Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Memandang Penelitian Perpajakan dengan Perspektif Baru

A+
A-
3
A+
A-
3
Memandang Penelitian Perpajakan dengan Perspektif Baru

PERPAJAKAN merupakan subjek penelitian lintas disiplin ilmu, mulai dari akuntansi, hukum, ekonomi, politik, psikologi, sejarah, hingga teknologi dan informasi. Namun, kenyataannya, penelitian terkait dengan perpajakan sebagai suatu fenomena sosial dan kelembagaan masih sering kali diabaikan.

Buku berjudul Taxation: A fieldwork Research Handbook yang disusun oleh Profesor Lynne Oats ini membuka jalan baru eksplorasi dalam penelitian perpajakan. Buku ini memberikan gambaran tentang penelitian perpajakan yang dilakukan dalam ranah praktik sosial atau kelembagaan.

Pertama, penulis memperkenalkan perpajakan sebagai bidang penelitian potensial untuk semua ilmuwan sosial. Kedua, penulis menjelaskan masalah metodologis yang berkaitan dengan penelitian perpajakan.

Baca Juga: Anti Pusing! Akses Kanal Rekap Aturan Perpajakan ID di Sini

Ketiga, buku ini dapat memberikan inspirasi bagi peneliti perpajakan untuk memperluas cakupan penelitian mereka. Keempat, buku ini mendorong para peneliti untuk berpikir dengan sudut pandang ataupun pendekatan yang berbeda terkait perpajakan.

Pada bagian awal, penulis mencoba memperkenalkan beberapa perdebatan tentang filosofis dasar penelitian ilmu sosial. Khusus untuk perpajakan, penulis tidak ingin menempuh jalur persinggungan paradigma seperti yang terjadi pada penelitian bisnis dan manajemen, termasuk di dalamnya penelitian akuntansi.

Penulis menekankan bahaya dari hasil penelitian yang didasari asumsi (underlying assumptions). Hal ini berujung pada keterbatasan suatu temuan penelitian. Alhasil, keyakinan filosofis tersebut tetap dipakai untuk menjadi suatu ‘klaim kebenaran’. Bukan hanya dari kalangan akademisi, melainkan juga dari kalangan pemangku kebijakan yang menjadikan temuan sebagai basis pengambilan keputusan.

Baca Juga: Ini 3 Tantangan Penerimaan Perpajakan yang Bakal Dihadapi pada 2023

Penulis juga menyoroti perlunya penelitian perpajakan yang kritis dan berkaitan dengan isu kekuasaan. Menurutnya, kekuasaan tidak hanya dapat memengaruhi bentuk otoritas perpajakan dan kebijakan yang mereka kembangkan dan terapkan, tetapi juga dapat memengaruhi bentuk sistem perpajakan.

Hal lain yang menarik, buku ini juga memuat contoh penelitian yang menghasilkan temuan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Sebagai contoh, penelitian yang dilakukan di Inggris dalam menganalisis hubungan antara wajib pajak badan dengan otoritas pajak di Inggris.

Dalam studi tersebut, peneliti melakukan survei wawancara terhadap direktur bagian perpajakan di sebanyak 30 perusahaan di survei utama dan 9 perusahaan di survei sebagai survei pilot.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Pendapatan Negara 2023 Capai 11,7 Persen dari PDB

Penulis mengemukakan beberapa kekurangan, yakni responden yang tidak dipilih secara acak, proporsi ukuran perusahaan yang tidak seimbang, serta responden yang tidak memiliki divisi pajak melainkan memakai jasa outsource dalam menangani persoalan-persoalan perpajakan.

Secara garis besar, tujuan dari buku ini tak lain ialah untuk menginspirasi arah baru dalam penelitian perpajakan. Kemudian, buku ini ditulis untuk mendorong para akademisi melepaskan diri dari apa yang sering dianggap sebagai cara yang benar dalam melakukan penelitian pajak.

Buku ini juga mendorong pertimbangan cara-cara alternatif dari isu perpajakan sebagai subjek penyelidikan. Selain itu, peneliti juga didorong untuk dapat melakukan refleksi pada landasan filosofis agar tetap konsisten diterapkan di tiap-tiap tahapan penelitian, khususnya menyangkut pengumpulan data serta analisis.

Baca Juga: Cara Membandingkan P3B Indonesia dengan Negara Mitra di Perpajakan ID

Perpajakan di dalam masyarakat modern tidak hanya menjadi mekanisme penambah pendapatan, tetapi juga merupakan alat kekuasaan yang digunakan untuk mempengaruhi aktor-aktor sosial. Oleh karena itu, buku ini menjadi bacaan bermanfaat bagi para peneliti ilmu sosial dan perpajakan yang tertarik mendalami perpajakan dari sudut pandang yang baru.

Tertarik membaca buku ini? Silakan datang ke DDTC Library!

Baca Juga: Tak Mau Temui Petugas Pajak yang Berkunjung, Siap-Siap Konsekuensinya
Topik : buku, buku pajak, penelitian, perpajakan, DDTC Library

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Kamis, 28 April 2022 | 12:11 WIB
MUSRENBANGNAS 2022

Musrenbangnas 2022, Jokowi Serukan Optimalisasi Penerimaan Perpajakan

Rabu, 27 April 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Repatriasi Harta dalam Konteks Perpajakan ?

Rabu, 27 April 2022 | 14:55 WIB
PERATURAN PAJAK

Simak Tutorial Cara Menggunakan Platform Perpajakan ID di Sini

Rabu, 27 April 2022 | 13:35 WIB
PERATURAN PAJAK

Dokumen Peraturan Daerah Kini Tersedia di Platform Perpajakan ID

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir