Review
Jum'at, 27 Januari 2023 | 08:00 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (2)
Kamis, 26 Januari 2023 | 15:53 WIB
MENDESAIN PAJAK NATURA DAN KENIKMATAN (1)
Kamis, 26 Januari 2023 | 14:40 WIB
KONSULTASI PERPAJAKAN
Rabu, 25 Januari 2023 | 17:15 WIB
LAPORAN DARI AUSTRALIA
Fokus
Data & Alat
Rabu, 25 Januari 2023 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 25 JANUARI - 31 JANUARI 2023
Rabu, 18 Januari 2023 | 09:03 WIB
KURS PAJAK 18 JANUARI - 24 JANUARI 2023
Rabu, 11 Januari 2023 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 11 JANUARI - 17 JANUARI 2022
Rabu, 04 Januari 2023 | 09:11 WIB
KURS PAJAK 04 JANUARI - 10 JANUARI 2023
Reportase

Kemenkeu Resmikan Kantor Bersama Ekspor, Apa Itu?

A+
A-
5
A+
A-
5
Kemenkeu Resmikan Kantor Bersama Ekspor, Apa Itu?

Sekjen Kemenkeu Hadiyanto. 

JAKARTA, DDTCNews – Kemenkeu membentuk kantor bersama untuk melayani para eksportir. Sektor UMKM menjadi sasaran utama dari pembentukan kantor bersama ini.

Sekjen Kemenkeu Hadiyanto mengatakan peresmian Kantor Bersama Ekspor dimaksudkan memberikan pelayanan yang optimal kepada eksportir. Hal ini untuk memudahkan koordinasi antara pemangku kepentingan dalam memberikan kemudahan akses informasi bagi para eksportir.

“Kantor Bersama Ekspor ini untuk menciptakan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Nantinya, setiap hal-hal yang harus dan segera dikomunikasikan terkait ekspor dapat menjadi lebih mudah dengan adanya keberadaan Kantor Bersama Ekspor," katanya di Kantor INSW, Rabu (15/1/2020).

Baca Juga: Apa Itu Open Account dalam Kegiatan Ekspor-Impor?

Tahap pertama operasi Kantor Bersama Ekspor ini adalah mengonsolidasikan berbagai aspek kewajiban yang harus di penuhi eksportir dari sisi perpajakan. Dalam unit pelayanan yang berlokasi di kantor Indonesia National Single Window (INSW) ini, eksportir akan mendapat pelayanan dan informasi dari Ditjen Pajak (DJP) dan Ditjen Bea dan Cukai (DJBC).

Kemudian, opsi pembiayaan juga bisa dilakukan dengan menggunakan BLU Kemenkeu yakni Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Ke depannya, pelayanan untuk eksportir tidak hanya akan dilakukan pada lingkup Kemenkeu.

Pelayanan kepada eksporti dalam Kantor Bersama Ekspor ini akan diperluas dari sisi kementerian/lembaga (K/L) terkait seperti Karantina dan Perhubungan.

Baca Juga: Komisi Yudisial dan Ditjen Pajak Teken Perjanjian Kerja Sama

"Kita akan aja kerja sama K/L terkait agar semakin banyak jumlah layananya," ungkapnya.

Secara umum, Hadiyanto menjelaskan tiga tujuan utama dari dibentuknya Kantor Bersama Ekspor. Pertama, penyediaan akses informasi berupa integrasi informasi dari berbagai pemangku kepentingan atau K/L yang terlibat dengan kegiatan proses bisnis ekspor. Untuk poin pertama ini secara khusus didedikasikan kepada eksportir UMKM.

Kedua, kantor bersama sebagai sarana eksportir khususnya UMKM memperoleh akses pembiayaan. Pelaku ekspor UMKM merupakan salah satu fokus dalam pencapaian kenaikan ekspor nasional mengingat jumlah pelaku UMKM yang ada di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

Baca Juga: Pembetulan SPT Tahunan Sebabkan Kurang Bayar? Perhatikan Sanksinya

Ketiga, pemberian akses pasar. Kantor bersama ditujukan memperluas jangkauan pasar ekspor nasional. Melalui Kantor Bersama Ekspor ini, pelaku UMKM bisa mendapatkan pengetahuan atau wawasan (insight) atas potensi pasar baru untuk memasarkan produk-produk unggulan mereka.

“Asistensi tidak hanya berhenti informasi tapi kita juga harus mempunyai database pasar yang bisa dimasuki, selain pasar ekspor nontradisional," imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Pelaku Usaha Gencar Ekspansi, Sri Mulyani Harap Tetap Patuh Pajak

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : Kantor Bersama Ekspor, ekspor, Kemenkeu, DJP, DJBC

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 25 Januari 2023 | 18:00 WIB
KP2KP MARISA

Sebelum Validasi NIK sebagai NPWP, WP Perlu Siapkan Data-Data Ini

Rabu, 25 Januari 2023 | 16:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Susun Daftar Prioritas Pengawasan, DJP Optimalkan Data Analytics

Rabu, 25 Januari 2023 | 16:13 WIB
KANWIL DJP JAWA TIMUR II

DJP Jatim II Imbau Wajib Pajak Segera Lakukan Pemadanan NIK-NPWP

Rabu, 25 Januari 2023 | 16:00 WIB
KEBIJAKAN CUKAI

Ada Perubahan Aturan, DJBC Buka Forum Asistensi bagi Pengusaha Rokok

berita pilihan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:30 WIB
KOREA SELATAN

Partai Oposisi Usulkan Pengenaan Windfall Tax untuk Danai Stimulus

Sabtu, 28 Januari 2023 | 10:00 WIB
PMK 203/2017

Pembebasan Bea Masuk US$500 Diberikan Per Penumpang, Bukan Per Barang

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Insentif Atas Impor Alkes dan Vaksin Covid Selama 3 Tahun Tembus Rp3 T

Sabtu, 28 Januari 2023 | 09:00 WIB
KABUPATEN BELITUNG

WP Bandel, Pajak Hilang dari Bisnis Sarang Burung Walet Capai Rp10 M

Sabtu, 28 Januari 2023 | 08:45 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

SPT Tahunan Badan Tak Bisa Pakai e-SPT, e-Form Belum Tampung PTKP UMKM

Sabtu, 28 Januari 2023 | 07:30 WIB
SELEBRITAS

Wah! Yayan Ruhian 'Mad Dog' Datangi Kantor Pajak, Ada Apa Nih?

Sabtu, 28 Januari 2023 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK

Pajak Kita untuk Wujudkan Cita-Cita Bangsa

Jum'at, 27 Januari 2023 | 18:07 WIB
KEPATUHAN PAJAK

Dirjen Pajak Ingatkan WP Lapor SPT Tahunan, Jangan Mepet Deadline

Jum'at, 27 Januari 2023 | 18:00 WIB
KABUPATEN PROBOLINGGO

Cetak SPPT Lebih Awal, Pemda Harap Target Setoran PBB Segera Tercapai