Fokus
Literasi
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

Kerap Dikritik Soal Utang, Begini Respons Sri Mulyani

A+
A-
2
A+
A-
2
Kerap Dikritik Soal Utang, Begini Respons Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan mencatat kinerja keseimbangan primer per Maret 2022 mengalami surplus sampai dengan Rp94,7 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kinerja keseimbangan primer per Maret 2022 yang mengalami surplus hingga Rp94,7 triliun merupakan kabar baik. Menurutnya, surplus tersebut mencerminkan kinerja APBN yang menguat.

"Kan banyak orang sering membuat statement mengenai kondisi APBN dan utang. Coba kita lihat, keseimbangan primer kita surplus Rp94,7 triliun. Ini prestasi luar biasa karena tahun lalu itu defisit Rp65,3 triliun. Artinya, ada pembalikan 245%," katanya, Rabu (20/4/2022).

Baca Juga: Dukung Energi Terbarukan, 12 Perusahaan Ini Dapat Fasilitas Kepabeanan

Keseimbangan primer merupakan selisih dari pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang. Jika keseimbangan primer positif atau surplus maka pemerintah memiliki dana yang cukup untuk membayar bunga utang.

Sejalan dengan itu, APBN juga mencetak surplus Rp10,3 triliun per Maret 2022. Realisasi tersebut berbanding terbalik dengan posisi APBN per Maret 2021 yang mengalami defisit senilai Rp143,7 triliun.

"Karena surplus, pembiayaan utang kita merosot tajam," ujar Sri Mulyani.

Baca Juga: Keterbukaan Informasi Perpajakan Punya Peran dalam Menekan Korupsi

Sementara itu, realisasi pembiayaan mencapai Rp139,4 triliun atau turun 58,1% dibandingkan dengan pembiayaan per Maret 2021 senilai Rp332,8 triliun. Menurut menkeu, penurunan pembiayaan itu juga mencerminkan kinerja APBN yang terus pulih.

"Dengan surplus ini, kita mempunyai sisa anggaran lebih atau cash senilai Rp149,7 triliun," tutur Sri Mulyani.

Meski demikian, Sri Mulyani memberikan catatan atas belanja negara yang mengalami kontraksi. Secara umum, belanja negara hanya terealisasi senilai Rp490,6 triliun atau turun 6,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Banyak yang Makin Kaya Selama Pandemi, Negara Ini Pajaki Barang Mewah

Menkeu juga menyoroti belanja kementerian/lembaga (K/L) yang hanya terealisasi Rp150 triliun atau turun 25,6%. Dia pun meminta KL untuk lebih memacu belanja yang sudah tercantum dalam rencana belanja masing-masing.

"Dengan adanya bansos dan THR, kita akan melihat peningkatan. Mudah-mudahan terkompensasi," ujar Sri Mulyani. (rig)

Baca Juga: NIK Sebagai NPWP, Pemerintah Siapkan Mitigasi Kebocoran Data WP
Topik : menkeu sri mulyani, keseimbangan primer, APBN 2022, surplus anggaran, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Senin, 08 Agustus 2022 | 13:30 WIB
PMK 114/2022

Fitur Permohonan Insentif PPh Pasal 25 Sudah Tersedia di DJP Online

Senin, 08 Agustus 2022 | 12:55 WIB
KINERJA FISKAL

Kemenkeu Prediksi Defisit APBN 2022 akan Lebih Kecil dari 3,92%

Senin, 08 Agustus 2022 | 11:45 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Hingga Juli 2022, APBN Cetak Surplus Rp106,1 Triliun

Senin, 08 Agustus 2022 | 10:45 WIB
AMERIKA SERIKAT

Biden Harap DPR Segera Sepakati Pajak Korporasi Minimum 15 Persen

berita pilihan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Dukung Energi Terbarukan, 12 Perusahaan Ini Dapat Fasilitas Kepabeanan

Kamis, 11 Agustus 2022 | 08:26 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

NIK Sebagai NPWP, Bagaimana DJP Jaga Keamanan Data Wajib Pajak?

Rabu, 10 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Keterbukaan Informasi Perpajakan Punya Peran dalam Menekan Korupsi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:45 WIB
KEBIJAKAN KEPABEANAN

Menyimak Lagi Siasat DJBC Lindungi Perusahaan dari Pukulan Pandemi

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Nomor Identitas Tempat Kegiatan Usaha?

Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:05 WIB
PER-03/PJ/2022

Upload Faktur Pajak Muncul Eror ETAX-API-10041, Perhatikan Tanggalnya

Rabu, 10 Agustus 2022 | 16:10 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

DJP Kembangkan CRM-BI, Data Keuangan dan Aset Wajib Pajak Berperan

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:30 WIB
PMK 112/2022

NIK Jadi NPWP Bisa Dorong Standardisasi Identitas, Ini Alasannya

Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:09 WIB
PER-03/PJ/2022

Isi Keterangan Jenis Barang dalam Faktur Pajak? Begini Ketentuannya