Fokus
Data & Alat
Rabu, 12 Mei 2021 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 -25 MEI 2021
Rabu, 05 Mei 2021 | 14:32 WIB
STATISTIK TARIF PAJAK
Rabu, 05 Mei 2021 | 08:55 WIB
KURS PAJAK 5 MEI - 11 MEI 2021
Selasa, 04 Mei 2021 | 16:30 WIB
KMK 25/2021
Komunitas
Sabtu, 15 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 12 Mei 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Senin, 10 Mei 2021 | 17:30 WIB
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
Senin, 10 Mei 2021 | 10:18 WIB
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
Reportase
Perpajakan.id

Pergub Baru NJOP Rusun Dorong Pengembang Segera Setor BPHTB

A+
A-
2
A+
A-
2
Pergub Baru NJOP Rusun Dorong Pengembang Segera Setor BPHTB

Foto udara gedung apartemen dan perumahan mewah di atas mal di Jakarta, Minggu (10/1/2021). Peraturan Gubernur DKI Jakarta No. 111/2020 atas penghitungan pajak bumi dan bangunan (PBB) rumah susun disebut bakal mempercepat pemecahan unit rusun oleh pengembang. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj)

JAKARTA, DDTCNews - Peraturan gubernur (Pergub) DKI Jakarta terbaru atas penghitungan pajak bumi dan bangunan (PBB) rumah susun (rusun) disebut bakal mempercepat pemecahan unit rusun oleh pengembang.

Merujuk pada Pergub No. 111/2020, Pemprov DKI Jakarta tidak lagi membedakan nilai jual objek pajak (NJOP) bangunan rusun yang sudah dilakukan pertelaan dengan rusun yang belum dilakukan pertelaan sebagaimana ketentuan sebelumnya yakni Pergub No. 77/2014.

"Pergub No. 111/2020 bertujuan mendorong pengembang segera melakukan serah terima unit dan tidak menunda menyetor bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang sudah disetor tenant," ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah DKI Jakarta M. Tsani Annafari, Selasa (5/2/2021).

Baca Juga: e-SPPT PBB Akan Disebar, Warga DKI Diimbau Segera Daftar

Ia menambahkan selain mempercepat penyetoran BPHTB, pergub terbaru juga mempermudah Pemprov DKI Jakarta melakukan pertelaan unit-unit rusun.

Pada Pasal 13, rusun sudah dilakukan pemecahan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) PBB tetapi belum dilakukan pertelaan atau telah dilakukan pertelaan yang belum disahkan gubernur, maka Pemprov DKI Jakarta dapat melakukan penilaian ulang saat pertelaan disahkan gubernur.

Tsani menerangkan proses pertelaan selama ini adalah proses yang rumit. Saat ini, sudah banyak rusun-rusun lama yang terlanjur dihuni tetapi SPPT PBB-nya belum dipecah. Akibatnya, banyak unit rusun yang SPPT PBB-nya masih atas nama pengelola apartemen, bukan pemilik unit.

Baca Juga: Mau Download e-SPPT PBB-P2, Warga DKI Disarankan Lakukan Ini

"Ini kan tidak adil, oleh sebab itu kita berikan skema pertelaan sementara agar proses pemecahan bisa disederhanakan dan SPPT PBB bisa terbit atas nama pemilik unit," ujar Tsani.

Apabila pertelaan definitif sudah terbit, sambungnya, Pemprov DKI Jakarta bisa melakukan penyesuaian pertelaan tersebut jika ternyata ada perbedaan penghitungan. (Bsi)

Baca Juga: Minggu Depan, Pemprov Sebut SPPT PBB Mulai Dikirim Lewat Email
Topik : pertalaan rusun, BPHTB, Pergub 111/2020, DKI Jakarta
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 16 Maret 2021 | 17:15 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Jum'at, 12 Maret 2021 | 14:38 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Sabtu, 06 Maret 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN BADUNG
Sabtu, 06 Maret 2021 | 09:01 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
berita pilihan
Minggu, 16 Mei 2021 | 15:01 WIB
THAILAND
Minggu, 16 Mei 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SRAGEN
Minggu, 16 Mei 2021 | 13:01 WIB
PAJAK KENDARAAN
Minggu, 16 Mei 2021 | 12:01 WIB
PENINDAKAN HUKUM
Minggu, 16 Mei 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 10:01 WIB
INSENTIF PAJAK DAERAH
Minggu, 16 Mei 2021 | 09:01 WIB
KOTA DEPOK
Minggu, 16 Mei 2021 | 08:01 WIB
EDUKASI PAJAK
Minggu, 16 Mei 2021 | 07:01 WIB
HASIL AUDIT BPKP
Minggu, 16 Mei 2021 | 06:01 WIB
ROKOK ILEGAL