Fokus
Data & Alat
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Rabu, 09 November 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 09 NOVEMBER - 15 NOVEMBER 2022
Rabu, 02 November 2022 | 09:00 WIB
KURS PAJAK 02 NOVEMBER - 08 NOVEMBER 2022
Reportase

Penerimaan Pajak Sektor Pertambangan Naik 233,8%, Ini Kata Sri Mulyani

A+
A-
4
A+
A-
4
Penerimaan Pajak Sektor Pertambangan Naik 233,8%, Ini Kata Sri Mulyani

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Penerimaan pajak dari sektor pertambangan hingga Agustus 2022 masih mengalami peningkatan signifikan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan hingga Agustus 2022, penerimaan pajak sektor pertambangan tercatat tumbuh hingga 233,8%. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, kinerja penerimaan sektor ini hanya tumbuh 8,2%.

“Penerimaan pajak sektor pertambangan tumbuh ekstrem sebab didorong oleh harga-harga komoditas pertambangan yang melonjak,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Senin (26/9/2022).

Baca Juga: Apa Itu Big Data dan Big Data Analytic?

Meskipun mengalami pertumbuhan paling tinggi, sektor pertambangan hanya menyumbang 8,9% dari total penerimaan pajak. Kontribusi terbesar masih diberikan sektor industri pengolaahan dengan persentase 29,7%. Kemudian, sektor perdagangan menyumbang 23,7% dari total penerimaan pajak.

Selanjutnya, ada sektor jasa keuangan dan asuransi sebesar 10,9% (tumbuh 15,2%), konstruksi dan real estat sebanyak 4,1% (tumbuh 10%), informasi dan komunikasi sebesar 3,6% (tumbuh 18,2%), transportasi dan pergudangan sebanyak 3,6% (tumbuh 25,0%), dan jasa perusahaan sebesar 2,9% (tumbuh 24,1%).

Sri Mulyani mengungkapkan penerimaan dari seluruh sektor utama tercatat positif. Kinerja dipengaruhi kenaikan harga komoditas, pemulihan ekonomi, serta dampak kebijakan. Adapun dampak kebijakan itu antara lain pengurangan insentif fiskal, implementasi UU HPP, dan kompensasi BBM.

Baca Juga: Pajak Korporasi Tumbuh Tertinggi, Kemenkeu: Angsuran PPh Badan Solid

Kendati kinerja kumulatif hingga Agustus 2022 mencatatkan pertumbuhan positif, Sri Mulyani masih tetap mewaspadai risiko yang bisa terjadi. Pasalnya, pertumbuhan bulanan beberapa sektor justru melambat.

Pertumbuhan penerimaan pajak sektor pertambangan pada Agustus 2022 hanya sebesar 71,4%. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan dengan kinerja pada Juni 2022 sebesar 121% atau kuartal II/2022 sebesar 399,1%.

Kondisi yang sama juga terjadi pada industri pengolahan. Penerimaan pajak bulanan pada Agustus 2022 tercatat hanya tumbuh 29,2%. Kinerja ini lebih lambat dibandingkan dengan performa pada Juli dan kuartal II/2022 yang masih bisa mencatatkan pertumbuhan 56,7% dan 57,3%.

Baca Juga: Surat Setoran Pajak Tak Perlu Dibuat untuk Setiap Transaksi

“Beberapa penerimaan sektoral yang menurun [pada Agustus 2022] perlu diwaspadai. Jangan sampai tren penurunan growth ini menunjukkan perlemahan pemulihan ekonomi nasional,” jelas Sri Mulyani. (Fauzara/kaw)



Baca Juga: Pengajuan Pemindahbukuan Tidak Ada Batas Waktu, Simak Penjelasan DJP

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : penerimaan pajak, pajak, Ditjen Pajak, DJP, pertambangan, industri, perdagangan, Sri Mulyani

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 28 November 2022 | 10:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Daftar NPWP, Seller Online Perlu Siapkan Beberapa Dokumen Ini

Senin, 28 November 2022 | 09:39 WIB
FILIPINA

Wah! Filipina Kenakan Bea Masuk 0% untuk Impor Kendaraan Listrik

Senin, 28 November 2022 | 08:41 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Tarif PPN Naik, Dampaknya Sudah Ada di Penerimaan Pajak

Minggu, 27 November 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Saldo Pemda di Bank Naik Rp54,89 Triliun, Sri Mulyani Bilang Begini

berita pilihan

Senin, 28 November 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Big Data dan Big Data Analytic?

Senin, 28 November 2022 | 18:03 WIB
PER-13/BC/2021

Ingat! Daftar IMEI di Bea Cukai Maksimal 60 Hari Sejak Kedatangan

Senin, 28 November 2022 | 18:01 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Pajak Korporasi Tumbuh Tertinggi, Kemenkeu: Angsuran PPh Badan Solid

Senin, 28 November 2022 | 18:00 WIB
KPP MADYA JAKARTA BARAT

Surat Setoran Pajak Tak Perlu Dibuat untuk Setiap Transaksi

Senin, 28 November 2022 | 17:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Pengajuan Pemindahbukuan Tidak Ada Batas Waktu, Simak Penjelasan DJP

Senin, 28 November 2022 | 17:00 WIB
KABUPATEN BANYUWANGI

459 Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pejabat Daerah Ungkap Sebabnya

Senin, 28 November 2022 | 16:37 WIB
KTT G-20

Jokowi Bakal Bentuk Satgas Khusus untuk Tindaklanjuti Hasil KTT G-20

Senin, 28 November 2022 | 16:30 WIB
UPAH MINIMUM PROVINSI

Catat! Hari Ini Batas Akhir Pengumuman Upah Minimum Provinsi 2023

Senin, 28 November 2022 | 16:00 WIB
PAJAK DAERAH

Kemenkeu Bidik Setoran Pajak Rokok 2023 Capai Rp22,79 Triliun

Senin, 28 November 2022 | 15:45 WIB
IBU KOTA NUSANTARA (IKN)

Sederet Insentif Pajak untuk Financial Center IKN, Ini Daftarnya