Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Mulai 1 Juli, Tarif Cukai Barang Ini Dinaikkan

A+
A-
0
A+
A-
0
Mulai 1 Juli, Tarif Cukai Barang Ini Dinaikkan

Menteri Perhubungan Phil Twyford. (foto: pemerintah Selandia baru)

AUCKLAND, DDTCNews—Pemerintah Selandia Baru berencana menaikkan tarif cukai bahan bakar mulai 1 Juli 2020 guna menambah setoran penerimaan negara dalam membiayai pembangunan, termasuk penanganan Covid-19.

"(Kenaikan cukai bensin ini) untuk mendanai infrastruktur agar kota dan wilayah kita berkembang, sekaligus menyelamatkan nyawa," kata Menteri Perhubungan Phil Twyford, Selasa (30/6/2020).

Selain cukai bensin, lanjutnya, pemerintah Selandia Baru juga menaikkan biaya pengguna jalan (road user charges/RUC) untuk kendaraan kecil. Kenaikan ini terakhir kali dilakukan pada Juli 2019.

Baca Juga: Ini Catatan Negara Berkembang Soal Proposal Pajak Digital OECD

Lebih lanjut, tarif cukai bensin akan meningkat 3,5 sen menjadi 70 sen per liter. Sementara itu, biaya pengguna jalan untuk kendaraan kecil seperti mobil dan van akan meningkat 5% dari NZ$72 menjadi NZ$76 per 1.000 km.

Seluruh pendapatan dari cukai bensin dan biaya pengguna jalan itu akan masuk dalam Dana Transportasi Darat Nasional yang kemudian akan digunakan untuk membantu pendanaan perbaikan, serta operasi dan pemeliharaan jaringan transportasi darat.

Namun demikian, lanjut Twyford, kebijakan kenaikan cukai bensin itu tidak berlaku bagi pengendara di Auckland karena mereka masih akan membayar pajak bahan bakar regional sebesar 10 sen.

Baca Juga: Genjot Ekonomi, Pemerintah Siapkan 10 Kawasan Ekonomi Khusus Baru

Departemen Perhubungan juga memperkirakan rumah tangga dengan satu kendaraan yang bepergian 11.500 kilometer per tahun hanya menambah tagihan bahan bakar sekitar NZ$35-NZ$40 per tahun.

"[Kenaikan cukai] Ini akan membantu merangsang ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang akan mendukung pemulihan Selandia Baru dari Covid-19," kata Twyford, dilansir dari Stuff.co.nz.

Sementara itu, ekonom New Zealand Initiative Sam Warburton mengkritik kebijakan tarif cukai bensin tersebut lantaran pemerintah tidak memperhitungkan fakta ada banyak orang tak berpenghasilan, terutama kalangan muda dan mahasiswa. (rig)

Baca Juga: Perusda Soppeng Kantongi Izin KIHT Perdana di Indonesia
Topik : barang kena cukai, cukai bensin, selandia baru, pajak internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Senin, 13 Juli 2020 | 19:01 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 13 Juli 2020 | 18:25 WIB
TIPS PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO
Senin, 13 Juli 2020 | 17:41 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Senin, 13 Juli 2020 | 17:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 17:07 WIB
SURAT BERHARGA NEGARA
Senin, 13 Juli 2020 | 16:15 WIB
INSENTIF PAJAK