Fokus
Data & Alat
Rabu, 26 Januari 2022 | 08:11 WIB
KURS PAJAK 26 JANUARI - 1 FEBRUARI 2022
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Ketiban Cuan, Perusahaan Energi Dikenai Pajak Korporasi Lebih Tinggi

A+
A-
0
A+
A-
0
Ketiban Cuan, Perusahaan Energi Dikenai Pajak Korporasi Lebih Tinggi

Ilustrasi.

ROMA, DDTCNews - Italia memberikan sinyal untuk menaikkan tarif pajak korporasi terhadap perusahaan sektor energi. Alasannya, sektor ini meraup keuntungan cukup besar akibat lonjakan harga komoditas energi beberapa waktu terakhir.

"Saya kira pemerintah akan menuju ke arah situ," ujar Menteri Perindustrian Italia Giancarlo Giorgetti, dikutip Jumat (14/1/2022).

Langkah ini bukan yang pertama kali bagi Italia. Pada tahun 2008, Italia pernah meningkatkan tarif pajak atas perusahaan minyak bumi di tengah terjadinya kenaikan harga atas komoditas tersebut.

Baca Juga: Dapat Resititusi Pajak Rp1,3 T, Warga Kota Ini Tak Rasakan Manfaatnya

"Laba berlebih yang diterima harus memberikan kontribusi terhadap penerimaan pajak secara umum dan membantu mereka yang membutuhkan," ujar Giorgetti seperti dilansir thestar.com.my.

Untuk diketahui, harga energi khususnya gas terus mengalami peningkatan. Akibat adanya kekhawatiran atas suplai gas dari Rusia dan rendahnya cadangan gas, permintaan di Eropa mengalami peningkatan.

Tak hanya Italia, negara-negara lain di Eropa sedang menyiapkan berbagai kebijakan untuk memberikan perlindungan kepada rumah tangga dan industri di tengah kenaikan harga gas.

Baca Juga: Terbit Surat Edaran Soal P3B, KPP Diminta Samakan Pemahaman

Usulan mengenai intensifikasi pajak atas perusahaan yang menikmati windfall tak hanya diusulkan oleh politisi di Italia. Sebelumnya, Partai Buruh di Inggris juga memberikan usulan yang senada kepada pemerintah.

Partai Buruh mengusulkan tambahan pajak korporasi dengan tarif sebesar 10%. Dengan pajak tersebut, pemerintah memiliki dana yang cukup untuk menghapuskan PPN sebesar 5% yang dikenakan atas energi listrik dan gas.

Menurut penghitungan Partai Buruh, pemerintah dapat meningkatkan subsidi energi dari GBP140 menjadi GBP400 per tahun dan memangkas biaya energi yang ditanggung oleh rumah tangga hingga GBP200 melalui pajak tersebut. (sap)

Baca Juga: Sambut Pajak Minimum Global, Insentif Pengganti Tax Holiday Belum Siap

Topik : pajak internasional, pajak energi, pajak migas, PPh badan, pajak korporasi, Italia

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 23 Januari 2022 | 12:00 WIB
KOREA SELATAN

Otoritas Pajak Diminta Gencarkan Pemeriksaan di Sektor Properti

Minggu, 23 Januari 2022 | 10:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Percepat Penyaluran Stimulus, Parlemen Minta Urusan SPT Diprioritaskan

Minggu, 23 Januari 2022 | 09:30 WIB
FILIPINA

DPR Setujui Pemberian Insentif Pajak untuk Sineas dan Musisi

berita pilihan

Kamis, 27 Januari 2022 | 18:41 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Wajib Pajak UMKM Bisa Catat Omzet dan Buat Kode Billing di Fitur Ini

Kamis, 27 Januari 2022 | 18:30 WIB
KPP PRATAMA PAREPARE

Giliran Nasabah Bank Jadi Sasaran Petugas Pajak Promosikan PPS

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:49 WIB
KOTA BANJARMASIN

Perda Baru Dirancang, Atur Pungutan Pajak Atas Perdagangan Online

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Terbit Surat Edaran Soal P3B, KPP Diminta Samakan Pemahaman

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Terlalu Sering Ditanya Soal Pajak Kendaraan, Begini Jawaban DJP

Kamis, 27 Januari 2022 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Simak! Ini Deret Stimulus untuk Pulihkan Sektor Otomotif dan Properti

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Setoran PPh Pasal 21 Naik, Kemenkeu: Upah Pegawai Mulai Membaik

Kamis, 27 Januari 2022 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Sambut Pajak Minimum Global, Insentif Pengganti Tax Holiday Belum Siap