Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Ini Daftar Institusi Penampung Dana Tax Amnesty

0
0

JAKARTA, DDTCNews – Bursa Efek Indonesia telah merilis daftar nama perusahaan efek, manajer investasi dan perusahaan efek yang akan menampung dana repatriasi program tax amnesty.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio menyatakan ada cukup banyak manajer investasi, bank, maupun perusahaan efek yang siap menampung dana repatriasi program pengampunan pajak. Dana tersebut akan diarahkan ke berbagai instrumen yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

“Nanti akan ada sejumlah 19 perusahaan efek, 18 manajer investasi, dan 19 bank, untuk menampung dana repatriasi program pengampunan pajak ini,” ucap Tito Sulistio saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/7).

Baca Juga: Soal Kepatuhan WP Peserta Tax Amnesty, Ini Penjelasan DJP

Sementara ini, keseluruhan daftar yang dirilis tersebut akan membanjiri pasar keuangan nasional. Kendati demikian, pemerintah akan tetap mempersilahkan instrumen selain yang sudah dipersiapkan untuk membantu program pengampunan pajak.

“Dari kumpulan bank, perusahaan efek dan manajer Investasi tersebut dinilai sudah seimbang, akan tetapi prioritas dari broker diharuskan untuk liquid diambil 20 terbesar, jika nanti akan ada perubahan maka itu adalah keputusan dari Menteri Keuangan,” tambahnya.

Berikut daftar lengkap perusahaan efek, manajer investasi, dan bank yang dipilih menjadi penampung dana tax amnesty.

Baca Juga: Misbakhun akan Jaga Tax Amnesty II di DPR, Asalkan..

Perusahaan Efek:

  1. Panin Sekuritas,
  2. Mandiri Sekuritas,
  3. Sinarmas Sekuritas,
  4. CLSA Sekuritas,
  5. CIMB Sekuritas,
  6. Trimegah Sekuritas,
  7. RHB Sekuritas,
  8. Daewoo Sekuritas Indonesia,
  9. Bahana Sekuritas,
  10. Indopremier Sekuritas,
  11. BNI Sekuritas,
  12. UOB Kau Hian Sekuritas,
  13. MNC Sekuritas,
  14. Danpac Sekuritas,
  15. Sucorinvest Central Gani,
  16. Panca Global Sekuritas,
  17. Pasific Capital,
  18. Mega Capital, dan
  19. Pratama Capital.

Manajer Investasi:

  1. Manulife Aset Manajemen Indonesia,
  2. BNI Asset Management,
  3. Mandiri Manajemen Investasi,
  4. Schroder Investment Management Indonesia,
  5. Indosurya Asset Management,
  6. PNM Investment Management.
  7. East Spring Investment,
  8. BPN Paribas Investment,
  9. Panin Asset Management,
  10. Sinarmas Asset Management,
  11. Ashmore Asset Management,
  12. Ciptadana Asset Management,
  13. Trimegah Asset Management,
  14. Bahana TCW Investment Management,
  15. Danareksa Investment,
  16. Batavia Prosperindo Aset Manajemen,
  17. Syailendra Capital, dan
  18. Bowsprit Asset Management.

Bank:

Baca Juga: Pemerintah, Jangan Khianati Wajib Pajak yang Sudah Patuh
  1. Bank Mandiri,
  2. Bank BNI,
  3. Bank BRI,
  4. Bank Danamon,
  5. Bank Permata,
  6. Bank CIMB,
  7. Bank Panin,
  8. Maybank,
  9. Bank BCA,
  10. Hongkong Shanghai.
  11. Citibank,
  12. Deutsche Bank,
  13. Standard Chartered,
  14. DBS,
  15. BPD Jawa Barat,
  16. BPD Banten,
  17. Bank Mandiri Syariah,
  18. Bank Bukopin, dan
  19. Bank Mega.

“Nanti akan ada sejumlah 19 perusahaan efek, 18 manajer investasi, dan 19 bank, untuk menampung dana repatriasi program pengampunan pajak ini,” ucap Tito Sulistio saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/7).

Baca Juga: Soal Kepatuhan WP Peserta Tax Amnesty, Ini Penjelasan DJP

Sementara ini, keseluruhan daftar yang dirilis tersebut akan membanjiri pasar keuangan nasional. Kendati demikian, pemerintah akan tetap mempersilahkan instrumen selain yang sudah dipersiapkan untuk membantu program pengampunan pajak.

“Dari kumpulan bank, perusahaan efek dan manajer Investasi tersebut dinilai sudah seimbang, akan tetapi prioritas dari broker diharuskan untuk liquid diambil 20 terbesar, jika nanti akan ada perubahan maka itu adalah keputusan dari Menteri Keuangan,” tambahnya.

Berikut daftar lengkap perusahaan efek, manajer investasi, dan bank yang dipilih menjadi penampung dana tax amnesty.

Baca Juga: Misbakhun akan Jaga Tax Amnesty II di DPR, Asalkan..

Perusahaan Efek:

  1. Panin Sekuritas,
  2. Mandiri Sekuritas,
  3. Sinarmas Sekuritas,
  4. CLSA Sekuritas,
  5. CIMB Sekuritas,
  6. Trimegah Sekuritas,
  7. RHB Sekuritas,
  8. Daewoo Sekuritas Indonesia,
  9. Bahana Sekuritas,
  10. Indopremier Sekuritas,
  11. BNI Sekuritas,
  12. UOB Kau Hian Sekuritas,
  13. MNC Sekuritas,
  14. Danpac Sekuritas,
  15. Sucorinvest Central Gani,
  16. Panca Global Sekuritas,
  17. Pasific Capital,
  18. Mega Capital, dan
  19. Pratama Capital.

Manajer Investasi:

  1. Manulife Aset Manajemen Indonesia,
  2. BNI Asset Management,
  3. Mandiri Manajemen Investasi,
  4. Schroder Investment Management Indonesia,
  5. Indosurya Asset Management,
  6. PNM Investment Management.
  7. East Spring Investment,
  8. BPN Paribas Investment,
  9. Panin Asset Management,
  10. Sinarmas Asset Management,
  11. Ashmore Asset Management,
  12. Ciptadana Asset Management,
  13. Trimegah Asset Management,
  14. Bahana TCW Investment Management,
  15. Danareksa Investment,
  16. Batavia Prosperindo Aset Manajemen,
  17. Syailendra Capital, dan
  18. Bowsprit Asset Management.

Bank:

Baca Juga: Pemerintah, Jangan Khianati Wajib Pajak yang Sudah Patuh
  1. Bank Mandiri,
  2. Bank BNI,
  3. Bank BRI,
  4. Bank Danamon,
  5. Bank Permata,
  6. Bank CIMB,
  7. Bank Panin,
  8. Maybank,
  9. Bank BCA,
  10. Hongkong Shanghai.
  11. Citibank,
  12. Deutsche Bank,
  13. Standard Chartered,
  14. DBS,
  15. BPD Jawa Barat,
  16. BPD Banten,
  17. Bank Mandiri Syariah,
  18. Bank Bukopin, dan
  19. Bank Mega.
Topik : tax amnesty, dana repatriasi, instrumen keuangan
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 13 Desember 2017 | 09:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 03 November 2017 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 November 2017 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Minggu, 25 Agustus 2019 | 15:55 WIB
PP No. 55/2019
Minggu, 25 Agustus 2019 | 15:23 WIB
PP No. 55/2019
Minggu, 25 Agustus 2019 | 15:15 WIB
PMK No.117/2019
Jum'at, 23 Agustus 2019 | 19:17 WIB
IKATAN KONSULTAN PAJAK INDONESIA
Jum'at, 23 Agustus 2019 | 18:57 WIB
PENERIMAAN NEGARA
Jum'at, 23 Agustus 2019 | 17:06 WIB
HARI JADI KE-12 DDTC
Jum'at, 23 Agustus 2019 | 14:15 WIB
UNI EMIRAT ARAB
Jum'at, 23 Agustus 2019 | 08:33 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 23 Agustus 2019 | 07:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Kamis, 22 Agustus 2019 | 16:17 WIB
RAPBN 2020