Review
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Jum'at, 29 Mei 2020 | 05:58 WIB
Seri Tax Control Framework (11)
Kamis, 28 Mei 2020 | 05:22 WIB
Seri Tax Control Framework (10)
Rabu, 27 Mei 2020 | 06:06 WIB
Seri Tax Control Framework (9)
Fokus
Literasi
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:56 WIB
KAMUS PERPAJAKAN
Jum'at, 29 Mei 2020 | 17:43 WIB
TIPS E-FAKTUR
Jum'at, 29 Mei 2020 | 16:29 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 29 Mei 2020 | 13:30 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN BANYUWANGI
Data & alat
Rabu, 27 Mei 2020 | 15:03 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Minggu, 24 Mei 2020 | 12:00 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Jum'at, 22 Mei 2020 | 10:08 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Rabu, 20 Mei 2020 | 09:59 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase

Lonjakan Target Pajak Dikeluhkan

A+
A-
0
A+
A-
0
Lonjakan Target Pajak Dikeluhkan

KASONGAN, DDTCNews — Kepala Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah Krisno Aminoto mengaku kewalahan memenuhi target penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB) yang terus naik setiap tahunnya.

Kebutuhan belanja daerah yang semakin naik diklaim menjadi penyebab kenaikan target setoran PKB setiap tahunnya. Tahun ini, target penerimaan PKB dipatok sebesar Rp21 miliar atau naik Rp3 miliar dibandingkan dengan tahun lalu.

Di wilayah seluas 17.500 km persegi ini terdapat beberapa wilayah yang sulit dijangkau, akibatnya menghambat proses pemungutan PKB. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat untuk membayar PKB masih tergolong rendah.

Baca Juga: Pendapatan DKI Turun Rp40 Triliun, Anies: Pertama dalam Sejarah

Samsat Katingan telah melakukan berbagai upaya, seperti praktik jemput bola dengan mendatangi beberapa kecamatan terdekat yang hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat. “Terus terang kita dibebani target yang tinggi dari sektor PBB,” kata Krisno.

Beberapa wilayah yang sulit dijangkau seperti, Kecamatan Tewang Sangalang Garing, Pulau Malan, Katingan Tengah, dan Kamipang. Diketahui sekitar 60% wilayah Katingan masih berupa hutan belukar dan hutan lebat, sebagian besar digunakan untuk perkebunan.

Sebagaimana dikutip prokal.co, hingga kini upaya jemput bola belum mampu menghasilkan penerimaan yang optimal. Menurut Krisno, dibutuhkan upaya bersama untuk bisa merealisasikan target tersebut.

Baca Juga: Simak Profil Pajak Kabupaten yang Punya Pelayanan Publik Terinovatif

Sebab, masalah itu tidak bisa terus dibiarkan begitu saja. "Perlu ada solusi pasti baik dari pihak Samsat maupun Pemkab Katingan," pungkasnya. (Bsi)

Topik : pajak daerah, katingan, PKB
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 18 Mei 2020 | 18:46 WIB
KABUPATEN BADUNG
Senin, 18 Mei 2020 | 13:34 WIB
KABUPATEN BEKASI
Minggu, 17 Mei 2020 | 11:00 WIB
KOTA PEKANBARU
Minggu, 17 Mei 2020 | 09:00 WIB
KABUPATEN LEBAK
berita pilihan
Minggu, 31 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 31 Mei 2020 | 09:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Minggu, 31 Mei 2020 | 08:00 WIB
AUDIT BPK
Minggu, 31 Mei 2020 | 07:00 WIB
RESTITUSI PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:47 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 30 Mei 2020 | 10:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 30 Mei 2020 | 09:00 WIB
PMK 56/2020
Sabtu, 30 Mei 2020 | 08:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Sabtu, 30 Mei 2020 | 07:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN