SPANYOL

Protes Tarif PPN, 200 Galeri Seni di Spanyol Kompak Tutup Pekan Depan

Redaksi DDTCNews
Sabtu, 31 Januari 2026 | 12.00 WIB
Protes Tarif PPN, 200 Galeri Seni di Spanyol Kompak Tutup Pekan Depan
<p>Ilustrasi.</p>

MADRID, DDTCNews - Lebih dari 200 galeri seni kontemporer di Spanyol berencana untuk tutup pada 2–7 Februari 2026 sebagai bentuk protes terhadap tingginya tarif PPN atas penjualan karya seni.

Konsorsium Galeri Seni Kontemporer Spanyol menyerukan kepada pemerintah untuk menurunkan tarif PPN atas penjualan karya seni, yang saat ini mencapai 21%. Pemerintah didesak menyesuaikan tarif PPN atas penjualan karya seni dengan negara-negara Eropa lainnya.

"Situasi ini tidak adil dan tidak berkelanjutan, serta bertentangan dengan prinsip kesetaraan budaya yang seharusnya menjadi pedoman kebijakan pemerintah yang berkomitmen pada budaya," kata Presiden Konsorsium Galeri Seni Kontemporer Spanyol Idoia Fernandez, dikutip pada Sabtu (31/1/2026).

Tarif PPN sektor seni yang dibayarkan atas penjualan barang atau jasa di Spanyol naik dari 8% menjadi 21% pada 2012. Pada rentang 2017–2018, PPN atas penjualan karya seni dan tiket di bioskop, teater, dan pertunjukan langsung lainnya telah diturunkan menjadi 10%.

Sayangnya, tarif 21% tetap berlaku untuk penjualan karya seni oleh galeri komersial. Kebijakan ini dinilai tidak adil dan melemahkan daya saing galeri seni Spanyol.

Peraturan pajak Spanyol memungkinkan seniman atau ahli waris mereka hanya membayar PPN sebesar 10% saat menjual karya secara langsung. Sementara jika karya seni tersebut dijual melalui galeri, tarif PPN yang dikenakan mencapai 21%.

Tarif PPN di Spanyol tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan negara Uni Eropa lainnya seperti Prancis sebesar 5,5%, Jerman 7%, dan Italia 5%.

"Dengan perbedaan tarif yang begitu besar, mustahil untuk bersaing," ujar Fernandez dilansir ocula.com.

Tingginya tarif PPN dinilai telah memberatkan galeri seni di Spanyol sehingga banyak yang memilih tutup. Fernandez pun menyayangkan sikap pemerintah yang memandang galeri seni sekadar urusan orang kaya dan bukan bagian dari kreasi budaya.

Tutupnya galeri seni secara serentak pada pekan depan diharapkan bisa menjadi pengingat bagi pemerintah tentang peran mereka dalam masyarakat. Sebab, tumbuhnya sektor kesenian juga bakal mendorong seniman untuk menciptakan karya dan mengadakan pameran. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.