Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

OECD Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 4,7%

A+
A-
1
A+
A-
1
OECD Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 4,7%

Ilustrasi. Dua orang pejalan kaki melintas di depan kantor pusat OECD di Paris, Prancis. (foto: oecd.org)

JAKARTA, DDTCNews – Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksi perekonomian Indonesia akan tumbuh hingga 4,7% pada tahun ini. Proyeksi ini naik dari estimasi sebelumnya yang hanya 4%.

Bila pertumbuhan penularan Covid-19 dapat dikontrol hingga tahun depan dan vaksinasi berjalan lancar, perekonomian diproyeksi dapat kembali ke tren pertumbuhan 5%. Pertumbuhan itu masih akan didorong konsumsi.

"PDB diperkirakan akan tumbuh di sekitar level 5% pada 2021 dan 2022. Perekonomian memulih secara perlahan sejak pertengahan 2020 berkat dukungan dari sisi kebijakan, dibukanya aktivitas ekonomi, dan kondisi global yang mendukung," tulis OECD dalam OECD Economic Outlook: May 2021, dikutip pada Senin (31/5/2021).

Baca Juga: Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD

Meski demikian, terdapat beberapa risiko yang berpotensi menekan laju pemulihan. Bila vaksinasi berjalan lambat, pemerintah tidak dapat segera memperlonggar pembatasan aktivitas. Hal ini berpotensi menghambat pemulihan ekonomi.

OECD memandang laju penularan Covid-19 di Indonesia masih belum sepenuhnya terkontrol meski jumlah kasus memang terus mengalami penurunan sejak April 2021.

Jumlah penduduk yang sudah divaksin hingga saat ini masih tergolong rendah akibat masalah-masalah seperti tertundanya pengiriman, lambatnya produksi, dan adanya penolakan atas vaksin dari pihak-pihak tertentu.

Baca Juga: Swiss Alokasikan Penerimaan dari Pajak Minimum Global ke Daerah

OECD juga menyoroti postur utang pemerintah mengingat masih banyak surat berharga negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah dipegang investor asing dan nonresiden. Hal ini meningkatkan kerentanan Indonesia dari pergeseran kepercayaan investor atas perekonomian domestik.

Meski demikian, ada faktor lain yang berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Percepatan vaksinasi baik di Indonesia maupun secara global berpotensi meningkatkan kembali jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.

Keberadaan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dan terlibatnya Indonesia dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) juga berpotensi meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja lebih tinggi dari yang diestimasi. (kaw)

Baca Juga: Ada Perang Rusia-Ukraina, Hungaria Ogah Terapkan Pajak Minimum Global

Topik : perekonomian Indonesia, PDB, OECD, vaksin, vaksinasi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 31 Mei 2022 | 13:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sri Mulyani Bidik Defisit APBN 2023 Paling Tinggi 2,9 Persen

Sabtu, 28 Mei 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sri Mulyani: Pemanfaatan Fasilitas Impor Vaksin & Alkes Terus Menurun

berita pilihan

Senin, 27 Juni 2022 | 11:45 WIB
SELEKSI HAKIM AGUNG

Uji Kelayakan Calon Hakim Agung Resmi Dimulai Hari Ini

Senin, 27 Juni 2022 | 11:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

23 Kode Akun Pajak dan Jenis Setoran Terbaru

Senin, 27 Juni 2022 | 11:00 WIB
KINERJA FISKAL

Hingga Akhir Mei 2022, Posisi Utang Pemerintah Sentuh Rp7.002 Triliun

Senin, 27 Juni 2022 | 10:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

PPS 3 Hari Lagi Rampung, Ditjen Pajak Tegaskan Tak Ada Perpanjangan

Senin, 27 Juni 2022 | 09:30 WIB
KP2KP NUNUKAN

Wakili Istri Konsultasi PPS, Anggota Polri Ini Datangi Kantor Pajak

Senin, 27 Juni 2022 | 09:00 WIB
DATA PPS HARI INI

Sisa 3 Hari! Rp346 Triliun Harta Diungkap, 178.496 Suket PPS Dirilis

Senin, 27 Juni 2022 | 08:27 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Temukan Data Wajib Pajak Terkait PPS? KPP Wajib Sampaikan ke Sini Dulu

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini