Review
Rabu, 15 Juli 2020 | 10:37 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:30 WIB
OPINI PAJAK
Selasa, 14 Juli 2020 | 14:35 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP HESTU YOGA SAKSAMA:
Selasa, 14 Juli 2020 | 06:51 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Literasi
Rabu, 15 Juli 2020 | 19:11 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 17:26 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ARMENIA
Rabu, 15 Juli 2020 | 16:40 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 15:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & alat
Rabu, 15 Juli 2020 | 09:10 WIB
KURS PAJAK 15 JULI - 21 JULI 2020
Selasa, 14 Juli 2020 | 16:55 WIB
STATISTIK KINERJA PENERIMAAN PPN
Minggu, 12 Juli 2020 | 14:15 WIB
STATISTIK PERTUKARAN INFORMASI
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase

Ini Alasan Kemenkeu Belum Cairkan Insentif Tenaga Medis di Daerah

A+
A-
4
A+
A-
4
Ini Alasan Kemenkeu Belum Cairkan Insentif Tenaga Medis di Daerah

Direktur Dana Transfer Khusus DJPK Kemenkeu Putut Satyaka. (tangkapan layar saat konferensi video)

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan hingga saat ini belum mencairkan dana insentif untuk tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di daerah.

Direktur Dana Transfer Khusus DJPK Kemenkeu Putut Satyaka mengatakan pemerintah pusat belum menerima data tenaga medis di daerah yang akan menerima insentif. Menurutnya, dana insentif baru akan cair jika proses pendataan dan verifikasi rampung.

"Saat ini belum ada pencairan sedikit pun sebab sampai saat ini pemerintah masih menunggu data yang masuk dari daerah," katanya melalui konferensi video, Jumat (29/5/2020).

Baca Juga: Rekomendasi BPK: DJP Cairkan Restitusi Pajak Tepat Waktu

Putut mengatakan pemerintah telah menetapkan kriteria tenaga medis yang akan menerima insentif bulanan terkait penanganan pandemi. Misalnya, tenaga medis tersebut harus terlibat langsung atau sebagai pendukung penanganan Covid-19, yang disesuaikan dengan strata, keahlian, dan zonasinya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut telah menyiapkan anggaran Rp5,9 triliun untuk memberikan insentif kepada tenaga medis, yang terdiri dari tenaga medis pusat Rp1,3 triliun dan tenaga medis daerah Rp4,6 triliun.

Insentif itu diberikan pada dokter spesialis (Rp15 juta per bulan), dokter umum (Rp10 juta per bulan), perawat (Rp7,5 juta per bulan), dan tenaga kesehatan lainnya (Rp5 juta per bulan) selama 6 bulan.

Baca Juga: Cara Melapor Realisasi Insentif Pembebasan PPh Pasal 23

Putut juga menyebut ada penambahan alokasi bantuan operasional kesehatan (BOK) senilai Rp3,77 triliun menjadi Rp13,40 triliun. Penambahan anggaran tersebut disiapkan untuk membayar insentif tenaga medis. Dia memastikan insentif untuk tenaga medis akan segera dibayarkan setelah proses verifikasi selesai.

"Ini masih menunggu data dan beberapa sudah masuk ke data Kemenkes, yang sekarang sedang dilakukan verifikasi. Jika sudah selesai, bisa disalurkan oleh pemda," ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah memangkas alokasi dana transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) dari Rp856,94 triliun menjadi Rp762,72 triliun untuk penanganan pandemi virus Corona. Semua jenis TKDD mengalami pemangkasan, kecuali dana alokasi khusus (DAK) fisik untuk kesehatan yang tetap Rp20,78 triliun dan BOK yang naik dari Rp9,7 triliun menjadi Rp13,4 triliun.

Baca Juga: Duh, Jumlah Penduduk Miskin Naik Lebih dari 1 Juta Orang
Topik : insentif, tenaga kesehatan, dokter, virus Corona, Ditjen Perimbangan Keuangan, DJPK, Kemenkeu
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 14 Juli 2020 | 07:52 WIB
HARI PAJAK 14 JULI
Senin, 13 Juli 2020 | 17:15 WIB
INSENTIF PAJAK
Senin, 13 Juli 2020 | 17:07 WIB
SURAT BERHARGA NEGARA
berita pilihan
Kamis, 16 Juli 2020 | 08:03 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Kamis, 16 Juli 2020 | 08:00 WIB
BRASIL
Rabu, 15 Juli 2020 | 19:11 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 15 Juli 2020 | 17:37 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Rabu, 15 Juli 2020 | 17:26 WIB
PROFIL PERPAJAKAN ARMENIA
Rabu, 15 Juli 2020 | 17:10 WIB
PPN PRODUK DIGITAL
Rabu, 15 Juli 2020 | 16:50 WIB
LKPP 2019
Rabu, 15 Juli 2020 | 16:49 WIB
KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK