Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Irlandia Sepakati Konsensus Global, Akankah Google Cs Betah?

A+
A-
0
A+
A-
0
Irlandia Sepakati Konsensus Global, Akankah Google Cs Betah?

Ilustrasi.

DUBLIN, DDTCNews – Posisi Dublin sebagai 'duplikat Silicon Valley' mulai goyah. Dengan tarif pajak cukup rendah, Irlandia memang menjadi magnet bagi banyak perusahaan teknologi dunia. Mark Zuckenberg hingga Elon Musk berlomba-lomba untuk mendirikan markas perusahaan mereka di ibukota Irlandia tersebut.

Namun situasi berpeluang berubah ke depannya. Goyahnya status Dublin sebagai lokasi favorit perusahaan teknologi disebabkan keikutsertaan Irlandia dalam konsensus global. Kesepakatan ini membuat tarif pajak penghasilan (PPh) badan menjadi naik. dari semula 12,5% menjadi 15%.

"Akan ada potensi hilangnya penerimaan negara hingga 2 miliar euro per tahun karena kenaikan tarif ini," Menteri Keuangan Irlandia Paschal Donohoe, dikutip Senin (25/10/2021).

Baca Juga: Aturan Penyusutan Aset Direvisi, Klaim Pajak Bisa Hingga Rp1,73 Miliar

Sebagian ekonom berpendapat langkah Irlandia untuk bergabung dalam konsensi global akan menggerus penerimaan negara. Namun, nilai penerimaan yang hilang diyakini tidak akan terlampau besar.

Menurut Seamus Coffey, ekonom asal Universitas College Cork, tidak akan ada aksi hengkang masal oleh para perusahaan dalam jangka waktu pendek ataupun panjang. Alasannya, kenaikan tarif menjadi 15% dinilai tidak terlalu signifikan dibanding tarif awal.

Setujunya Irlandia untuk memberlakukan tarif pajak minimum global merupakan langkah signifikan. Hal ini menjadi perubahan terbesar sistem pajak Irlandia sejak 20 tahun lamanya.

Baca Juga: Konsumsi Makin Tinggi, Makanan Cepat Saji Diusulkan Kena Cukai

Tidak heran, diskusi alot terjadi hingga 11 jam antara pemerintah Irlandia dengan pihak global. Sudah menjadi rahasia umum pula bahwa negara ini sejak awal menolak untuk sepakat. Mereka pada awalnya teguh dengan tarif 12,5% untuk mempertahankan perusahaan yang berdiri di sana.

Untuk saat ini, perusahaan seperti Google, Facebook, Yahoo, LinkedIn, eBay, Amazon dan yang terbaru yakni TikTok, telah ramai membuat Dublin menjadi kota teknologi terdepan. Publik pun menunggu, akankah mereka bertahan dengan kebijakan tarif baru atau tidak. (tradiva sandriana/sap)

Baca Juga: Tingkatkan Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak, Ini Kata ADB
Topik : pajak internasional, konsensus pajak global, pajak digital, digital economy, Irlandia

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 30 November 2021 | 17:30 WIB
KANADA

Kanada Tetap Lanjutkan Rencana Pungut Pajak Digital, Ini Sebabnya

Selasa, 30 November 2021 | 13:30 WIB
KOREA SELATAN

Korea Selatan Berencana Pajaki NFT Mulai Tahun Depan

berita pilihan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:30 WIB
KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK

Cara Lapor Pemanfaatan Penurunan Tarif PPh untuk Perusahaan Terbuka

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

PLN Usul Insentif Pajak Mobil Listrik Ditambah, Ini Respons Kemenkeu

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:30 WIB
KINERJA FISKAL

PDB Per Kapita Indonesia Terus Tumbuh, Tapi Tax Ratio Masih Stagnan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:11 WIB
UU HPP

Pajak Atas Natura Tak Dikenakan ke Pegawai Level Menengah-Bawah

Jum'at, 03 Desember 2021 | 15:00 WIB
PENEGAKAN HUKUM

Rugikan Negara Rp20 Miliar, 8 Bus Milik Pengemplang Pajak Disita

Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:34 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kewajiban Perpajakan Pedagang Online Sama dengan UMKM? Ini Kata DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:30 WIB
UU CIPTA KERJA

Pasca-Putusan MK, Penetapan Upah Minimum Tetap Mengacu UU Ciptaker

Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:24 WIB
PERTUMBUHAN EKONOMI NASIONAL

Investasi Masuk ke Daerah, Jokowi Minta Polri Beri Pengawalan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 14:00 WIB
AUSTRALIA

Aturan Penyusutan Aset Direvisi, Klaim Pajak Bisa Hingga Rp1,73 Miliar