Fokus
Literasi
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:00 WIB
PROFIL PAJAK PROVINSI SUMATRA BARAT
Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 Juli 2020 | 11:15 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Rabu, 01 Juli 2020 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 1 JULI-7 JULI 2020
Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Minggu, 28 Juni 2020 | 15:12 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Genjot Penjualan Mobil, Tarif Cukai Bakal Dipangkas

A+
A-
2
A+
A-
2
Genjot Penjualan Mobil, Tarif Cukai Bakal Dipangkas

Ilustrasi. 

BANGKOK, DDTCNews—Kepala Departemen Cukai Thailand Patchara Anuntasilpa menyatakan dukungannya terhadap proposal pemotongan pajak cukai penjualan mobil dalam rangka meningkatkan permintaan domestik.

Patchara menilai pemangkasan cukai sebenarnya menguntungkan pemerintah, produsen dan konsumen mobil. Apalagi dengan kondisi pandemi virus Corona saat ini sehingga relaksasi dibutuhkan untuk menjaga konsumsi.

“Produsen mobil bisa menjual stok mereka untuk memperbaiki arus kas, sedangkan pemerintah akan memperoleh setoran pajak meski jumlahnya lebih sedikit dan konsumen memiliki pilihan mobil yang lebih murah,” katanya, Selasa (26/5/2020).

Baca Juga: Awas Ada Pemutihan Pajak Kendaraan, Paling Lambat 30 September 2020

Selama ini, cukai mobil menyumbang sekitar 100 miliar baht per tahun kepada negara. Mobil rakitan baru akan dikenai pajak cukai setelah meninggalkan pabrik perakitan yang berada di zona bebas pajak.

Pengusaha otomotif yang tergabung Federasi Industri Thailand (FTI) sebelumnya sempat mengusulkan tiga stimulus kepada pemerintah untuk menyelamatkan industry otomotif atau mobil.

Usulan itu terdiri dari pengurangan pajak cukai 50% hingga akhir tahun, skema pertukaran mobil dengan imbalan 100.000 baht yang dibayarkan oleh negara, dan menunda penerapan standar emisi Euro 5.

Baca Juga: Tingkat Balik Nama Rendah, Dua Aplikasi Ini Jadi Andalan

Menurut data FTI, produksi mobil turun pada April 2020 menurun 83,6% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Sementara dalam empat bulan pertama tahun ini, produksi mobil Thailand hanya mencapai 478.393 unit, turun 32,8% secara tahunan.

Usulan FTI perihal pemangkasan cukai tersebut saat ini masih memerlukan persetujuan dari Menteri Keuangan Uttama Savanayana sebelum diteruskan ke kabinet. Sementara untuk usulan lainnya, masih menunggu keputusan dari Menteri Perindustrian.

Di sisi lain, Uttama juga sedang menghadapi persoalan lain yang juga penting yaitu perihal lapangan kerja. Jika tidak ada aral melintang, Kementerian Keuangan akan merilis skema penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah setelah pandemi berakhir.

Baca Juga: Penanganan Covid-19, Pemerintah Ancang-Ancang Naikkan Tarif Pajak

“Skema ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan bagi mereka yang berada kelompok terbawah, sambil memberikan bantuan uang tunai kepada para pekerja informal,” tuturnya dilansir dari Bangkokpost. (rig)

Topik : barang kena cukai, kendaraan bermotor, thailand, pajak internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
berita pilihan
Minggu, 05 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 05 Juli 2020 | 10:01 WIB
KABUPATEN MIMIKA
Minggu, 05 Juli 2020 | 09:01 WIB
PAJAK LAYANAN DIGITAL
Minggu, 05 Juli 2020 | 08:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Minggu, 05 Juli 2020 | 07:01 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Minggu, 05 Juli 2020 | 06:01 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Sabtu, 04 Juli 2020 | 15:01 WIB
KOTA BOGOR
Sabtu, 04 Juli 2020 | 14:01 WIB
LAPORAN WHO
Sabtu, 04 Juli 2020 | 13:01 WIB
ANDI BACHTIAR YUSUF:
Sabtu, 04 Juli 2020 | 12:01 WIB
PROVINSI KALIMANTAN BARAT