Review
Kamis, 01 Desember 2022 | 16:52 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 30 November 2022 | 11:27 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 29 November 2022 | 15:48 WIB
KONSULTASI UU HPP
Kamis, 24 November 2022 | 09:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 05 Desember 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 02 Desember 2022 | 21:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Jum'at, 02 Desember 2022 | 12:00 WIB
KMK 63/2022
Rabu, 30 November 2022 | 10:11 WIB
KURS PAJAK 30 NOVEMBER - 06 DESEMBER 2022
Rabu, 23 November 2022 | 10:00 WIB
KURS PAJAK 23 NOVEMBER - 29 NOVEMBER 2022
Rabu, 16 November 2022 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 16 NOVEMBER - 22 NOVEMBER 2022
Komunitas
Senin, 05 Desember 2022 | 09:00 WIB
SEKRETARIS I PERTAPSI CHRISTINE TJEN:
Minggu, 04 Desember 2022 | 07:40 WIB
WAKIL KETUA I PERTAPSI TITI MUSWATI PUTRANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 09:34 WIB
KETUA BIDANG KERJA SAMA PERTAPSI BENY SUSANTI:
Sabtu, 03 Desember 2022 | 07:30 WIB
SELEBRITAS
Reportase

Pemkab Ini Diminta Tinggalkan Sistem Pajak Manual

A+
A-
2
A+
A-
2
Pemkab Ini Diminta Tinggalkan Sistem Pajak Manual

Armada bus menunggu penumpang di Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (9/6/2020). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo menginisiasi rancangan peraturan daerah (perda) terkait dengan penerapan sistem online pajak daerah.

 

ANTARA FOTO/Umarul Faruq/foc.
 

SIDOARJO, DDTCNews - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur menginisiasi rancangan peraturan daerah (perda) terkait dengan penerapan sistem online pajak daerah.

Ketua DPRD Sidoarjo Usman mengatakan inisiatif perda sistem pajak online ini diperlukan untuk menangkal kebocoran penerimaan pajak yang selama ini masih dilakukan secara manual.

Selain itu, sistem ini juga akan meningkatkan transparansi Pemkab Sidoarjo dalam mengelola keuangan daerah. "Perda ini untuk menekan kebocoran pendapatan dari sektor pajak daerah," katanya di Sidoarjo, Jumat (12/6/2020).

Baca Juga: DJP Jelaskan Lagi Aturan Pajak Makanan dan Minuman di UU HKPD

Usman menjelaskan sistem pengelolaan pajak berbasis elektronik akan membuka partisipasi masyarakat dalam mengawasi kinerja aparat pajak. Masyarakat yang menjadi wajib pajak daerah akan dapat mengetahui uang pajak yang dibayar ke kas daerah sekaligus mengawasi penggunaannya.

Menurutnya, sistem online pajak daerah ini akan mengonsolidasikan penerimaan pajak yang menjadi kewenangan Pemkab Sidoarjo. Dia menjanjikan data yang tersaji dalam sistem online tersebut merupakan data langsung alias real time dan dapat diakses publik.

Dengan demikian, sambungnya, potensi kebocoran dapat ditekan serendah mungkin karena seluruh aspek dalam pengelolaan pajak daerah dilakukan secara online. Penerimaan pajak daerah juga diharapkan akan meningkat seiring dengan perubahan kebijakan ini.

Baca Juga: Wah! Ada Hadiah Paket Umrah untuk Wajib Pajak yang Patuh

"Dengan sistem online, diharapkan bakal menambah pendapatan sektor pajak. Selain itu ada sisi transparansi. Istilahnya, tidak ada dusta di antara kita. Wajib pajak merasa aman dan eksekutif juga merasa clean," terangnya.

Rancangan beleid tersebut akan masuk dalam rencana kerja DPRD dalam Program Pembentukan Perda (Propemperda) 2020. DPRD menargetkan beleid ini bisa segera dibahas dan disahkan sebelum akhir tahun 2020.

Adapun inisiatif rancangan perda dari DPRD ini mendapat dukungan dari Pemkab Sidoarjo. Plt. Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin menegaskan akan mendukung usulan DPRD untuk perda sistem online pajak daerah.

"Tidak ada masalah. Online pun, tidak memengaruhi pendapatan. Akan lebih bagus, karena untuk mengurangi pertemuan masyarakat dengan petugas pajak," paparnya seperti dilansir memontum.com. (Bsi)

Baca Juga: Banyak Daerah Tak Punya RDTR, Perizinan Jadi Terkendala

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : pajak online, sistem online, perda, situbondo, pajak daerah

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 25 November 2022 | 18:30 WIB
KOTA SEMARANG

Mulai Bulan Depan, 16 Kelurahan di Kota Ini Bakal Uji Coba e-SPPT PBB

Jum'at, 25 November 2022 | 14:53 WIB
KERJA SAMA EKONOMI

Jokowi Ingin Segera Bertemu PM Malaysia Anwar Ibrahim, Bahas Ekonomi

Jum'at, 25 November 2022 | 11:30 WIB
KINERJA PERDAGANGAN

Ada 16 Kontrak Dagang Baru dengan China, Indonesia Terus Genjot Ekspor

berita pilihan

Senin, 05 Desember 2022 | 21:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penerapan Exit Tax Bisa Menahan Gerusan Basis Pajak, Ini Analisisnya

Senin, 05 Desember 2022 | 19:18 WIB
PMK 175/2022

Ada Perubahan Ketentuan Soal Penyelenggara Sertifikasi Konsultan Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 18:37 WIB
PMK 175/2022

Sri Mulyani Terbitkan Peraturan Baru Soal Konsultan Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 18:01 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Salah Isi NPWP dan Nama Wajib Pajak dalam SSP? Bisa Pbk

Senin, 05 Desember 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Business Intelligence dalam Ranah Pajak?

Senin, 05 Desember 2022 | 17:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Ingat! Kepatuhan Wajib Pajak Diawasi DJP, Begini Penjelasannya

Senin, 05 Desember 2022 | 17:30 WIB
PER-13/BC/2021

Daftar IMEI Bisa di Kantor Bea Cukai tapi Tak Dapat Pembebasan US$500

Senin, 05 Desember 2022 | 17:00 WIB
KP2KP SANANA

Dapat SP2DK, Pengusaha Pengolahan Ikan Tuna Datangi Kantor Pajak

Senin, 05 Desember 2022 | 16:51 WIB
KINERJA FISKAL DAERAH

Sisa Sebulan, Mendagri Minta Pemda Genjot Pendapatan Daerah

Senin, 05 Desember 2022 | 16:30 WIB
KPP PRATAMA SUKOHARJO

Data e-Faktur Hilang, Begini Solusi dari Ditjen Pajak