Review
Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 11:15 WIB
TAJUK PAJAK
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:15 WIB
DIRJEN PERIMBANGAN KEUANGAN ASTERA PRIMANTO BHAKTI:
Rabu, 12 Januari 2022 | 15:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Rabu, 19 Januari 2022 | 10:45 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 17 Januari 2022 | 18:00 WIB
KAMUS BEA METERAI
Jum'at, 14 Januari 2022 | 21:24 WIB
PROFIL PAJAK KOTA PADANG
Jum'at, 14 Januari 2022 | 20:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 19 Januari 2022 | 09:17 WIB
KURS PAJAK 19 JANUARI - 25 JANUARI 2022
Rabu, 12 Januari 2022 | 09:01 WIB
KURS PAJAK 12 JANUARI - 18 JANUARI 2022
Rabu, 05 Januari 2022 | 08:15 WIB
KURS PAJAK 5 JANUARI - 11 JANUARI 2022
Senin, 03 Januari 2022 | 10:45 WIB
KMK 70/2021
Reportase
Perpajakan.id

Hipmi Ungkap 5 Kelemahan Pengusaha Muda di Bidang Perpajakan

A+
A-
1
A+
A-
1
Hipmi Ungkap 5 Kelemahan Pengusaha Muda di Bidang Perpajakan

Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Hipmi Ajib Hamdani dalam sebuah webinar, Rabu (21/4/2021).

JAKARTA, DDTCNews – Ketua Bidang Keuangan dan Perbankan Hipmi Ajib Hamdani mengungkapkan beberapa kelemahan para pengusaha muda Indonesia dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Ajib menuturkan pengusaha muda cenderung menjalankan bisnis tanpa memperhatikan konsekuensi perpajakan. Menurutnya, hal tersebut sering kali menimbulkan permasalahan perpajakan pada masa mendatang, terutama ketika usaha mulai maju dan berkembang.

"Pengusaha muda punya kecenderungan untuk menjalankan bisnis dan apa saja dihajar. Tapi kadang lupa banyak aspek yang harus di tata dalam masalah perpajakan. Ini kondisi riil di lapangan agar jadi pembelajaran bersama,” katanya dalam sebuah webinar, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: Dana PEN Naik Lagi Jadi Rp455,62 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Secara umum, terdapat 5 kelemahan pengusaha muda dalam urusan perpajakan saat memulai bisnis. Pertama, minimnya literasi pajak. Kedua, cenderung mengabaikan kewajiban sebagai wajib pajak orang pribadi.

Ketiga, tidak memiliki sumber daya manusia yang memadai dalam bidang perpajakan. Keempat, kurang proaktif mencari informasi tentang aturan pajak terbaru. Kelima, cenderung memilih input perencanaan pajak yang tidak tepat untuk menekan biaya.

Kelima kelemahan tersebut berakar pada kentalnya prinsip untuk memulai usaha terlebih dahulu dan tidak menimbang konsekuensi perpajakannya. "Jadi kalau belum kena masalah, tidak akan bertanya. Begitu ada masalah, baru bertanya," ujar Ajib.

Baca Juga: Defisit APBN 2021 Turun Signifikan, Sri Mulyani: Bukan Tugas Mudah

Untuk itu, Ajib mengusulkan tiga solusi dalam membenahi kesadaran pajak di kalangan pengusaha muda antara lain adanya pemberian literasi perpajakan yang lebih intensif dari pemerintah kepada pengusaha muda.

Kemudian, mendorong DJP mengedepankan upaya pembinaan dan edukasi kepada pengusaha muda demi menumbuhkan kepatuhan pajak dalam jangka panjang dan tidak membuat program intensifikasi yang meresahkan pelaku usaha.

Selanjutnya, mendorong kewirausahaan sebagai modal memperluas basis pajak dan meningkatkan tax ratio. "Kalau mau penerimaan pajak bagus maka sebagai ujung perputaran ekonomi ini bagaimana kebijakan yang menumbuhkan wirausahawan baru," tutur Ajib. (rig)

Baca Juga: Tax Center Universitas Gunadarma Luncurkan Aplikasi M-edu Tax

Topik : hipmi, kepatuhan pajak, pengusaha muda, kewajiban pajak, nasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:30 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Beralih ke Core Tax System, Beberapa Aplikasi DJP Bakal Diganti

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:22 WIB
DDTC TAX WEEKS 2022

PPS Jadi Sarana bagi WP Masuki Era Transparansi Pajak

Selasa, 18 Januari 2022 | 09:00 WIB
PROGRAM PENGUNGKAPAN SUKARELA

DJP Sudah Kirim Email Soal PPS kepada 3,42 Juta Wajib Pajak

Senin, 17 Januari 2022 | 19:00 WIB
SINGAPURA

Dianggap Sukses Tekan Emisi, Singapura Kembali Naikkan Pajak Karbon

berita pilihan

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:30 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Dana PEN Naik Lagi Jadi Rp455,62 Triliun, Ini Penjelasan Sri Mulyani

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:15 WIB
OPINI PAJAK

Menelisik Jejak Penghindaran Pajak ‘Para Raksasa’

Rabu, 19 Januari 2022 | 14:00 WIB
ANGGARAN PEMERINTAH

Defisit APBN 2021 Turun Signifikan, Sri Mulyani: Bukan Tugas Mudah

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:00 WIB
KINERJA FISKAL

Penerimaan Pajak Tembus 103%, Sri Mulyani Bantah Targetnya Diturunkan

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:40 WIB
EDUKASI PAJAK

Tax Center Universitas Gunadarma Luncurkan Aplikasi M-edu Tax

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:23 WIB
AGENDA ATPETSI

Negara Butuh Pajak untuk Capai Target SDGs, Simak Analisisnya

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:11 WIB
SELEBRITAS

Ngobrol Bareng Ghozali, Deddy Corbuzier: Lu Ditagih Pajak Katanya?

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Barang Kena Pajak Belum Tentu Dikenakan PPN, Ini Penjelasannya