Review
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 30 Juli 2020 | 11:01 WIB
OPINI EKONOMI
Selasa, 28 Juli 2020 | 10:27 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 22 Juli 2020 | 11:59 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 02 Agustus 2020 | 16:00 WIB
STATISTIK PAJAK KEKAYAAN
Jum'at, 31 Juli 2020 | 15:15 WIB
STATISTIK REZIM PAJAK
Rabu, 29 Juli 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 29 JULI-4 AGUSTUS 2020
Selasa, 28 Juli 2020 | 17:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PERPAJAKAN
Komunitas
Minggu, 02 Agustus 2020 | 10:30 WIB
FAQIH RUSDIANA
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:01 WIB
MADONNA:
Sabtu, 01 Agustus 2020 | 09:56 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 29 Juli 2020 | 11:01 WIB
DDTC PODTAX
Reportase

Pertumbuhan Ekonomi 2020, Jokowi: Jangan Sampai Minus

A+
A-
0
A+
A-
0
Pertumbuhan Ekonomi 2020, Jokowi: Jangan Sampai Minus

Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kanan), Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (kiri) dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Danis Sumadilaga (kedua kiri) meninjau perkembangan renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta, Selasa (2/6/2020). Presiden menyatakan renovasi Masjid Istiqlal sudah mencapai 90 persen. ANTARA FOTO/Pool/Akbar Nugroho Gumay/foc.

JAKARTA, DDTCNews—Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para menterinya untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi tetap positif meski tengah menghadapi tekanan hebat akibat pandemi virus Corona.

Jokowi mengatakan pertumbuhan ekonomi kuartal 1/2020 yang hanya 2,97% harus dijaga agar tidak menurun pada tiga kuartal berikutnya. Presiden tidak menginginkan ekonomi tahun ini tergelincir hingga ke level minus.

“Kita harus mampu menahan agar laju pertumbuhan ekonomi tidak merosot lebih dalam lagi, tidak sampai minus, dan kita harapkan pelan-pelan mulai bisa rebound," katanya dalam rapat terbatas secara virtual, Rabu (2/6/2020).

Baca Juga: Indonesia Butuh 9 Juta Talenta Digital, Ini Alasan Jokowi

Jokowi menilai laju pertumbuhan ekonomi bisa terjaga jika implementasi program pemulihan ekonomi nasional (PEN) berjalan baik. Apalagi, anggaran PEN juga sudah dinaikkan menjadi Rp641,17 triliun, dari sebelumnya Rp491,55 triliun.

Program PEN tersebut di antaranya berupa pemberian subsidi bunga untuk pelaku usaha UMKM, penempatan dana untuk restrukturisasi perbankan hingga penjaminan kredit modal kerja dan penyertaan modal negara (PMN) untuk BUMN.

“Saya ingin pastikan ini harus segera operasional di lapangan, segera dilaksanakan di lapangan,” ujar Presiden.

Baca Juga: Raden Pardede: Prioritas Pemerintah Bangun Kepercayaan Masyarakat

Kepala Negara juga meminta program PEN bisa memberikan manfaat nyata kepada pelaku usaha, terutama industri padat karya. Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari pemutusan hubungan kerja secara besar-besaran.

“Hati-hati, karena sektor ini menampung tenaga kerja yang sangat banyak. Goncangan pada sektor ini berdampak pada pekerja dan tentu saja ekonomi keluarganya,” tutur Jokowi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan telah menyiapkan dua skenario untuk pertumbuhan ekonomi 2020. Pada skenario optimistis, ekonomi diprediksi bertahan di angka 2,3%. Namun, ekonomi bisa terkontraksi -0,5% untuk skenario terburuk. (rig)

Baca Juga: Beban Penanganan Covid-19 Pemerintah dan Wajib Pajak Harus Dibagi Adil

Topik : pertumbuhan ekonomi, presiden jokowi, pemulihan ekonomi nasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 20 Juli 2020 | 16:05 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Senin, 20 Juli 2020 | 13:39 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Kamis, 16 Juli 2020 | 14:39 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
berita pilihan
Selasa, 04 Agustus 2020 | 12:02 WIB
PENANAMAN MODAL
Selasa, 04 Agustus 2020 | 11:47 WIB
WEBINAR SERIES DDTC
Selasa, 04 Agustus 2020 | 11:45 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 11:16 WIB
INDUSTRI MANUFAKTUR
Selasa, 04 Agustus 2020 | 10:59 WIB
PMK 96/2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 10:38 WIB
PMK 96/2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 10:14 WIB
PANDEMI COVID-19
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:39 WIB
PMK 96/2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:33 WIB
RUSIA
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK