Review
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

'Pajak Final itu Pas'

A+
A-
0
A+
A-
0
'Pajak Final itu Pas'

KALAU ada pemilihan Bapak Pajak Final di Indonesia, barangkali sudah bisa dipastikan dialah pemenangnya: Fuad Bawazier, Dirjen Pajak periode 1993-1998.

Meski sudah ada sejak munculnya Paket UU Perpajakan Tahun 1983, istilah ‘pajak final’ praktis baru populer di Indonesia pada masa dirinya memimpin Ditjen Pajak.

Pada periode tersebut, mantan aktivis mahasiswa kelahiran Tegal, 67 tahun silam itu memang sangat getol menerapkan pajak final.

Baca Juga: Skema PPh Final Berisiko Memperlebar Tax Gap

Pada masa itulah berbagai peraturan teknis pengenaan pajak final bermunculan, mulai dari pajak penghasilan untuk jasa konstruksi sampai penjualan rokok kretek.

Bahkan saking getolnya mengenakan pajak final, sampai-sampai muncul anekdot di kalangan terbatas pemerhati perpajakan. “Kalau bisa, semua pajak mungkin akan difinalkannya.”

Dalam suatu kesempatan, Fuad sendiri mengakui ikhwal ‘kegemarannya’ tersebut. Menurut dia, bahwa pajak final bisa dinilai tidak adil memang benar.

Baca Juga: Ada Insentif PPh UMKM Ditanggung Pemerintah, Ini Tanggapan Asosiasi

“Tapi pajak final itu lebih mudah dan praktis. Pajak final itu pas, cocok untuk kondisi di Indonesia yang kepatuhannya rendah,” katanya kepada wartawan di tahun 1995.

Tentu, Fuad tak sendirian. Pada 2008, di era Dirjen Pajak Darmin Nasution, ide pengenaan pajak final kembali dihidupkan, bahkan berlanjut sampai era Dirjen Pajak A. Fuad Rahmany.

Memang, adil atau tidak adalah satu hal. Mudah dan praktis hal lain. (Bsi)

Baca Juga: PPh Final Tidak Ideal Diterapkan Jangka Panjang, Ini Alasannya
Topik : kutipan pajak, fuad bawazier, pajak final, pajak penghasilan
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 10 Maret 2020 | 11:00 WIB
AMERIKA SERIKAT
Minggu, 08 Maret 2020 | 14:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Kamis, 05 Maret 2020 | 16:41 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 14 Februari 2020 | 15:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
berita pilihan
Minggu, 31 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 31 Mei 2020 | 09:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Minggu, 31 Mei 2020 | 08:00 WIB
AUDIT BPK
Minggu, 31 Mei 2020 | 07:00 WIB
RESTITUSI PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:00 WIB
PMK 56/2020
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN