Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Orang Kaya Jadi Biang Kerok Bengkaknya Tax Gap di AS

A+
A-
0
A+
A-
0
Orang Kaya Jadi Biang Kerok Bengkaknya Tax Gap di AS

Para tamu menunggu di tempat duduknya pada malam pembukaan acara "Pass Over", menyusul 17 bulan penutupan Broadway di August Wilson Theatre di New York City, New York, Amerika Serikat, Rabu (4/8/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Caitlin Ochs/rwa/cfo

WASHINGTON D.C., DDTCNews - Data terbaru dari Kementerian Keuangan AS menunjukkan 1% dari penduduk terkaya AS memiliki peran besar atas besarnya tax gap yang diderita AS selama beberapa tahun terakhir.

Estimasi dari Kementerian Keuangan AS menunjukkan total penerimaan pajak yang tidak terpungut dari kelompok 1% terkaya AS mencapai US$163 miliar atau Rp2.325,6 triliun.

Dengan tax gap per tahun yang diperkirakan mencapai US$600 miliar, maka orang-orang terkaya berkontribusi sebesar 27,1% terhadap total tax gap di AS.

Baca Juga: Kebut Pemulihan, Thailand Bebaskan Lagi Pajak Hotel Sampai Juni 2024

"Tax gap diperkirakan mencapai US$600 miliar per tahun dan bisa mencapai US$7 triliun dalam 1 dekade ke depan. Penerimaan pajak yang hilang setara dengan 3% dari PDB," tulis Deputy Assistant Secretary for Economic Policy Natasha Sarin, dikutip Kamis (9/9/2021).

Kementerian Keuangan AS menekankan tax gap yang besar dalam beberapa tahun terakhir menimbulkan konsekuensi terhadap kebijakan fiskal. Dengan banyaknya pajak terutang yang tidak dibayar, maka pengambil keputusan terpaksa harus meningkatkan defisit anggaran atau memangkas belanja prioritas.

Besarnya nilai pajak yang tidak dibayar oleh orang-orang kaya tidak terlepas dari kapabilitas orang kaya untuk melakukan penghindaran pajak. Wajib pajak kaya memiliki sumber daya untuk melakukan perencanaan pajak, sedangkan wajib pajak kelas menengah tidak memiliki kemampuan tersebut.

Baca Juga: Sengketa atas Transaksi Contract Manufacturing yang Tidak Wajar

Selain itu, besarnya tax gap juga tidak terlepas dari kapabilitas Internal Revenue Service (IRS) yang terus menurun akibat kurangnya jumlah SDM dan anggaran yang diberikan pemerintah kepada IRS.

Akibat rezim pertukaran dan pelaporan informasi yang kurang mendukung, IRS juga tidak memiliki informasi yang memadai untuk memeriksa kepatuhan orang kaya dalam melaporkan penghasilan dan membayar pajak terutang atas penghasilan mereka.

"Orang kaya mengetahui IRS memiliki sumber daya yang minim untuk melakukan enforcement. Hal ini mendorong praktik underpayment dan menurunkan kepatuhan sukarela," tulis Sarin.

Baca Juga: Inflasi Tertinggi Sejak 1998, Korea Siap-Siap Naikkan Suku Bunga

Oleh karena itu, Kementerian Keuangan AS memandang IRS perlu diperkuat melalui penambahan anggaran guna memperbarui sistem IT dan meningkatkan kapabilitas SDM.

Sebagaimana yang direncanakan sebelumnya, Pemerintah AS mengusulkan pemberian anggaran kepada IRS sebesar US$80 miliar dalam 1 dekade ke depan untuk memperkuat pengawasan, perbaikan sistem IT, penguatan SDM, dan peningkatan pelayanan. Kebijakan ini diperkirakan akan menghasilkan tambahan penerimaan pajak sebesar US$320 miliar dalam 1 dekade ke depan.

Skema pelaporan informasi perpajakan dari lembaga keuangan kepada IRS juga perlu diperbaiki agar IRS memiliki data yang cukup untuk memeriksa dan menindak pengelak pajak. (sap)

Baca Juga: Anggota Partai Ini Dukung Penolakan Hungaria atas Pajak Minimum Global

Topik : penghindaran pajak, pajak internasional, pajak orang kaya, tax avoidance, tax planning, USA

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 03 Juli 2022 | 07:00 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran Pajak Seluruh Sektor Utama Positif, Begini Perinciannya

Sabtu, 02 Juli 2022 | 14:00 WIB
KANADA

Kanada Terbitkan Laporan Estimasi Tax Gap, Nilainya Jumbo

berita pilihan

Rabu, 06 Juli 2022 | 20:30 WIB
PENGADILAN PAJAK

Kasus Covid Naik, Pengadilan Pajak Hentikan Persidangan 7-13 Juli 2022

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:21 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa atas Transaksi Contract Manufacturing yang Tidak Wajar

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Gudang Berikat?

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Kembangkan Aplikasi untuk Unduh Surat Keterangan PPS

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:00 WIB
KP2KP REMBANG

Door to Door Lagi, Petugas Pajak Incar Pelaku UMKM Cek Pelaporan SPT

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:30 WIB
KOREA SELATAN

Inflasi Tertinggi Sejak 1998, Korea Siap-Siap Naikkan Suku Bunga

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:00 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK

Tren Penggunaan Teknologi dalam Peningkatan Kepatuhan Pajak di Dunia

Rabu, 06 Juli 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP BENGKULU DAN LAMPUNG

Ajak UMKM Naik Kelas, Penyuluh DJP Singgung Omzet Tak Kena Pajak