021 | 15:37 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH