Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:30 WIB
TIPS KEPABEANAN
Senin, 28 November 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Komunitas
Minggu, 04 Desember 2022 | 07:40 WIB
WAKIL KETUA I PERTAPSI TITI MUSWATI PUTRANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:34 WIB
KETUA BIDANG KERJA SAMA PERTAPSI BENY SUSANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:30 WIB
SELEBRITAS
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Reportase

Pulihkan Ekonomi, Mayoritas Negara Berikan Insentif Pajak Penghasilan

A+
A-
0
A+
A-
0
Pulihkan Ekonomi, Mayoritas Negara Berikan Insentif Pajak Penghasilan

Ilustrasi.

PARIS, DDTCNews - Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mencatat tidak sedikit negara yang melakukan reformasi pajak dengan fokus pada pemulihan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir ini.

Dari total 71 negara yang disurvei OECD dalam laporan bertajuk Tax Policy Reform 2022, banyak negara yang memberikan fasilitas pajak penghasilan, baik untuk wajib pajak orang pribadi maupun insentif wajib pajak badan.

"Negara-negara dengan ruang fiskal besar telah memberikan insentif pajak dalam jangka waktu yang tergolong panjang," ujar Director of the OECD Centre for Tax Policy and Administration Pascal Saint-Amans, dikutip pada Kamis (22/9/2022).

Baca Juga: Khawatir Ganggu Investasi, Hungaria Kukuh Tolak Pajak Minimum Global

Secara lebih terperinci, mayoritas negara yang disurvei OECD telah memberikan fasilitas PPh orang pribadi pada tahun lalu. Fasilitas diberikan khususnya bagi rumah tangga kelas menengah dan kelas bawah, khususnya rumah tangga dengan tanggungan anak.

Untuk wajib pajak badan, terdapat banyak negara yang memberikan insentif pajak penghasilan guna mendorong investasi serta riset dan pengembangan. Hanya sebanyak 4 negara yang mengurangi tarif PPh badan.

Soal PPN, OECD mencatat banyak negara yang mulai memfokuskan kebijakan PPN-nya pada e-commerce serta meningkatkan pelaporan PPN secara elektronik. Tarif PPN di berbagai negara tercatat tidak banyak berubah.

Baca Juga: Kriteria Dokumen yang Dapat Dibebaskan dari Pungutan Bea Meterai

Sebagian besar negara juga masih mempertahankan fasilitas PPN 0% atau PPN dibebaskan terhadap produk-produk medis terkait penanganan pandemi Covid-19.

OECD memandang setiap yurisdiksi perlu memakai kebijakan pajak untuk memberikan dukungan kepada rumah tangga dan dunia usaha di tengah kenaikan harga komoditas energi ke depannya.

OECD mencatat sudah banyak negara yang mengeluarkan kebijakan khusus guna merespons tren kenaikan harga energi. Namun, mayoritas stimulus dan fasilitas diberikan tidak secara targeted serta tidak mendorong pengurangan pemanfaatan komoditas energi fosil.

Baca Juga: Ada 3 Jenis Tarif PPh Final atas PHTB, DJP Jelaskan Aturannya

Oleh karena itu, OECD berpendapat fasilitas khusus yang diberikan secara targeted kepada kelompok rentan perlu diberikan guna meningkatkan daya tahan kelompok tersebut dari guncangan harga. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : prancis, oecd, pajak, pajak internasional, insentif pajak, laporan OECD, survei

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:30 WIB
PMK 18/2021

WP Usaha Kecil Bisa Perpanjang Waktu Pelunasan Pajak, Simak Caranya

Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:00 WIB
KABUPATEN GRESIK

Ada UU HKPD, Gresik Siapkan Perda Pajak dan Retribusi Daerah yang Baru

Sabtu, 03 Desember 2022 | 08:30 WIB
FILIPINA

DPR Targetkan RUU Kemudahan Membayar Pajak Bisa Disahkan Tahun Ini

Sabtu, 03 Desember 2022 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Ada 4 Status Master File Pengawasan Wajib Pajak, Anda Masuk yang Mana?

berita pilihan

Minggu, 04 Desember 2022 | 15:00 WIB
HUNGARIA

Khawatir Ganggu Investasi, Hungaria Kukuh Tolak Pajak Minimum Global

Minggu, 04 Desember 2022 | 14:00 WIB
BEA METERAI

Kriteria Dokumen yang Dapat Dibebaskan dari Pungutan Bea Meterai

Minggu, 04 Desember 2022 | 13:00 WIB
PERATURAN PAJAK

Ada 3 Jenis Tarif PPh Final atas PHTB, DJP Jelaskan Aturannya

Minggu, 04 Desember 2022 | 12:00 WIB
KP2KP BENTENG

Belum Setor PPh Final UMKM, Toko Kelontong Didatangi Petugas Pajak

Minggu, 04 Desember 2022 | 11:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Beberkan Kriteria Wajib Pajak yang Dibebaskan dari PPh Final PHTB

Minggu, 04 Desember 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Jenis Penghasilan yang Masuk dalam Pencatatan WP Orang Pribadi

Minggu, 04 Desember 2022 | 10:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Utang Pemerintah Capai Rp7.496 Triliun, Sri Mulyani: Masih Aman

Minggu, 04 Desember 2022 | 10:00 WIB
KP2KP PINRANG

Bisnis Minuman Membludak, Petugas Pajak Sambangi Pabrik Es

Minggu, 04 Desember 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Banyak Daerah Tak Punya RDTR, Perizinan Jadi Terkendala