Review
Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 15 Juli 2021 | 15:09 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 10:30 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP NEILMALDRIN NOOR:
Rabu, 14 Juli 2021 | 09:20 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 28 JULI 2021 - 3 AGUSTUS 2021
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:30 WIB
KURS PAJAK 14 JULI 2021-20 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

OECD Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 4,7%

A+
A-
1
A+
A-
1
OECD Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 4,7%

Ilustrasi. Dua orang pejalan kaki melintas di depan kantor pusat OECD di Paris, Prancis. (foto: oecd.org)

JAKARTA, DDTCNews – Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksi perekonomian Indonesia akan tumbuh hingga 4,7% pada tahun ini. Proyeksi ini naik dari estimasi sebelumnya yang hanya 4%.

Bila pertumbuhan penularan Covid-19 dapat dikontrol hingga tahun depan dan vaksinasi berjalan lancar, perekonomian diproyeksi dapat kembali ke tren pertumbuhan 5%. Pertumbuhan itu masih akan didorong konsumsi.

"PDB diperkirakan akan tumbuh di sekitar level 5% pada 2021 dan 2022. Perekonomian memulih secara perlahan sejak pertengahan 2020 berkat dukungan dari sisi kebijakan, dibukanya aktivitas ekonomi, dan kondisi global yang mendukung," tulis OECD dalam OECD Economic Outlook: May 2021, dikutip pada Senin (31/5/2021).

Baca Juga: IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ini Respons BKF

Meski demikian, terdapat beberapa risiko yang berpotensi menekan laju pemulihan. Bila vaksinasi berjalan lambat, pemerintah tidak dapat segera memperlonggar pembatasan aktivitas. Hal ini berpotensi menghambat pemulihan ekonomi.

OECD memandang laju penularan Covid-19 di Indonesia masih belum sepenuhnya terkontrol meski jumlah kasus memang terus mengalami penurunan sejak April 2021.

Jumlah penduduk yang sudah divaksin hingga saat ini masih tergolong rendah akibat masalah-masalah seperti tertundanya pengiriman, lambatnya produksi, dan adanya penolakan atas vaksin dari pihak-pihak tertentu.

Baca Juga: DJBC Bebaskan Bea Masuk dan Pajak Impor Vaksin Covid-19 Rp2,46 Triliun

OECD juga menyoroti postur utang pemerintah mengingat masih banyak surat berharga negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah dipegang investor asing dan nonresiden. Hal ini meningkatkan kerentanan Indonesia dari pergeseran kepercayaan investor atas perekonomian domestik.

Meski demikian, ada faktor lain yang berpotensi memberikan dampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Percepatan vaksinasi baik di Indonesia maupun secara global berpotensi meningkatkan kembali jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.

Keberadaan UU 11/2020 tentang Cipta Kerja dan terlibatnya Indonesia dalam Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) juga berpotensi meningkatkan investasi dan penyerapan tenaga kerja lebih tinggi dari yang diestimasi. (kaw)

Baca Juga: Blueprint OECD Pillar 1 Kompleks, Bagaimana Implementasinya?

Topik : perekonomian Indonesia, PDB, OECD, vaksin, vaksinasi

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 12 Juli 2021 | 19:24 WIB
BELANJA NEGARA

Belanja Vaksin Covid-19 Rp10,2 Triliun, Anda Sudah Ikut Vaksinasi?

Senin, 12 Juli 2021 | 15:44 WIB
EKONOMI DIGITAL

Pengenaan PPh Perusahaan Digital Makin Dekat, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 12 Juli 2021 | 15:06 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Tren Perpajakan Global yang Diikuti Indonesia

Senin, 12 Juli 2021 | 14:48 WIB
KANADA

Negara Ini Dukung Penerapan Tarif Pajak Minimum 15%

berita pilihan

Rabu, 28 Juli 2021 | 13:00 WIB
RESENSI JURNAL

Menilik Kebijakan Insentif Pajak China dalam Hadapi Pandemi Covid-19

Rabu, 28 Juli 2021 | 11:50 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

IMF Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Ini Respons BKF

Rabu, 28 Juli 2021 | 11:00 WIB
SURAT EDARAN MENTERI PAN-RB 16/2021

ASN Sektor Nonesensial WFH 100%, Tjahjo Terbitkan Surat Edaran

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:30 WIB
KANWIL DJP JAKARTA KHUSUS

Ratusan Wajib Pajak Diperiksa, DJP Adakan Edukasi e-Objection

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:17 WIB
INSENTIF PAJAK

Lewat Instagram, Sri Mulyani: Ayo Segera Manfaatkan Insentif Pajak

Rabu, 28 Juli 2021 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

PBB Tunjuk 25 Anggota Baru UN Tax Committee, Ada Perwakilan Indonesia

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

5 PMK Tarif Preferensi Dirilis, DJBC Harap Kinerja Ekspor Meningkat

Rabu, 28 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 28 JULI 2021 - 3 AGUSTUS 2021

Rupiah Berbalik Melemah Terhadap Dolar AS