Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Pengurangan Pajak Direncanakan untuk Riset Baterai dan Vaksin

A+
A-
1
A+
A-
1
Pengurangan Pajak Direncanakan untuk Riset Baterai dan Vaksin

Ilustrasi. 

SEOUL, DDTCNews - Pemerintah Korea Selatan berencana memberikan insentif pajak senilai KRW1,16 triliun atau sebesar Rp14,5 triliun untuk riset dan pengembangan baterai, chip semikonduktor, hingga vaksin.

Adapun perubahan terkait dengan ketentuan perpajakan, yang turut memuat pemberian insentif, masih disusun Pemerintah Korea Selatan. Usulan perubahan akan diserahkan kepada parlemen sebelum 3 September 2021.

"Aturan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan serta mengatasi ketimpangan penghasilan yang melebar akibat pandemi," tulis Kementerian Keuangan Korea Selatan seperti dikutip pada Sabtu (31/7/2021).

Baca Juga: Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Menurut Pemerintah Korea Selatan, industri chip semikonduktor, baterai, dan vaksin adalah 3 sektor utama yang mampu menggenjot pertumbuhan ekonomi domestik ke depan.

Untuk saat ini, Korea Selatan merupakan negara yang dominan dalam menyuplai kebutuhan chip semikonduktor secara global. Sayangnya 2 perusahaan produsen chip terbesar, yakni Samsung dan SK Hynix, hanya menguasai produksi memory chip.

Dengan pemberian insentif atas aktivitas penelitian dan pengembangan, pemerintah berharap korporasi Korea Selatan dapat meningkatkan kapabilitas produksi non-memory chip.

Baca Juga: Menteri Keuangan Ini Pastikan Insentif Pajak Mobil Tidak Diperpanjang

Saat ini, industri domestik Korea Selatan juga tengah dihadapkan pada persaingan yang ketat dalam produksi baterai mobil listrik. Dengan demikian, pemerintah memandang perlunya pemberian insentif untuk meningkatkan daya saing korporasi domestik.

Adapun insentif atas riset dan pengembangan vaksin juga diberikan untuk meningkatkan 'kedaulatan vaksin'. Rencananya, ketiga sektor ini akan diberikan fasilitas pengurangan pajak atau tax deduction sebesar 10% atas setiap tambahan investasi pada aktivitas riset dan pengembangan chip, baterai, dan vaksin hingga 2024.

Seperti dilansir koreaherald.com, dengan berbagai insentif yang sedang disiapkan, beban pajak yang ditanggung konglomerasi diestimasi akan menurun hingga KRW867 miliar. (kaw)

Baca Juga: Wah! 25% Ekspat AS Pertimbangkan Lepas Kewarganegaraan Gara-Gara Pajak

Topik : Korea Selatan, insentif pajak, baterai, chip semikonduktor, vaksin

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 13 Juni 2022 | 13:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kemenkeu Sebut Insentif Pajak Sudah Lebih dari Kebutuhan Masyarakat

Jum'at, 10 Juni 2022 | 17:00 WIB
KOTA PEKANBARU

Diperpanjang Hingga Agustus 2022, Warga Diimbau Manfaatkan Diskon PBB

berita pilihan

Senin, 27 Juni 2022 | 13:07 WIB
KINERJA FISKAL

Restitusi Pajak pada Mei 2022 Turun 41,4%, Ternyata Ini Sebabnya

Senin, 27 Juni 2022 | 12:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Antisipasi Peserta PPS Membeludak, DJP Tambah Kapasitas Server

Senin, 27 Juni 2022 | 12:00 WIB
KP2KP TANJUNG SELOR

Kunjungi Toko Emas, Petugas Periksa Wajib Pajak dan Ajak Ikut PPS

Senin, 27 Juni 2022 | 11:45 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

Uji Kelayakan Calon Hakim Agung Resmi Dimulai Hari Ini

Senin, 27 Juni 2022 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

23 Kode Akun Pajak dan Jenis Setoran Terbaru

Senin, 27 Juni 2022 | 11:00 WIB
KINERJA FISKAL

Hingga Akhir Mei 2022, Posisi Utang Pemerintah Sentuh Rp7.002 Triliun

Senin, 27 Juni 2022 | 10:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

PPS 3 Hari Lagi Rampung, Ditjen Pajak Tegaskan Tak Ada Perpanjangan

Senin, 27 Juni 2022 | 09:30 WIB
KP2KP NUNUKAN

Wakili Istri Konsultasi PPS, Anggota Polri Ini Datangi Kantor Pajak

Senin, 27 Juni 2022 | 09:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Sisa 3 Hari! Rp346 Triliun Harta Diungkap, 178.496 Suket PPS Dirilis