Fokus
Data & Alat
Rabu, 18 Mei 2022 | 08:43 WIB
KURS PAJAK 18 MEI - 24 MEI 2022
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:00 WIB
STATISTIK PAJAK MULTINASIONAL
Rabu, 11 Mei 2022 | 08:47 WIB
KURS PAJAK 11 MEI - 17 MEI 2022
Selasa, 10 Mei 2022 | 14:30 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase
Perpajakan ID

Insentif Pajak Selesai, Penjualan Mobil Lesu

A+
A-
0
A+
A-
0
Insentif Pajak Selesai, Penjualan Mobil Lesu

BEIJING, DDTCNews – Industri otomotif Tiongkok menghadapi tahun paling suram dalam penjualan mobil dalam dua dekade terakhir. Berakhirnya kebijakan potongan pajak untuk mobil dengan kapasitas mesin 1.600 cc di tahun 2017 berdampak pada angka penjualan di pasar mobil terbesar dunia tersebut.

Berakhirnya insentif pajak ini tercermin dari angka penjualan manufaktur otomotif yang bermain di pasar Tiongkok. Manufaktur asal Jepang dan Eropa merasakan betul efek dari kebijakan ini pada aspek penjualan mobil.

“2018 dimulai dengan lesu. Kami memproyeksikan angka penjualan yang datar tahun ini untuk kendaraan ringan,” kata analis otomotif Asia Pasifik dari IHS Markit, James Chao, Selasa (9/1).

Baca Juga: Bangun IKN Nusantara, Kriteria Penerima Insentif Pajak Bisa Diperluas

Lesunya penjualan pasca berakhirnya insentif tercermin dari angka penjualan sejumlah pabrikan. General Motors misalnya merilis angka penjualan tahun 2017 sebesar 4,4%, padahal tahun 2016 angkanya mencapai 7,1%.

Rekan senegaranya, Ford malah mencatat penurunan penjualan sebesar 6% di tahun 2017. Sementara pada tahun 2016 sempat tumbuh positif sebesar 11,6%.

Fenomena hampir sama terjadi pada pabrikan asal Jepang, Toyota. Meski tidak merilis angka pasti namun penjualan mobil dilaporkan melambat pada tahun 2017. Duo pabrikan Korea Selatan, Hyundai Motor dan Kia Motor juga mengalami penurunan penjualan sebagai dampak berakhirnya insentif pajak.

Baca Juga: Restitusi PPN Dipercepat, Kinerja Penerimaan Pajak China Terdampak

Seperti yang diketahui, Beijing mengakhiri era insentif pajak penjualan mobil sebesar 5% tahun lalu. Pada saat yang bersamaan, tarif pajak penjualan mobil untuk kapasitas mesin 1.600 cc dipatok diangka 7,5%.

Tidak selesai dengan urusan pajak, dilansir Euro News tantangan lain datang dari kebijakan pemerintah agar ada kuota khusus untuk kendaraan dengan energi terbarukan (New Energy Vehicles). Melalui kebijakan ini, pemerintah negeri Tirai Bambu ingin para produsen otomotif mulai melaksanakan produksi massal kendaraan jenis ini pada tahun 2019. (Amu)

Baca Juga: Petugas One on One Lagi, Ingatkan Soal Omzet Rp500 Juta Tak Kena Pajak
Topik : berita pajak internasional, insentif pajak, tiongkok

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 03 Mei 2022 | 09:30 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK

Begini Tren Insentif Pajak yang Ditawarkan di KEK Negara Berkembang

Senin, 02 Mei 2022 | 15:00 WIB
INSENTIF PAJAK

Pandemi Makin Tertangani, WP Diimbau Manfaatkan Insentif Pajak Ini

berita pilihan

Senin, 23 Mei 2022 | 18:25 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

Catat! DJP Makin Gencar Kirim Email Imbauan PPS Berbasis Data Rekening

Senin, 23 Mei 2022 | 18:09 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Perhatian! DJP Evaluasi e-Bupot, Ada Klasifikasi Jumlah Bukti Potong

Senin, 23 Mei 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu PPFTZ 01, PPFTZ 02, dan PPFTZ 03?

Senin, 23 Mei 2022 | 17:39 WIB
KINERJA FISKAL

APBN Surplus Rp103,1 Triliun Per April 2022, Begini Kata Sri Mulyani

Senin, 23 Mei 2022 | 17:25 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Batas Akhir SPT Tahunan, Penerimaan PPh Badan April 2022 Tumbuh 105,3%

Senin, 23 Mei 2022 | 17:11 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Tumbuh 51,49% di April 2022, Sri Mulyani: Sangat Kuat

Senin, 23 Mei 2022 | 17:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Yellen Dukung Relaksasi Bea Masuk atas Barang-Barang Asal China

Senin, 23 Mei 2022 | 16:45 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Sri Mulyani Sebut Inflasi April 2022 Tertinggi dalam 2 Tahun Terakhir