Fokus
Komunitas
Minggu, 03 Juli 2022 | 11:30 WIB
Dir. Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakri
Kamis, 30 Juni 2022 | 11:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Rabu, 29 Juni 2022 | 16:01 WIB
DDTC ACADEMY - EXCLUSIVE SEMINAR
Rabu, 29 Juni 2022 | 11:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA
Reportase

Insentif Pajak Disetop, Tingkat Kemiskinan Anak di AS Melonjak

A+
A-
0
A+
A-
0
Insentif Pajak Disetop, Tingkat Kemiskinan Anak di AS Melonjak

Ilustrasi.

WASHINGTON D.C., DDTCNews - Tingkat kemiskinan anak di Amerika Serikat meningkat dari 12,1% pada akhir 2021 menjadi 17% pada Januari 2022 lantaran berhentinya pemberian insentif dari pemerintah berupa child tax credit.

Center on Poverty and Social Policy at Columbia University menyebut angka kemiskinan anak di AS meningkat hingga 41% dalam kurun waktu sebulan. Setidaknya 3,7 juta anak jatuh ke dalam garis kemiskinan akibat tak menentunya nasib child tax credit.

"Ketika masih berlaku, child tax credit mampu memberikan bantalan bagi keluarga rentan di tengah pandemi," tulis Center on Poverty and Social Policy at Columbia University dalam studinya, dikutip pada Kamis (3/3/2022).

Baca Juga: Kebut Pemulihan, Thailand Bebaskan Lagi Pajak Hotel Sampai Juni 2024

Terhitung sejak Maret 2021, kredit pajak senilai US$3.600 diberikan kepada wajib pajak yang memiliki anak berusia di bawah 6 tahun dan senilai US$3.000 bila wajib pajak memiliki anak berusia 6 hingga 17 tahun.

Hasilnya, terdapat 36 juta rumah tangga dan 61 juta anak-anak di AS yang mendapatkan manfaat dari child tax credit sepanjang Juli hingga Desember 2021.

Pemerintah AS sesungguhnya hendak melanjutkan pemberian child tax credit melalui beleid Build Back Better Act yang diusung Presiden AS Joe Biden. Namun, masih terdapat beberapa Senator AS dari Partai Demokrat yang tak mau menyetujui beleid tersebut.

Baca Juga: Sengketa atas Transaksi Contract Manufacturing yang Tidak Wajar

Beberapa senator memandang child tax credit menurunkan produktivitas perekonomian AS. Sebab, insentif tersebut dapat dimanfaatkan, meskipun wajib pajak tidak sedang bekerja.

Sebagian Senator AS dari Partai Demokrat mengaku bersedia untuk melanjutkan pemberian child tax credit apabila stimulus ini hanya diberikan khusus bagi mereka yang bekerja.

Namun, terdapat sebagian senator yang memandang child tax credit tak perlu dilanjutkan. Pemberian stimulus tersebut dinilai meningkatkan peredaran uang dan inflasi. (rig)

Baca Juga: DJP Kembangkan Aplikasi untuk Unduh Surat Keterangan PPS

Topik : amerika serikat, pajak, pajak internasional, kemiskinan, insentif pajak, presiden as joe biden

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 06 Juli 2022 | 07:00 WIB
ANALISIS PAJAK

Urgensi Adanya Sistem Manajemen Kepatuhan Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Catat! PPh Final yang Dibayar dalam PPS Bukan Biaya Pengurang Pajak

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:45 WIB
KABUPATEN SUKOHARJO

Waduh! Ribuan Kendaraan di Daerah Ini Tunggak Pajak Sampai Rp50 Miliar

Selasa, 05 Juli 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA SERANG BARAT

Cocokkan Data, Petugas Pajak Sambangi Lokasi Usaha Pengusaha Komputer

berita pilihan

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:21 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa atas Transaksi Contract Manufacturing yang Tidak Wajar

Rabu, 06 Juli 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN

Apa Itu Gudang Berikat?

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:30 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Kembangkan Aplikasi untuk Unduh Surat Keterangan PPS

Rabu, 06 Juli 2022 | 17:00 WIB
KP2KP REMBANG

Door to Door Lagi, Petugas Pajak Incar Pelaku UMKM Cek Pelaporan SPT

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:30 WIB
KOREA SELATAN

Inflasi Tertinggi Sejak 1998, Korea Siap-Siap Naikkan Suku Bunga

Rabu, 06 Juli 2022 | 16:00 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK

Tren Penggunaan Teknologi dalam Peningkatan Kepatuhan Pajak di Dunia

Rabu, 06 Juli 2022 | 15:00 WIB
KANWIL DJP BENGKULU DAN LAMPUNG

Ajak UMKM Naik Kelas, Penyuluh DJP Singgung Omzet Tak Kena Pajak

Rabu, 06 Juli 2022 | 14:43 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Hingga Juni 2022, Pemerintah Kumpulkan Rp7,1 Triliun dari PPN PMSE