Fokus
Data & Alat
Rabu, 26 Januari 2022 | 08:11 WIB
KURS PAJAK 26 JANUARI - 1 FEBRUARI 2022
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Reportase
Perpajakan.id

Jaga Pasar Dalam Negeri, Tarif Cukai Liquid Vape Turun 90%

A+
A-
1
A+
A-
1
Jaga Pasar Dalam Negeri, Tarif Cukai Liquid Vape Turun 90%

ROMA, DDTCNews – Pemerintah Italia sepakat untuk mengurangi tarif cukai hingga 90% pada cairan rokok elektrik (liquid vape) yang tidak mengandung nikotin, sedangkan penurunan 80% berlaku untuk liquid vape yang mengandung nikotin.

Seperti diberitakan Vaping Post, amandemen beleid kebijakan penurunan tarif cukai liquid vape telah berada di Komite Keuangan Senat Filipina. Pemerintah menurunkan tarif cukai tersebut secara signifikan dari sebelumnya berlaku 40 sen per mililiter nikotin.

“Ke depannya, tarif ini akan berkisar 4 sen per mililiter liquid vape tanpa nikotin, serta 8 sen per mililiter liquid vape mengandung nikotin, sebelumnya pemerintah mengenakan cukai sebesar 40 sen per mililiter,” demikian isi kebijakan TPD yang diusung oleh Komite Eropa, Senin (3/12).

Baca Juga: Bikin Faktur Pajak Fiktif dan Palsukan Data SPT, 4 Orang Ditangkap

Mulai saat ini, produsen harus mematuhi aturan The Tobacco Product Directive (TPD) dan hanya bisa menjual liquid cape bernikotin dengan kandungan konsentrasinya maksimal 20 miligram per mililiter.

TPD sendiri merupakan legal framework yang diusung Dewan Komite Eropa Kesehatan Masyarakat dan Keamanan Makanan (ENVI) untuk mengatur produk tembakau di Eropa. Karena produk tersebut mengandung nikotin, kebijakan tersebut mampu mencakupi rokok elektrik dan liquid vape.

Dari segi penjualan, produsen e-cigarette akan bisa melakukan penjualan liquid vape secara online usai mendaftarkan diri ke otoritas bea dan cukai.Adapun peraturan serupa juga berlaku untuk nikotin yang dijual di pasar dalam bentuk seperti bubuk, gel atau kapsul.

Baca Juga: Ketiban Cuan, Perusahaan Energi Dikenai Pajak Korporasi Lebih Tinggi

Sementara itu, pengecer akan didenda sebanyak EUR150.000 (senilai Rp2,42 miliar) dan otorisasi Autonomous Administration of the State (AAMS) akan dicabut oleh pemerintah. Kemudian penjual liquid vape tanpa otorisasi AAMS akan dianggap sebagai penyelundupan dan dikenakan denda.

Penurunan tarif cukai liquid vape dilakukan karena adanya pertimbangan konsumen Italia berpotensi memilih pasar luar negeri dengan tarif cukai yang lebih rendah hanya untuk membeli cairan rokok elektrik tersebut. (Amu)

Baca Juga: Rancangan Anggaran 2022 Direvisi, Wajib Pajak Nikmati Beragam Insentif
Topik : berita pajak internasional, cukai vape, italia

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

berita pilihan

Jum'at, 28 Januari 2022 | 19:30 WIB
KANWIL DJP ACEH

Terbitkan Faktur Pajak Fiktif, Dua Tersangka Diserahkan ke Kejari

Jum'at, 28 Januari 2022 | 19:00 WIB
JEPANG

Tax Ratio Jepang Masih Rendah, IMF Sarankan Tarif PPN Dinaikkan

Jum'at, 28 Januari 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas?

Jum'at, 28 Januari 2022 | 18:00 WIB
FILIPINA

Jelang Pemilu Presiden, Honor Buat Guru Diusulkan Bebas Pajak

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:30 WIB
KOTA MANADO

Pemkot Beri Hadiah Sepeda Motor untuk Wajib Pajak Patuh

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:27 WIB
PENANGANAN COVID-19

Kasus Omicron Terus Bergerak Naik, Begini Pesan Jokowi

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:04 WIB
PROFIL PAJAK KABUPATEN INDRAMAYU

Simak di Sini, Profil Pajak Salah Satu Daerah Penghasil Beras Nasional

Jum'at, 28 Januari 2022 | 17:00 WIB
INVESTASI

Aliran Investasi ke Sektor Manufaktur Mulai Membaik, Ini Catatan BKPM

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:49 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Promosi PPS Makin Kencang, Petugas Pajak Datangi Usaha Studio Foto

Jum'at, 28 Januari 2022 | 16:30 WIB
AMERIKA SERIKAT

Pajak Tinggi Tak Mampu Seret Elon Musk dari Posisi Orang Terkaya Dunia