Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Insentif Pajak Mobil Listrik Diperpanjang Hingga Satu Dekade

0
0

Ilustrasi mobil listrik. (foto: Total Croatia News)

BERLIN, DDTCNews – Pemerintah Jerman berencana memperpanjang insentif pajak bagi perusahaan mobil listrik. Perpanjangan ini sebagai upaya pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang minim polusi.

Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz menjelaskan pemerintah tidak akan mengakhiri pemberian insentif pajak pada perusahaan kendaraan listrik. Pemerintah, sambungnya, justru memperpanjang kebijakan pajak itu untuk mendorong permintaan kendaraan listrik.

“Kami tidak akan mengakhiri insentif pajak untuk perusahaan mobil listrik dan mobil hybrid pada 2021, tapi kami justru memperpanjang insentifnya mungkin selama satu dekade,” ujarnya di Berlin, Sabtu (16/2/2019).

Baca Juga: Netralisasi Efek Perlambatan Ekonomi Global, Sri Mulyani Pakai APBN

Scholz menegaskan rencana perpanjangan insentif pajak pada perusahaan mobil listrik juga akan menimbulkan dampak positif yang bisa dirasakan oleh warga Jerman, yakni berupa peningkatan kualitas udara dan mencapai iklim yang sesuai dengan harapan.

Tidak hanya peningkatan kualitas udara, pemerintah juga bisa menurunkan penggunaan bahan bakar fosil melalui perpanjangan insentif pajak pada perusahaan mobil listrik dan mendorong permintaan mobil listrik.

Pasalnya, pemerintah memiliki target untuk bisa mendorong penjualan mobil listrik hingga 1 juta kendaraan pada 2020. Namun, target penjualan itu tampak sulit untuk dicapai, mengingat mobil listrik hanya menyumbang 1% dari registrasi mobil baru pada 2018.

Baca Juga: Tingkatkan Investasi, BKPM Teken MoU dengan Himpunan Kawasan Industri

Terlebih, sejak Januari 2019, para pengemudi perusahaan mobil listrik menggunakan mobil listrik untuk kegunaan pribadi. Mereka juga membayar pajak lebih rendah dibandingkan dengan pajak kendaraan berbahan bakar fosil.

Selain itu, pemerintah akan memperketat aturan yang berlaku pada mobil hybrid. Dengan demikian, hanya mobil yang melalukan perjalanan jarak jauh dengan daya listrik, yang bisa memenuhi dan memanfaatkan insentif pajak ini. (kaw)

Baca Juga: Insentif Pajak Jadi Alasan Mobil Listrik China Masuk Makau

“Kami tidak akan mengakhiri insentif pajak untuk perusahaan mobil listrik dan mobil hybrid pada 2021, tapi kami justru memperpanjang insentifnya mungkin selama satu dekade,” ujarnya di Berlin, Sabtu (16/2/2019).

Baca Juga: Netralisasi Efek Perlambatan Ekonomi Global, Sri Mulyani Pakai APBN

Scholz menegaskan rencana perpanjangan insentif pajak pada perusahaan mobil listrik juga akan menimbulkan dampak positif yang bisa dirasakan oleh warga Jerman, yakni berupa peningkatan kualitas udara dan mencapai iklim yang sesuai dengan harapan.

Tidak hanya peningkatan kualitas udara, pemerintah juga bisa menurunkan penggunaan bahan bakar fosil melalui perpanjangan insentif pajak pada perusahaan mobil listrik dan mendorong permintaan mobil listrik.

Pasalnya, pemerintah memiliki target untuk bisa mendorong penjualan mobil listrik hingga 1 juta kendaraan pada 2020. Namun, target penjualan itu tampak sulit untuk dicapai, mengingat mobil listrik hanya menyumbang 1% dari registrasi mobil baru pada 2018.

Baca Juga: Tingkatkan Investasi, BKPM Teken MoU dengan Himpunan Kawasan Industri

Terlebih, sejak Januari 2019, para pengemudi perusahaan mobil listrik menggunakan mobil listrik untuk kegunaan pribadi. Mereka juga membayar pajak lebih rendah dibandingkan dengan pajak kendaraan berbahan bakar fosil.

Selain itu, pemerintah akan memperketat aturan yang berlaku pada mobil hybrid. Dengan demikian, hanya mobil yang melalukan perjalanan jarak jauh dengan daya listrik, yang bisa memenuhi dan memanfaatkan insentif pajak ini. (kaw)

Baca Juga: Insentif Pajak Jadi Alasan Mobil Listrik China Masuk Makau
Topik : Jerman, mobil listrik, insentif pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Senin, 13 Mei 2019 | 13:33 WIB
FILIPINA
Kamis, 14 Juli 2016 | 11:33 WIB
INGGRIS
Jum'at, 12 April 2019 | 17:02 WIB
JERMAN
Kamis, 14 Juli 2016 | 14:26 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Selasa, 12 November 2019 | 15:38 WIB
LAPORAN PER NEGARA
Senin, 11 November 2019 | 10:42 WIB
EKONOMI DIGITAL
Kamis, 06 Juli 2017 | 08:11 WIB
ETHIOPIA
Kamis, 18 Mei 2017 | 17:02 WIB
SPANYOL
Jum'at, 05 Agustus 2016 | 07:32 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 22 Maret 2017 | 15:36 WIB
INDIA
Kamis, 03 November 2016 | 07:07 WIB
KENYA