Berita
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Review
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 14:14 WIB
KONSULTASI PAJAK
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 17:13 WIB
ANALISIS PAJAK
Rabu, 14 Oktober 2020 | 14:17 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 17:06 WIB
STATISTIK PAJAK DIGITAL
Rabu, 21 Oktober 2020 | 17:02 WIB
STATISTIK SISTEM PAJAK
Rabu, 21 Oktober 2020 | 09:24 WIB
KURS PAJAK 21 OKTOBER - 27 OKTOBER 2020
Komunitas
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Reportase

Memandang Penelitian Perpajakan dengan Perspektif Baru

A+
A-
3
A+
A-
3
Memandang Penelitian Perpajakan dengan Perspektif Baru

PERPAJAKAN merupakan subjek penelitian lintas disiplin ilmu, mulai dari akuntansi, hukum, ekonomi, politik, psikologi, sejarah, hingga teknologi dan informasi. Namun, kenyataannya, penelitian terkait dengan perpajakan sebagai suatu fenomena sosial dan kelembagaan masih sering kali diabaikan.

Buku berjudul Taxation: A fieldwork Research Handbook yang disusun oleh Profesor Lynne Oats ini membuka jalan baru eksplorasi dalam penelitian perpajakan. Buku ini memberikan gambaran tentang penelitian perpajakan yang dilakukan dalam ranah praktik sosial atau kelembagaan.

Pertama, penulis memperkenalkan perpajakan sebagai bidang penelitian potensial untuk semua ilmuwan sosial. Kedua, penulis menjelaskan masalah metodologis yang berkaitan dengan penelitian perpajakan.

Baca Juga: Hipmi Harap Aturan Turunan Klaster Perpajakan Bisa Dirilis Tahun Ini

Ketiga, buku ini dapat memberikan inspirasi bagi peneliti perpajakan untuk memperluas cakupan penelitian mereka. Keempat, buku ini mendorong para peneliti untuk berpikir dengan sudut pandang ataupun pendekatan yang berbeda terkait perpajakan.

Pada bagian awal, penulis mencoba memperkenalkan beberapa perdebatan tentang filosofis dasar penelitian ilmu sosial. Khusus untuk perpajakan, penulis tidak ingin menempuh jalur persinggungan paradigma seperti yang terjadi pada penelitian bisnis dan manajemen, termasuk di dalamnya penelitian akuntansi.

Penulis menekankan bahaya dari hasil penelitian yang didasari asumsi (underlying assumptions). Hal ini berujung pada keterbatasan suatu temuan penelitian. Alhasil, keyakinan filosofis tersebut tetap dipakai untuk menjadi suatu ‘klaim kebenaran’. Bukan hanya dari kalangan akademisi, melainkan juga dari kalangan pemangku kebijakan yang menjadikan temuan sebagai basis pengambilan keputusan.

Baca Juga: Pemanfaatan Fasilitas Impor Barang Penanganan Covid-19 Melambat

Penulis juga menyoroti perlunya penelitian perpajakan yang kritis dan berkaitan dengan isu kekuasaan. Menurutnya, kekuasaan tidak hanya dapat memengaruhi bentuk otoritas perpajakan dan kebijakan yang mereka kembangkan dan terapkan, tetapi juga dapat memengaruhi bentuk sistem perpajakan.

Hal lain yang menarik, buku ini juga memuat contoh penelitian yang menghasilkan temuan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan di Inggris dalam menganalisis hubungan antara wajib pajak badan dengan otoritas pajak di Inggris.

Dalam studi tersebut, peneliti melakukan survei wawancara terhadap direktur bagian perpajakan di sebanyak 30 perusahaan di survei utama dan 9 perusahaan di survei sebagai survei pilot.

Baca Juga: Mengulas Ekonomi Digital sebagai Lanskap Baru Perpajakan Internasional

Penulis mengemukakan beberapa kekurangan, yakni responden yang tidak dipilih secara acak, proporsi ukuran perusahaan yang tidak seimbang, serta responden yang tidak memiliki divisi pajak melainkan memakai jasa outsource dalam menangani persoalan-persoalan perpajakan.

Secara garis besar, tujuan dari buku ini tak lain ialah untuk menginspirasi arah baru dalam penelitian perpajakan. Kemudian, buku ini ditulis untuk mendorong para akademisi melepaskan diri dari apa yang sering dianggap sebagai cara yang benar dalam melakukan penelitian pajak.

Buku ini juga mendorong pertimbangan cara-cara alternatif dari isu perpajakan sebagai subjek penyelidikan. Selain itu, peneliti juga didorong untuk dapat melakukan refleksi pada landasan filosofis agar tetap konsisten diterapkan di tiap-tiap tahapan penelitian, khususnya menyangkut pengumpulan data serta analisis.

Baca Juga: Wow, Lapor SPT Pajak Penghasilan Badan di Negara Ini Cukup 5 Menit

Perpajakan di dalam masyarakat modern tidak hanya menjadi mekanisme penambah pendapatan, tetapi juga merupakan alat kekuasaan yang digunakan untuk mempengaruhi aktor-aktor sosial. Oleh karena itu, buku ini menjadi bacaan bermanfaat bagi para peneliti ilmu sosial dan perpajakan yang tertarik mendalami perpajakan dari sudut pandang yang baru.

Tertarik membaca buku ini? Silakan datang ke DDTC Library!

Baca Juga: E-Book Konsep dan Aplikasi PPh Tersedia Gratis di Sini
Topik : buku, buku pajak, penelitian, perpajakan, DDTC Library
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 13 Oktober 2020 | 13:33 WIB
UU CIPTA KERJA
Selasa, 13 Oktober 2020 | 10:58 WIB
PMK 149/2020
Senin, 12 Oktober 2020 | 16:23 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
Senin, 12 Oktober 2020 | 15:28 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
berita pilihan
Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 14:01 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:15 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 28 Oktober 2020 | 13:00 WIB
PROVINSI GORONTALO
Rabu, 28 Oktober 2020 | 12:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Rabu, 28 Oktober 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:30 WIB
BAHAMA
Rabu, 28 Oktober 2020 | 10:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 28 Oktober 2020 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 28 OKTOBER - 3 NOVEMBER 2020